Kenali Gejala Enochlophobia, Takut Keramaian yang Sangat Mengganggu

Rasa tidak nyaman hingga ingin kabur dari tempat ramai

11 Februari 2020

Kenali Gejala Enochlophobia, Takut Keramaian Sangat Mengganggu
Freepik

Apakah kamu pernah merasa ketakutan ketika di tengah keramaian? Mungkin kamu memiliki fobia terhadap keramaian atau kerumunan banyak orang, fobia ini disebut Enochlophobia. Fobia ini dapat membuat seseorang khawatir akan ada banyak orang sehingga benar-benar menghindari kerumunan orang atau tempat
 
Fobia ini dapat memiliki efek yang membatasi dalam hidup seseorang, karena berada di keramaian banyak orang sudah menjadi bagian dari kehidupan saat ini.

Terlebih lagi, seseorang tidak dapat selalu memprediksi kapan berada di tengah kerumunan. Sehingga bagi yang mengidap Enochlophobia memiliki kekhawatiran dalam banyak situasi.

Kali ini Popmama.com akan menjelaskan tentang apa Enochlophobia dan bagaimana penanganannya.

1. Enochlophobia merupakan ketakutan dengan keramaian yang juga melibatkan pemikiran dan perilaku berlebihan

1. Enochlophobia merupakan ketakutan keramaian juga melibatkan pemikiran perilaku berlebihan
Freepik

Enochlophobia mengacu pada ketakutan terhadap banyak orang. Walaupun mengacu pada keramaian, tidak semua orang yang merasa tidak nyaman di tengah kerumunan memiliki fobia enochlophobia.  

Sebaliknya, fobia ini melibatkan pemikiran dan perilaku irasional yang berlebihan dalam kaitannya dengan bahaya dalam suatu situasi.

Dan, jika berada terjebak dalam situasi kerumunan, ia mungkin mengalami gejala fisik, kognitif, dan perilaku ekstrem yang sulit untuk dikelola.

Tidak ada satu pun penyebab enochlophobia yang diketahui. Melainkan, mungkin terkait dengan trauma yang terkait dengan keramaian, kecenderungan untuk khawatir, atau bahkan faktor genetik.

2. Gejala enochlophobia terjadi pada tubuh, pikiran, serta perilaku seseorang

2. Gejala enochlophobia terjadi tubuh, pikiran, serta perilaku seseorang
Freepik/Katemangostar

Gejala-gejala enochlophobia sangat mirip dengan gejala-gejala gangguan kecemasan lainnya.  Mereka umumnya termasuk dalam tiga kategori: reaksi tubuh (fisik), pikiran (kognitif), dan penghindaran atau pelarian  (perilaku).

GejalaFisik

Berikut adalah beberapa gejala fisik umum enochlophobia:

  • Gemetar
  • Sesak napas
  • Peningkatan denyut jantung
  • Mual
  • Muntah
  • Palpitasi jantung
  • Sensasi tercekik
  • Ketegangan otot
  • Pupil-pupil terdilatasikan
  • Berkeringat
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Pusing
  • Tremor
  • Pingsan
  • Serangan panik

GejalaKognitif

Berikut adalah beberapa gejala kognitif umum enochlophobia:

  • Depersonalisasi
  • Pikiran negatif
  • Merasa putus asa
  • Merasa marah

GejalaPerilaku

Berikut adalah beberapa gejala perilaku umum dari enochlophobia:

  • Menangis
  • Menempel pada seseorang
  • Mencoba lolos dari situasi
  • Menghindari tempat keramaian (misalnya, gereja, konser, mal)

Salah satu cara untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang gejala enochlophobia adalah dengan menyimpan buku catatan, buku harian, atau jurnal tempat menuliskan situasi yang menyebabkan kecemasan dan gejala apa yang muncul.  

Dengan cara ini, orang dengan enochlophobia akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang gejala yang dimiliki dan keputusan dalam memilih mencari pengobatan.

Editors' Pick

3. Faktor-faktor tertentu yang menyebabkan enochlophobia pada seseorang

3. Faktor-faktor tertentu menyebabkan enochlophobia seseorang
Freepik/ipopba

Enochlophobia memang tidak ada penyebab tunggalnya. Namun, ada faktor-faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab pada fobia ini. Berikut adalah beberapa faktor ini:

  • Mengalami trauma saat berada di tengah orang banyak (misalnya, terjebak atau terluka di tengah orang banyak di sebuah konser)
  • Melihat orang lain mengalami trauma di tengah orang banyak (misalnya, menonton orang lain terperangkap atau terluka di tengah orang banyak)
  • Tersesat dalam kerumunan sebagai seorang anak, atau dipisahkan dari orangtua
  • Kecenderungan terlalu khawatir atau memiliki pikiran negatif
  • Tumbuh dengan orang tua yang terlalu protektif
  • Kecenderungan genetik

4. Enochlophobia bukan gangguan mental dan dianggap sebagai jenis fobia yang spesifik

4. Enochlophobia bukan gangguan mental dianggap sebagai jenis fobia spesifik
Freepik/jcomp

Enochlophobia bukan gangguan yang dikenal dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5). Namun, itu dapat dianggap sebagai jenis fobia spesifik, dan mungkin terkait dengan diagnosis lain seperti agorafobia dan gangguan kecemasan sosial.

Agar dapat didiagnosis sebagai fobia spesifik, ketakutan terhadap keramaian harus diteliti dengan mencoba bertahan setidaknya selama enam bulan dan bukan karena diagnosis lain seperti gangguan kecemasan sosial, agorafobia, atau gangguan stres pascatrauma.

