10 Aksesoris Mobil yang Membahayakan saat Berkendara, Bisa Berisiko!

- Artikel membahas sepuluh aksesoris mobil populer yang ternyata berpotensi membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang saat berkendara.
- Beberapa di antaranya seperti karpet tidak pas, penutup dasbor, sarung jok tebal, gantungan spion, hingga gesper sabuk palsu dapat mengganggu fungsi keamanan utama kendaraan.
- Penulis menekankan pentingnya memilih aksesoris sesuai standar pabrikan agar fitur keselamatan seperti airbag dan sistem rem tetap berfungsi optimal.
Siapa yang tidak ingin mobil kesayangannya tampil lebih estetik, nyaman, dan mencerminkan kepribadian pemiliknya?
Sayangnya, niat hati untuk mempercantik kendaraan sering kali membuat kita lupa akan fungsi utama dari sebuah mobil, yaitu untuk mengantarkan penumpang dengan aman sampai ke tujuan.
Namun, faktanya, beberapa dari pernak-pernik tersebut justru menyimpan potensi membahayakan jika tetap digunakan.
Nah, untuk mengetahui apa saja aksesoris mobil yang tidak boleh digunakan, berikut Popmama.com rangkum 10 aksesoris mobil yang membahayakan saat berkendara. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Karpet kendaraan yang tidak pas

Langkah pertama yang sering dilakukan oleh pemilik mobil baru adalah mengganti karpet bawaan pabrik dengan karpet aftermarket.
Alasannya beragam, mulai dari agar lantai lebih mudah dibersihkan hingga mengejar motif yang lebih menarik. Namun, tahukah kamu bahwa karpet yang ukurannya tidak benar-benar presisi bisa menjadi pemicu kecelakaan yang sangat fatal?
Mengutip dari Astro Ulagam, karpet non-OEM (Original Equipment Manufacturer) biasanya dirancang secara umum sehingga tidak mengikuti lekuk lantai mobil dengan sempurna.
Ketika mobil sedang melaju, karpet yang licin atau tidak memiliki pengait ini bisa bergeser ke depan. Dalam skenario terburuknya, ujung karpet tersebut bisa tersangkut di pedal gas atau justru mengganjal pedal rem.
Bayangkan ketika kamu harus melakukan pengereman mendadak di jalan tol yang padat, tetapi pedal rem tidak bisa diinjak penuh karena terganjal gulungan karpet yang tebal. Sangat mengerikan, bukan?
Oleh karena itu, pastikan kamu selalu memilih karpet mobil yang ukurannya persis dengan spesifikasi pabrik dan lengkapi dengan klip pengunci agar posisinya tidak bergeser.
2. Penutup dasbor

Dari bagian lantai mobil, mari kita alihkan perhatian ke area dasbor. Cuaca panas yang terik sering kali membuat pemilik mobil khawatir permukaan dasbor akan cepat pudar, retak, atau kusam akibat paparan sinar matahari langsung secara terus-menerus.
Sebagai solusinya, banyak yang akhirnya memasang karpet pelindung atau penutup dasbor. Secara estetika, mungkin terlihat rapi dan melindungi, tetapi secara fungsional membahayakan saat berkendara.
Pabrikan mobil modern telah mendesain area dasbor sedemikian rupa sebagai tempat bersembunyinya kantung udara (airbag) untuk penumpang di kursi depan. Saat terjadi benturan keras, airbag akan meledak keluar dan merobek panel dasbor secara presisi dalam hitungan milidetik.
Nah, jika kamu menutup area tersebut dengan karpet atau pelindung tambahan yang tebal, proses mengembangnya airbag tentu akan terhambat.
Kantung udara yang seharusnya melindungi area kepala dan dada dari benturan keras justru tidak bisa keluar secara sempurna, yang ujung-ujungnya dapat menyebabkan cedera parah.
Sebagai alternatif yang jauh lebih aman, gunakanlah sunshade atau pelindung kaca depan berbahan reflektif yang bisa dilepas-pasang saat mobil sedang diparkir.
3. Sarung jok di mobil yang dilengkapi airbag samping

