Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Jenis Pengobatan Hipertensi yang Umum Digunakan

5 Jenis Pengobatan Hipertensi yang Umum Digunakan
Pexels/Marta Branco
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Hipertensi perlu dikontrol agar tidak memicu penyakit serius seperti jantung dan stroke, dengan kombinasi pola hidup sehat serta penggunaan obat sesuai kebutuhan medis.

  • Lima jenis obat umum untuk hipertensi meliputi diuretik, ACE inhibitor, ARB, calcium channel blockers, dan beta blockers yang bekerja dengan mekanisme berbeda menurunkan tekanan darah.

  • Masing-masing obat membantu merilekskan pembuluh darah atau mengurangi beban kerja jantung sehingga aliran darah lebih lancar dan tekanan darah tetap stabil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hipertensi atau tekanan darah tinggi perlu dikontrol agar tidak meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung dan stroke.

Selain menerapkan pola hidup sehat, beberapa penderita hipertensi juga membutuhkan obat-obatan untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Ada berbagai jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi hipertensi, dan masing-masing memiliki cara kerja yang berbeda.

Lantas, apa saja pengobatan hipertensi yang umum digunakan? Yuk, simak penjelasan dari Popmama.com tentang 5 jenis pengobatan hipertensi yang umum digunakan berikut ini.

1. Diuretik

Diuretik
Magnific/drobotdean

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, Diuretik atau sering disebut pil air adalah obat yang membantu tubuh membuang kelebihan garam dan cairan melalui urine.

Dengan mengurangi kelebihan cairan dalam tubuh, diuretik juga membantu mengurangi jumlah cairan dalam darah yang harus dipompa oleh jantung.

Obat ini dapat digunakan untuk membantu menangani hipertensi, pembengkakan, gagal jantung, atau kondisi ketika fungsi ginjal terganggu.

Perlu diingat, karena membuat lebih sering buang air kecil, obat ini biasanya dianjurkan untuk dikonsumsi pada pagi hari agar tidak mengganggu waktu tidur.

2. ACE inhibitor

ACE inhibitor
Magnific/pvproductions

ACE inhibitor adalah jenis obat yang bekerja dengan menghambat enzim ACE dalam tubuh.

Enzim ini berperan dalam menghasilkan angiotensin II, yaitu zat yang dapat membuat pembuluh darah menyempit dan menyebabkan tekanan darah meningkat.

Dengan menghambat kerja enzim tersebut, ACE inhibitor membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks dan melebar.

Hasilnya, aliran darah menjadi lebih lancar dan jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

3. Angiotensin II receptor blockers (ARB)

Angiotensin II receptor blockers (ARB)
Magnific/magnific

ARB bekerja dengan cara menghambat efek angiotensin II pada pembuluh darah.

Berbeda dengan ACE inhibitor yang menghambat pembentukan angiotensin II, dilansir dari laman Mayo Clinic, ARB menghalangi zat tersebut agar tidak menempel pada reseptornya.

Dengan begitu, pembuluh darah dapat tetap rileks dan tidak menyempit. Kondisi ini membantu melancarkan aliran darah sekaligus menurunkan tekanan darah, sehingga jantung tidak perlu bekerja terlalu keras.

4. Calcium channel blockers (CCB)

Calcium channel blockers (CCB)
Magnific/magnific

Dikutip dari laman Healthdirect, calcium channel blockers (CCB) adalah obat yang bekerja dengan menghambat masuknya kalsium ke dalam sel jantung dan pembuluh darah.

Dengan begitu, otot-otot pada dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga pembuluh darah dapat melebar dan tekanan darah pun menurun.

Beberapa jenis CCB juga dapat membantu memperlambat detak jantung dan mengurangi kekuatan jantung dalam memompa darah. Hal ini membuat kerja jantung menjadi lebih ringan dan membantu mengontrol tekanan darah.

5. Beta blockers

Beta blockers
Magnific/magnific

Dilansir dari Mayo Clinic, beta blockers adalah obat yang membantu menurunkan tekanan darah dengan menghambat efek hormon epinefrin atau adrenalin. Hormon ini dapat membuat jantung berdetak lebih cepat dan bekerja lebih keras.

Dengan menghambat efek tersebut, beta blockers membantu memperlambat detak jantung dan mengurangi kekuatan jantung saat memompa darah.

Obat ini juga dapat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah lebih terkontrol.

Itulah 5 jenis pengobatan hipertensi yang umum digunakan. Semoga informasi ini membantumu untuk lebih memahami pilihan pengobatan untuk hipertensi, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More