5. Gangguan yang terkait dengan diagnosis spesifik enochlophobia yang mungkin dialami

5. Gangguan terkait diagnosis spesifik enochlophobia mungkin dialami
Freepik

Meskipun tidak ada diagnosis spesifik enochlophobia, ada beberapa gangguan yang mungkin dianggap terkait, yaitu: 

  • Fobiaspesifik

Fobia spesifik adalah ketakutan yang tidak realistis atau ekstrem terhadap suatu situasi, keadaan, atau sesuatu. Contoh umum termasuk rasa takut ketinggian, terbang, ular, kuman, dll. 

Dengan fobia tertentu, ketakutan tidak sebanding dengan situasi tetapi merasa tidak berdaya untuk mengendalikan reaksi cemas.  Selain itu, bahkan memikirkan situasi yang akan datang di mana akan menyebabkan kecemasan.

  • Ochlophobia&Demophobia

Ochlophobia adalah ketakutan pada massa. Ini bukan penyakit tertentu yang dapat didiagnosis, melainkan istilah yang digunakan untuk menggambarkan ketakutan. Demikian pula, demofobia adalah ketakutan akan massa manusia.

  • Agorafobia

Agoraphobia hanya didiagnosis bersama dengan gangguan panik dan mengacu pada rasa takut berada di tempat di mana akan sulit untuk melarikan diri jika mengalami serangan panik, seperti kerumunan, bus, kereta bawah tanah, jembatan, lift, teater, dll.

Ketakutan adalah bahwa jika dalam keadaan tertekan, tidak akan ada cara untuk melarikan diri atau mendapatkan bantuan.

  • GangguanKecemasanSosial

Gangguan kecemasan sosial mengacu pada rasa takut dipermalukan atau dihakimi oleh orang-orang.

Ini dapat digeneralisasi dan berlaku untuk semua situasi atau khusus untuk situasi kinerja saja.

Mempelajari tentang gangguan yang berbeda dapat membantu untuk lebih memahami masalah dan kapan waktu yang baik untuk mencari bantuan.

6. Proses perawatan untuk meminimalisir kondisi adalah terapi kognitif-perilaku

6. Proses perawatan meminimalisir kondisi adalah terapi kognitif-perilaku
Freepik/Tirachardz

Perawatan yang paling umum adalah terapi kognitif-perilaku (CBT), yang menargetkan baik pikiran khawatir maupun perilaku menghindar. Ini juga dapat melibatkan desensitisasi untuk melihat reaksi fisik kepada keramaian.

Secara bertahap terapi akan membuat seseorang untuk menghadapi situasi yang ditakuti, mulai dengan yang paling mudah dan secara bertahap bekerja hingga yang tersulit, sambil juga terlibat dalam beberapa bentuk pelatihan relaksasi.  

Ini bisa terjadi dalam kehidupan nyata (dalam situasi keramaian nyata) atau bisa dilakukan dengan menggunakan imajinasi.

Obat anti kecemasan mungkin juga diresepkan jika kecemasan berdampak besar pada hidup.

7. Tips untuk mengatasi ketakutan pada keramaian yang dapat dicoba

7. Tips mengatasi ketakutan keramaian dapat dicoba
Pixabay/Pexels

Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk mencoba dan mengurangi rasa takut terhadap orang banyak, yaitu:

  • Hubungkan sesuatu yang positif dengan orang banyak sehingga melupakan pikiran negatif (misalnya, pergi untuk menonton film yang menyenangkan atau menonton konser favorit)
  • Belajarlah mengenali tanda-tanda kerumunan yang tidak stabil vs. kerumunan yang stabil. Jika dapat belajar untuk menghindari orang banyak yang berbahaya dan memahami bahwa kebanyakan orang aman, ketakutan mungkin berkurang.
  • Miliki strategi keluar atau posisikan diri di dekat tepi kerumunan sehingga merasa nyaman untuk pergi jika perlu.
  • Jika kerumunan mulai bergerak, bergeraklah dengan kerumunan itu alih-alih mendorongnya atau mencoba keluar dengan cara yang berlawanan.
  • Saat menghadapi situasi yang menyebabkan kecemasan, pastikan untuk melakukannya secara bertahap dan perlahan-lahan bertambah. Ajak seseorang yang akan memahami dan tidak menghakimi jika harus pergi.
  • Pilih waktu untuk pergi ke tempat-tempat di mana tidak akan ada banyak orang, seperti berbelanja di malam hari atau menghindari penjualan besar.
  • Fokuslah untuk mengambil napas dalam-dalam jika merasa kewalahan oleh kecemasan.
  • Biarkan pikiran sibuk saat berada dalam kerumunan, dengan melakukan hal-hal lain seperti mendengarkan lagu.
  • Berlatih meditasi setiap hari untuk membangun toleransi terhadap stres dan belajar bagaimana menenangkan pikiran.
  • Buat jurnal untuk melacak pola kecemasan dan stres serta hal pemicu apa pun yang membuat segalanya menjadi lebih buruk.

Jika kamu merasakan ketakutan pada keramaian, cobalah untuk menceritakanya pada keluarga atau teman dekat. Serta luangkan waktu untuk berkonsultasi pada ahli kesehatan yang terpercaya. Jangan lupa untuk coba lebih tenang dan cintai diri kamu apa adanya.

Bacajuga:

The Latest