Membawa anak-anak di dalam mobil berarti kamu harus selalu siap dengan risiko tumpahan susu, remahan biskuit, atau noda makanan di atas jok.
Tidak heran jika memasang sarung jok tambahan berbahan kulit sintetis menjadi pilihan favorit para orang tua. Akan tetapi, jangan asal sembarangan membungkus jok mobil kamu, ya!
Banyak model mobil keluaran terbaru saat ini yang sudah dilengkapi dengan fitur keamanan ekstra, yaitu airbag samping yang tertanam langsung di dalam area jok (biasanya ditandai dengan label kecil bertuliskan SRS Airbag di sisi sandaran kursi).
Membungkus jok ini dengan sarung aftermarket tambahan yang tebal dan menjahitnya dengan ketat akan mengunci kantung udara tersebut.
Pada saat terjadi tabrakan dari arah samping, airbag tidak akan memiliki daya yang cukup untuk merobek sarung jok tambahan itu, sehingga perlindungan krusial terhadap kepala dan tubuh bagian samping menjadi tidak berguna sama sekali.
Pastikan kamu mengecek buku panduan kendaraan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memodifikasi area kursi penumpang.
4. Aksesoris yang menggantung di kaca spion

Setelah membahas area tempat duduk, mari kita memandang ke depan, tepatnya ke area kaca spion tengah. Menggantungkan pernak-pernik di area ini seolah sudah menjadi kebiasaan tak terpisahkan bagi banyak pengemudi.
Mulai dari gantungan pengharum ruangan, kalung dreamcatcher, kacamata hitam, untaian tasbih, hingga kartu identitas untuk masuk kantor. Meskipun terlihat memberikan sentuhan personal yang unik pada interior, nyatanya ini termasuk dalam daftar aksesori mobil yang paling mengancam keselamatan.
Ada dua alasan utama mengapa kebiasaan sederhana ini sangat berisiko tinggi.
Pertama, barang-barang yang berayun-ayun di tengah kaca depan secara terus-menerus akan mengganggu tingkat fokus dan menghalangi jarak pandang (blind spot) pengemudi, terutama saat melihat posisi pejalan kaki atau pengendara motor di depan.
Kedua, ini berkaitan erat dengan hukum fisika dasar. Apabila kamu harus melakukan pengereman keras secara mendadak atau terjadi benturan dari depan, barang-barang tersebut akan terpelanting dengan tenaga ayunan yang cukup kuat.
Benda yang memiliki bobot atau tekstur keras berpotensi membuat kaca depan mobil retak dari dalam, atau lebih parahnya lagi, membentur wajah penumpang.
5. Gesper sabuk pengaman palsu

Di antara semua pernak-pernik modifikasi yang beredar luas di pasaran, aksesoris yang satu ini bisa dibilang sebagai penemuan yang paling merugikan. Kamu mungkin pernah melihat atau bahkan ditawari gesper sabuk pengaman palsu (dummy seat belt buckles).
Aksesoris mini ini fungsinya hanya satu: ditancapkan langsung ke slot sabuk pengaman agar alarm peringatan dari komputer mobil berhenti berbunyi saat kamu malas memakai sabuk pengaman sungguhan.
Sabuk pengaman adalah fitur keselamatan primer yang sengaja diciptakan untuk menyelamatkan nyawa, bukan sekadar pelengkap yang bunyi peringatannya bisa dibungkam begitu saja demi kenyamanan sesaat.
Menggunakan gesper palsu ini berarti kamu sedang membohongi sistem keamanan mobil. Sensor pintar kendaraan akan mengira bahwa kamu sudah memakai sabuk pengaman dengan postur yang benar.
Akibatnya, jika terjadi insiden tabrakan, airbag akan tetap mengembang dengan kekuatan penuh untuk meredam tubuhmu, sementara tubuhmu sendiri melaju bebas ke depan karena tidak tertahan oleh sabuk.
Kombinasi fatal ini berisiko tinggi mematahkan tulang leher. Menurut data keselamatan lalu lintas (Miros), sebagian besar kecelakaan fatal sering kali melibatkan pengemudi yang nekat menggunakan dummy buckle ini.
Jangan pernah mengorbankan keselamatan nyawa hanya demi menghindari bunyi alarm yang sebenarnya didesain murni untuk kebaikan dirimu sendiri.
6. Sarung setir mobil

