Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pexels.com/Oskar Smethurst
  • Dalam Islam, mimpi baik diyakini berasal dari Allah dan boleh diceritakan hanya kepada orang yang turut menyukainya.

  • Mimpi buruk dianjurkan tidak diceritakan kepada siapa pun karena disebut sebagai gangguan setan; Muslim diminta memohon perlindungan kepada Allah.

  • Setelah mimpi buruk, anjurannya meludah ke kiri tiga kali, berlindung kepada Allah dari setan, mengubah posisi tidur, atau bangkit untuk salat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dalam Islam, kalau kita mimpi buruk, kita tidak perlu cerita ke siapa pun. Rasulullah mengajarkan kita minta perlindungan kepada Allah dari mimpi itu dan setan. Kita bisa meludah kecil ke kiri tiga kali, ganti posisi tidur, atau bangun lalu salat. Mimpi baik boleh diceritakan kepada orang yang suka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mimpi menjadi bagian dari pengalaman tidur yang terkadang terasa begitu nyata. Ada mimpi yang membuat hati senang ketika terbangun, tetapi ada pula mimpi yang justru meninggalkan rasa takut dan tidak nyaman.

Ketika mengalami mimpi buruk, sebagian orang mungkin ingin segera menceritakannya kepada orang terdekat. Terlebih jika mimpi tersebut terasa begitu nyata hingga terbawa pikiran setelah bangun tidur.

Namun, bagaimana sebenarnya Islam memandang mimpi, khususnya mimpi yang tidak disukai? Apakah mimpi buruk perlu diceritakan kepada orang lain atau justru ada anjuran tertentu yang perlu dilakukan setelah mengalaminya?

Berikut Popmama.com telah merangkum alasan mimpi buruk tidak dianjurkan untuk diceritakan dalam Islam berdasarkan hadis.

1. Mimpi baik berasal dari Allah

Pexels.com/Hairul Faidz

Dalam ajaran Islam, mimpi baik disebut berasal dari Allah SWT. Jika seseorang mengalami mimpi yang disukai, Rasulullah SAW menganjurkan agar mimpi tersebut hanya diceritakan kepada orang yang juga turut menyukainya.

Sebaliknya, ketika mengalami mimpi yang tidak disukai, umat Muslim dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari keburukan mimpi dan setan, meludah tiga kali, serta tidak menceritakannya kepada siapa pun.

Dengan melakukan anjuran tersebut, mimpi buruk tidak akan membahayakan orang yang mengalaminya, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut.

“Mimpi baik itu dari Allah. Jika kalian mimpi sesuatu yang kalian sukai, maka jangan kalian ceritakan kecuali pada orang yang juga ikut menyukai mimpi tersebut. Jika kalian mimpi sesuatu yang tak kalian suka, maka memohonlah perlindungan pada Allah atas keburukan mimpi tersebut dan dari keburukan setan. Meludahlah tiga kali dan jangan kalian ceritakan pada siapa pun, maka mimpi buruk itu tidak akan membahayakan kalian.” (HR al-Bukhari)

2. Mimpi buruk tidak perlu diceritakan kepada siapa pun

Pexels.com/hayriyenur.

Mimpi buruk dapat menjadi salah satu cara setan mengganggu seseorang ketika sedang tidur. Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan agar mimpi buruk tidak diceritakan kepada siapa pun.

Hal ini dijelaskan dalam hadis dari Jabir RA. Suatu ketika, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan menceritakan bahwa ia bermimpi seolah-olah lehernya dipenggal. Rasulullah SAW kemudian bersabda:

“Apabila setan mempermainkan salah seorang di antara kalian dalam tidurnya maka janganlah dia menceritakannya kepada siapapun juga.” (HR Muslim)

Hadis tersebut menjadi anjuran agar mimpi buruk tidak perlu dipikirkan atau diceritakan kepada orang lain dan lebih meminta perlindungan dari Allah SWT.

3. Ada anjuran yang bisa dilakukan setelah mengalami mimpi buruk

Pexels.com/Jihan N

Selain tidak menceritakannya, Rasulullah SAW mengajarkan beberapa tindakan yang dapat dilakukan ketika seorang Muslim mengalami mimpi buruk.

Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Bila salah seorang kamu bermimpi buruk maka meludahlah ke kiri 3x dan ucapkan: ‘Aku berlindung kepada Allah dari syaitan’ 3x, lalu ubahlah posisi tidurmu semula.”

Dalam riwayat lain disebutkan:

“Bila salah seorang kamu bermimpi buruk maka bangkitlah dan shalat.” Hadis tersebut diriwayatkan oleh Muslim.

Saat terbangun karena mimpi buruk, seorang Muslim dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah SWT, meludah ke kiri tiga kali, mengubah posisi tidur, dan salat jika masih terganggu.

Itu dia penjelasan alasan larangan menceritakan mimpi buruk dalam agama Islam. Jika bermimpi buruk, tidak usah menceritakannya dan sebaiknya lakukan anjuran di atas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article