Tidur di dalam mobil setelah perjalanan jauh mungkin terasa nyaman, terutama ketika AC menyala dan mesin masih hidup.
Ini Bahaya Tidur di Mobil saat AC Menyala, Bisa Keracunan Karbon Monoksida

Mesin mobil menyala menghasilkan karbon monoksida tak berwarna dan tak berbau, yang dapat masuk ke kabin melalui kebocoran knalpot, saluran AC, atau parkiran tertutup.
Karbon monoksida mengikat hemoglobin 20 kali lebih kuat daripada oksigen, sehingga mengurangi pasokan oksigen ke otak dan organ tubuh serta memicu keracunan.
Gejalanya bisa berupa mengantuk dan lemas tanpa disadari; hindari tidur di mobil bermesin hidup, terutama di ruang tertutup, serta pastikan knalpot dan sirkulasi udara baik.
Namun, kebiasaan ini ternyata dapat membahayakan nyawa karena adanya risiko paparan karbon monoksida (CO), gas beracun yang tidak terlihat dan tidak berbau.
Gas ini dapat masuk ke dalam kabin mobil tanpa disadari hingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Lantas, mengapa karbon monoksida bisa sangat mematikan?
Untuk memahami lebih lanjut, Popmama.com telah merangkum bahaya tidur di dalam mobil saat AC menyala yang dilansir dari Instagram @prof.zulys. Simak selengkapnya berikut ini!
Table of Content
1. Mesin mobil yang menyala menghasilkan karbon monoksida

Pexels.com/cottonbro studio Menurut Prof. Agustina Zulys selaku Guru Besar FMIPA UI, saat mesin kendaraan hidup, mobil akan menghasilkan gas buang yang salah satunya mengandung karbon monoksida.
Gas ini menjadi berbahaya karena tidak memiliki warna maupun bau sehingga sulit dideteksi oleh manusia.
Karbon monoksida dapat masuk ke dalam kabin mobil melalui berbagai celah, seperti kebocoran pada sistem knalpot, saluran sirkulasi AC, hingga kondisi parkiran yang tertutup.
2. Karbon monoksida menghambat tubuh mendapatkan oksigen

Pexels.com/Vitaly Gariev Ketika terhirup, karbon monoksida akan masuk ke dalam aliran darah dan berikatan dengan hemoglobin. Senyawa ini dapat mengikat hemoglobin 20 kali lebih kuat dibandingkan oksigen.
Akibatnya, darah tidak mampu membawa oksigen yang cukup ke seluruh tubuh, terutama ke organ penting seperti otak. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan keracunan karbon monoksida.
3. Korban sering tidak menyadari gejala yang muncul

Pexels.com/Vitaly Gariev Salah satu alasan karbon monoksida sangat berbahaya adalah karena gas ini tidak memberikan tanda yang mudah dikenali.
Berbeda dengan paparan asap atau gas lain yang bisa membuat seseorang merasa sesak, karbon monoksida justru dapat membuat tubuh terasa rileks.
Korban mungkin hanya merasa mengantuk, lemas, atau matanya terasa berat. Tanpa disadari, kondisi tersebut dapat membuat seseorang tertidur dan kehilangan kesadaran.
4. Kekurangan oksigen dapat mengganggu fungsi otak

Pexels.com/Vitaly Gariev Saat kadar karbon monoksida dalam tubuh meningkat, suplai oksigen ke otak akan semakin berkurang. Jika kondisi ini terus berlangsung, fungsi otak dan organ tubuh lainnya dapat terganggu.
Inilah yang membuat keracunan karbon monoksida sering disebut berbahaya karena terjadi secara perlahan tanpa disadari oleh korban.
5. Hindari tidur di mobil dengan mesin tetap menyala

Pexels.com/Nicolás Langellotti Untuk mencegah risiko keracunan karbon monoksida, sebaiknya hindari tidur di dalam mobil ketika mesin masih hidup, terutama dalam ruang tertutup seperti garasi atau area parkir tanpa ventilasi.
Selain itu, pastikan kondisi knalpot tetap baik dan tidak mengalami kebocoran. Jika harus beristirahat di dalam mobil, pastikan terdapat sirkulasi udara yang cukup.
Itu dia penjelasan bahaya tidur di mobil saat AC menyala. Dengan mengetahui bahaya karbon monoksida, kita bisa lebih hati-hati saat bertindak. Semoga informasi ini bermanfaat!






















