Dokter Danar Ungkap Biduran Bisa karena Pelicin dan Pewangi Pakaian

dr. Danar Wicaksono menjelaskan bahwa pelicin dan pewangi pakaian bisa memicu biduran, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau riwayat alergi.
Bahan fragrance dalam produk rumah tangga disebut sebagai alergen umum yang dapat menyebabkan reaksi kulit seperti gatal, ruam serta bentol-bentol.
Solusi awal yang disarankan, yakni menghentikan sementara penggunaan pelicin dan pewangi pakaian untuk melihat apakah gejala kulit membaik.
Kulit gatal, kemerahan, atau bentol-bentol seperti biduran (kaligata) yang muncul tiba-tiba tanpa mengonsumsi makanan pemicu alergi sering kali membingungkan. Bagi pemilik kulit sensitif, biang kerok dari masalah ini mungkin menempel langsung di tubuh setiap harinya.
Kebiasaan menyetrika baju menggunakan pelicin dan pewangi pakaian rupanya bisa memicu reaksi kulit yang sangat mengganggu. Hal ini dijelaskan secara rinci oleh dr. Danar Wicaksono, MSc., SpDVE, melalui unggahan Threads akun @dr_danar.
Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan medis dari Dokter Danar mengenai penyebab biduran yang bisa jadi disebabkan oleh pelicin dan pewangi pakaian.
Yuk, simak sebagai informasi!
1. Fragrance sebagai salah satu pemicu alergi global

Menurut penjelasan Dokter Danar, parfum atau fragrance yang ditambahkan ke dalam produk rumah tangga sehari-hari merupakan salah satu zat penyebab alergi (alergen) yang paling sering ditemukan pada manusia.
Pernyataan Dokter Danar ini didukung oleh berbagai literatur medis. Salah satunya adalah ulasan riset yang diterbitkan dalam jurnal Acta Dermato-Venereologica pada tahun 2024.
Jurnal tersebut memaparkan bahwa bahan pewangi sangat luas digunakan dalam produk sehari-hari, dan alergi kontak terhadap fragrance dilaporkan sebagai kasus yang sangat umum terjadi di seluruh dunia.
2. Reaksi sel imun yang memicu peradangan

Lebih lanjut, Dokter Danar menjelaskan bahwa reaksi biduran akibat pewangi pakaian berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh. Pada orang yang memiliki bakat alergi, paparan parfum secara berulang akan membuat sel imun di dalam kulit menjadi sangat reaktif.
Ketika kulit bersentuhan dengan pakaian yang mengandung residu pewangi, sel imun akan menganggap zat tersebut sebagai ancaman. Akibatnya, sel imun akan merespons dengan melepaskan sel radang.
Proses pelepasan sel radang inilah yang kemudian bermanifestasi menjadi rasa gatal, ruam kemerahan, hingga bentol-bentol biduran di sekujur tubuh.
3. Solusi sederhananya coba hentikan penggunaan

Jika masalah kulit misterius ini kerap terjadi, Dokter Danar memberikan langkah pertama yang paling mudah dan efektif, yaitu mencoba menghentikan penggunaan produk pelicin maupun pewangi pakaian saat menyetrika baju.
Namun, Dokter Danar menekankan bahwa kepanikan tidak perlu terjadi jika pemakaian selama ini aman-aman saja. Aturan penghentian ini hanya berlaku bagi individu yang memang memiliki riwayat alergi dan kulit sensitif. Bagi yang tidak mengalami reaksi negatif apa pun, penggunaan pelicin dan pewangi pakaian tentu tidak menjadi masalah dan bisa dilanjutkan seperti biasa.
Itulah rangkuman dari penjelasan ilmiah mengenai penyebab biduran yang bisa jadi karena pelicin dan pewangi pakaian.
FAQ Biduran
| Bagaimana cara agar biduran cepat hilang? | Untuk menghilangkan biduran dengan cepat, lakukan kompres dingin, mandi air dingin, gunakan losion kalamin, pakai pakaian longgar berbahan katun, dan hindari pemicu seperti makanan atau suhu panas. |
| Biduran tidak boleh kena apa? | Saat biduran, tidak boleh kena pakaian ketat, panas berlebih, digaruk, makanan pemicu alergi (seperti makanan laut, keju matang, daging olahan), alkohol, minuman dingin (jika pemicunya dingin), dan stres. |
| Berapa lama biduran hilang? | Biduran umumnya sembuh dalam beberapa jam hingga 1-2 hari (biduran akut), tetapi bisa berlangsung hingga 6 minggu jika menjadi biduran kronis, yang muncul berulang. |


