Seperti pelindung jok, sarung setir dirancang terutama untuk melindungi permukaan setir dari kerusakan serta menyesuaikan dengan selera estetika pengemudi.
Meskipun idenya tampak menarik di atas kertas, kenyataannya berbeda. Mengutip dari Slashgear, berdasarkan kualitas bahan yang dipakai, sarung setir bahkan dapat menimbulkan kerusakan yang lebih serius pada setir dibandingkan dengan tidak menggunakannya.
Selain kerusakan, terdapat risiko lain pada penutup setir. Bila kamu membeli penutup yang tidak cocok, bahan tersebut bisa lepas, yang berpotensi membuat kamu kehilangan kontrol saat menyetir.
7. Lampu LED depan

Lampu sangat penting ketika mengemudi di malam hari; kamu harus melihat jalan di depan dengan jelas.
Namun, terdapat perbedaan antara kebutuhan untuk melihat apa yang ada di depan dan risiko menyilaukan pengguna jalan lain, terutama karena bohlam LED dapat menimbulkan bahaya tersebut.
Meskipun lampu LED sering dianggap sebagai pilihan terbaik dalam hal kecerahan, pada kenyataannya, lampu ini bisa memberikan dampak negatif bagi pengemudi dan pejalan kaki.
Dibandingkan dengan lampu halogen pada mobil lama, lampu depan LED menghasilkan cahaya yang jauh lebih terang dan membuat orang lain silau, sehingga menyebabkan ketegangan pada mata.
8. Klakson bersuara musik

Untuk kebanyakan pengemudi, memikirkan mengubah setelan klakson tidak pernah muncul, sehingga biasanya mereka hanya mendengar deru monoton di tengah kemacetan.
Namun, kamu mungkin pernah melihat kendaraan dengan klakson yang hampir terdengar seperti melodi.
Nada‑nada itu biasanya berlanjut cukup lama setelah bunyi pertama dan dapat mengubah pengalaman mengemudi dari tugas serius menjadi lebih menghibur.
Masalahnya, suara tersebut bisa menjadi terlalu keras dan dapat mengganggu pengemudi lain serta orang sekitar, apalagi jika berkendara di malam hari.
Selain itu, ada bahaya bahwa klakson dengan musik ini menyimpang dari tujuan utamanya, seperti memberi peringatan kepada pengguna jalan lain.
Jika bunyi klakson tidak langsung dikenali sebagai klakson, hal itu dapat membuat pengemudi lain bingung. Akibatnya, kecelakaan mungkin bisa terjadi.
9. Tempat gelas tambahan

Kebanyakan mobil dilengkapi dengan cup holder yang terletak di antara kedua kursi depan, tepat di bawah sandaran tangan serta di bagian bawah pintu.
Produsen menambahkannya karena menyadari kepadatan aktivitas harian dan keinginan pengemudi untuk menikmati minuman dingin atau panas saat berkendara.
Walaupun tetap tidak disarankan, bila ingin minum, sebaiknya lakukan dengan cara yang aman. Masalah muncul ketika pengemudi memasang cup holder tambahan di dalam kabin. Secara logis, kebutuhan ini timbul karena ruang yang tersedia pada konfigurasi standar tidak cukup untuk semua kursi.
Karena keterbatasan ruang, cup holder tambahan sering ditempatkan di lokasi yang kurang tepat, seperti di belakang jok atau di area yang sedikit kosong di mobil agar dapat muat.
Hal itu dapat menjadi bencana saat mengemudi. Manuver mendadak yang berlebihan dapat menyebabkan sambungan rapuh terlepas dan menumpahkan cairan ke lantai mobil, atau bahkan mengenai orang yang di belakang..
10. Lampu bawah

Lampu yang dipasang di bawah kap mobil memberikan kesan yang elegan dan estetik ketika dipakai di malam hari. Keunikannya menandakan betapa kamu menghargai kendaraan serta menambah pencahayaan tambahan yang berguna saat melaju di jalan gelap pada malam hari.
Salah satu faktor tersebut sudah cukup memengaruhi keputusan kamu untuk memasang lampu bawah kap mobil.
Meskipun memiliki nilai estetika, kamu sebaiknya memikirkan kembali keputusan ini. Dari sisi kelistrikan, pemasangan yang tidak tepat dapat menguras daya baterai dan memengaruhi sistem mobil.
Nah, itulah pembahasan mengenai 10 aksesoris mobil yang membahayakan saat berkendara. Semoga bermanfaat!


















