Mimpi menjadi bagian dari pengalaman tidur yang terkadang terasa begitu nyata. Ada mimpi yang membuat hati senang ketika terbangun, tetapi ada pula mimpi yang justru meninggalkan rasa takut dan tidak nyaman.
Ketika mengalami mimpi buruk, sebagian orang mungkin ingin segera menceritakannya kepada orang terdekat. Terlebih jika mimpi tersebut terasa begitu nyata hingga terbawa pikiran setelah bangun tidur.
Namun, bagaimana sebenarnya Islam memandang mimpi, khususnya mimpi yang tidak disukai? Apakah mimpi buruk perlu diceritakan kepada orang lain atau justru ada anjuran tertentu yang perlu dilakukan setelah mengalaminya?
Berikut Popmama.com telah merangkum alasan mimpi buruk tidak dianjurkan untuk diceritakan dalam Islam berdasarkan hadis.