Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Jenis Biduran dan Cara Menanganinya sesuai Pemicunya

7 Jenis Biduran dan Cara Menanganinya sesuai Pemicunya
Wikimedia Commons/Enochlau
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Biduran atau urtikaria memiliki beragam jenis, mulai dari akut, kronis, hingga yang dipicu suhu dan rangsangan fisik, dengan penyebab serta durasi gejala yang berbeda-beda.
  • Penanganan utama biduran adalah mengenali dan menghindari pemicunya, menjaga kondisi tubuh tetap seimbang, serta menggunakan antihistamin bila diperlukan untuk meredakan gatal dan bentol.
  • Beberapa jenis biduran seperti urtikaria kronis atau reaksi berat akibat alergi memerlukan pemeriksaan dokter karena bisa terkait kondisi autoimun atau risiko anafilaksis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kulit tiba-tiba muncul bentol merah yang gatalnya minta ampun? Bisa jadi itu biduran atau urtikaria. Melansir Medical News Today, sekitar 20 persen orang pernah mengalami biduran setidaknya sekali seumur hidup. 

Yang jarang orang sadari, biduran ternyata bukan hanya satu jenis. Ada yang muncul karena alergi makanan, ada yang dipicu udara dingin, bahkan ada yang muncul gara-gara keringat setelah olahraga. 

Agar kamu bisa menangani dengan tepat dan tidak salah dalam menentukan jenisnya, berikut Popmama.com mengulas 7 jenis biduran dan cara menanganinya. Yuk, simak sampai habis!

1. Urtikaria akut

Urtikaria akut
Wikimedia Commons/מ.י.ש.הו 0

Mengutip Allergy Pacific, urtikaria akut berlangsung singkat, biasanya kurang dari enam minggu, dan umumnya dipicu oleh alergi makanan, obat-obatan, gigitan atau sengatan serangga, atau faktor lingkungan lainnya.

Kabar baiknya, biduran jenis ini biasanya reda dengan sendirinya atau cukup diatasi dengan pengobatan sederhana.

Kalau kamu tahu apa pemicunya, misalnya habis makan seafood atau minum obat tertentu, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menghindari pemicu tersebut. Antihistamin yang dijual bebas juga bisa membantu meredakan gatal dan bentol dalam beberapa hari.

2. Urtikaria kronis

Urtikaria kronis
Wikimedia Commons/Allergyresearch

Beda cerita kalau bentol dan gatalnya tidak kunjung hilang. Menurut Medical News Today, biduran disebut kronis jika berlangsung lebih dari enam minggu, bahkan bisa bertahan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Uniknya, jenis kronis ini terbagi lagi menjadi yang punya pemicu jelas (chronic inducible urticaria) dan yang penyebabnya tidak diketahui pasti (chronic spontaneous urticaria).

Urtikaria kronis spontan kerap dikaitkan dengan kondisi autoimun seperti gangguan tiroid atau lupus. Karena penyebabnya lebih rumit, jenis biduran ini butuh pemeriksaan dokter untuk menentukan penanganan yang tepat, bukan sekadar minum obat gatal biasa.

3. Urtikaria kolinergik

Urtikaria kolinergik
Wikimedia Commons/Docmo at de.wikipedia

Pernah gatal-gatal kecil muncul setelah olahraga, kepanasan, atau stres berat? Itu bisa jadi urtikaria kolinergik. Melansir Liv Hospital, jenis ini dipicu oleh naiknya suhu tubuh, baik karena aktivitas fisik, emosi yang memuncak, mandi air panas, maupun berada di ruangan yang panas. 

Bentolnya biasanya berukuran kecil, sekitar 1-3 milimeter, dikelilingi kemerahan, dan sering muncul di area badan, lengan, atau kaki.

Cara mengatasinya, coba jaga suhu tubuh tetap sejuk saat beraktivitas dan hindari perubahan suhu yang terlalu ekstrem. Kalau kamu suka olahraga, lakukan pemanasan bertahap agar tubuh tidak kaget dan tidak memicu reaksi kulit.

4. Urtikaria dingin

Urtikaria dingin
Wikimedia Commons/SecretName101

Sesuai namanya, jenis biduran ini muncul akibat paparan suhu dingin, entah itu udara dingin, air dingin, atau benda dingin. Mengutip Liv Hospital, berenang di air dingin bahkan berisiko memicu reaksi yang cukup serius, termasuk anafilaksis pada beberapa orang. 

Dikutip dari Medical News Today, urtikaria dingin merupakan salah satu jenis biduran fisik yang tergolong jarang, tapi bisa cukup berat gejalanya.

Kalau kamu punya riwayat biduran dingin, sebaiknya lebih waspada saat cuaca dingin atau berenang di air yang suhunya rendah. Mengenakan pakaian hangat dan menghindari perubahan suhu mendadak bisa membantu mencegah kambuhnya gejala.

5. Urtikaria panas

Urtikaria panas
Wikimedia Commons/Willdev

Menurut Liv Hospital, urtikaria panas bisa muncul setelah mandi air panas, terpapar cuaca yang sangat panas, atau aktivitas fisik yang bikin suhu tubuh naik drastis. Gejalanya berupa bentol, gatal, dan kemerahan pada area kulit yang terkena panas.

Untuk mengurangi risikonya, usahakan tetap sejuk saat cuaca terik dan hindari aktivitas berat di bawah terik matahari. Jika memang harus beraktivitas di luar, pastikan tubuh terhidrasi dan gunakan pakaian yang menyerap keringat.

6. Urtikaria fisik

Urtikaria fisik
Wikimedia Commons/JAguayo18

Selain suhu, ada juga biduran yang dipicu oleh rangsangan fisik langsung pada kulit, misalnya tekanan, gesekan, atau garukan.

Dilansir Medical News Today, kondisi ini merupakan bagian dari urtikaria inducible kronis, yang mencakup beberapa bentuk seperti dermatografisme (kulit memerah membentuk pola saat digaruk), urtikaria akibat tekanan, hingga yang dipicu getaran atau paparan sinar matahari.

Karena pemicunya berasal dari kontak fisik, cara menanganinya cukup dengan menghindari gesekan atau tekanan berlebihan pada kulit. Kenakan pakaian yang longgar dan berbahan lembut, serta gunakan sabun yang tidak mengiritasi kulit.

Untuk kasus yang lebih berat, dokter biasanya akan meresepkan antihistamin atau obat lain sesuai kebutuhan.

7. Urtikaria alergi

Urtikaria alergi
Wikimedia Commons/DLdoubleE

Ini dia jenis biduran yang paling banyak dikenal orang. Mengutip Allergy Pacific, urtikaria alergi dipicu oleh reaksi tubuh terhadap alergen tertentu, mulai dari makanan seperti kacang, kerang, susu, dan telur, obat-obatan seperti antibiotik dan NSAID, sengatan serangga, sampai bulu hewan peliharaan dan serbuk sari.

Langkah paling penting untuk mengatasi jenis ini adalah mengenali dan menjauhi alergen penyebabnya. Mencatat gejala dalam semacam catatan harian bisa membantu kamu dan dokter mengidentifikasi pemicu yang selama ini luput dari perhatian. 

Kalau muncul tanda-tanda reaksi berat seperti sesak napas atau bengkak di wajah dan bibir, segera cari pertolongan medis karena itu bisa jadi gejala anafilaksis.

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 jenis biduran dan cara menanganinya. Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More