Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Hipertensi: Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Cara Mengatasi

Hipertensi: Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Cara Mengatasi
Pexels/Pavel Danilyuk
Intinya Sih
  • Hipertensi adalah kondisi tekanan darah yang terus-menerus tinggi di atas 140/90 mmHg dan dapat memicu penyakit serius seperti gagal jantung serta gangguan ginjal jika tidak ditangani.
  • Penyebab utama hipertensi meliputi pola makan tinggi garam, stres berlebihan, kurang aktivitas fisik, faktor genetik, usia, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebih.
  • Pencegahan dan pengobatan dilakukan melalui diet sehat rendah natrium, olahraga rutin, menjaga berat badan ideal, konsumsi obat sesuai resep dokter, serta pemantauan tekanan darah secara berkala.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernahkah kamu tiba-tiba merasa sakit kepala berdenyut atau tengkuk terasa begitu berat setelah melewati hari yang panjang dan melelahkan? 

Banyak dari kita mungkin langsung menuding kelelahan biasa atau kurang tidur sebagai biang keroknya. Padahal, bisa jadi tubuhmu sedang memberikan sinyal terhadap tekanan darah yang melonjak di dalam tubuh.

Darah tinggi sering kali datang mengendap-endap, mengintai siapa saja di tengah padatnya aktivitas.

Nah, untuk tahu lebih detail, berikut Popmama.com sajikan hipertensi: gejala, penyebab, pengobatan, dan cara mengatasi. Yuk, simak sampai habis!

Table of Content

Apa Itu Hipertensi?

Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi_ Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Cara Mengatasi 2.jpg
Pexels/Yaroslav Shuraev

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita samakan pemahaman tentang kondisi medis ini. Mengutip World Health Organization (WHO), hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah sebuah kondisi ketika tekanan darah yang memompa di dalam pembuluh darah secara konsisten berada pada angka yang terlampau tinggi. 

Seseorang biasanya didiagnosis mengidap hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darahnya menunjukkan angka 140/90 mmHg atau lebih pada dua kali pemeriksaan di hari yang berbeda.

Beban kerja jantung yang terlalu berat dalam memompa darah ini lambat laun bisa merusak dinding pembuluh darah. 

Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan, hipertensi bisa menjadi pintu gerbang bagi berbagai masalah kesehatan serius lainnya, mulai dari gagal jantung hingga penyakit ginjal kronis.

Mengenal Jenis-jenis Hipertensi

Hipertensi_ Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Cara Mengatasi 3.jpg
Pexels/Marta Branco

Dilansir dari Cleveland Clinic, hipertensi umumnya dibagi ke dalam dua jenis utama berdasarkan pemicunya:

  • Hipertensi Primer: Ini adalah jenis yang paling banyak dialami oleh orang dewasa. Hipertensi primer biasanya berkembang secara perlahan-lahan selama bertahun-tahun dan sering kali tidak memiliki satu penyebab tunggal yang bisa diidentifikasi dengan pasti. Pola hidup dan faktor genetik sangat berperan di sini.
  • Hipertensi Sekunder: Berbeda dengan primer, jenis sekunder ini cenderung muncul secara tiba-tiba dan sering kali menyebabkan lonjakan tekanan darah yang lebih tinggi. Hipertensi sekunder terjadi akibat adanya kondisi medis bawaan lain, seperti gangguan ginjal, masalah tiroid, sleep apnea, atau bahkan efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu.

Gejala yang Patut Diwaspadai

Hipertensi_ Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Cara Mengatasi 4.jpg
Pexels/Andrea Piacquadio

Menurut World Heart Federation berikut gejala hipertensi:

  • Sakit kepala hebat: Rasa pusing dan sakit kepala berdenyut yang terasa jauh lebih parah dari sakit kepala biasa, terutama di area tengkuk atau belakang kepala.
  • Sesak napas: Kesulitan mengatur napas hingga dada terasa berat, padahal kamu tidak sedang melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga.
  • Mimisan tiba-tiba: Keluarnya darah dari hidung tanpa adanya benturan atau cuaca ekstrem yang memicunya.
  • Gangguan penglihatan: Pandangan yang tiba-tiba menjadi kabur, buram, atau terlihat bintik-bintik buta.
  • Rasa berdebar di dada: jantung terasa berdetak sangat cepat atau tidak beraturan (aritmia).

Faktor Penyebab Naiknya Tekanan Darah

Hipertensi_ Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Cara Mengatasi 5.jpg
Pexels/Picas Joe

Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:

  • Pola makan tinggi garam: Godaan kuliner daerah yang kaya rasa memang sering kali sulit ditolak. Namun, makanan tradisional, lauk pauk olahan, atau camilan yang terlalu tinggi garam dan natrium bisa mengikat cairan dalam tubuh, sehingga meningkatkan volume darah dan membebani pembuluh darah.
  • Stres berlebihan: Tuntutan pekerjaan dan hiruk-pikuk rutinitas harian, seperti stres memikirkan jadwal meeting atau kelelahan secara mental saat harus mengejar jadwal KRL atau MRT setiap pagi, secara perlahan memicu hormon stres yang membuat pembuluh darah menyempit.
  • Kurangnya aktivitas fisik: Terlalu banyak duduk membuat otot jantung tidak terlatih dan rentan terhadap penumpukan lemak.
  • Faktor genetik dan usia: Risiko hipertensi akan meningkat seiring bertambahnya usia, ditambah lagi jika kamu memiliki anggota keluarga inti dengan riwayat penyakit serupa.
  • Kebiasaan merokok dan alkohol: Zat kimia dalam rokok dapat merusak lapisan dinding pembuluh darah, sementara konsumsi alkohol berlebih dapat memicu lonjakan tensi secara dramatis.

Langkah Pencegahan Sejak Dini

Hipertensi_ Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Cara Mengatasi 6.jpg
Pexels/MART PRODUCTION

Kabar baiknya, tekanan darah tinggi sangat bisa dicegah dengan komitmen untuk mengubah rutinitas sehari-hari. Berikut adalah langkah pencegahannya:

  • Terapkan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension): Perbanyak porsi sayuran, buah-buahan segar, dan biji-bijian utuh, serta batasi asupan lemak jenuh dan daging merah.
  • Kurangi asupan natrium: Mulailah membatasi penggunaan garam dapur dan lebih cermat membaca label nutrisi pada makanan kemasan.
  • Rutin berolahraga: Sempatkan berolahraga ringan hingga sedang, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang, minimal 30 menit setiap harinya.
  • Jaga berat badan ideal: Menurunkan sedikit berat badan berlebih sudah bisa memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap penurunan tekanan darah.

Pengobatan untuk Hipertensi

Hipertensi_ Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Cara Mengatasi 7.jpg
Pexels/Yaroslav Shuraev

Berikut pengobatan untuk hipertensi:

  • Diuretik (Pil Air): Obat ini membantu ginjal membuang kelebihan natrium dan air dari tubuh, sehingga volume darah menurun.
  • ACE inhibitors dan ARBs: kelompok obat yang bekerja untuk merilekskan dan melebarkan pembuluh darah dengan menghambat pembentukan zat kimia tertentu yang menyempitkan pembuluh darah.
  • Beta-Blockers: Obat ini dirancang untuk mengurangi beban kerja organ jantung dan membantunya berdetak lebih lambat dengan tenaga yang lebih ringan.
  • Pemeriksaan berkala: Pengobatan hipertensi sering kali bersifat jangka panjang, sehingga pasien sangat diwajibkan untuk rutin menebus resep dan berkonsultasi secara berkala.

Cara Mengatasi Hipertensi di Rumah

Hipertensi_ Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Cara Mengatasi 8.jpg
Pexels/Thirdman

Berikut adalah cara mengatasi hipertensi secara mandiri:

  • Sediakan tensimeter digital: Memantau tekanan darah secara mandiri di rumah sangat membantu kamu mengenali pola naik-turunnya tensi, sehingga pengobatan bisa dievaluasi dengan lebih akurat.
  • Kelola stres dengan bijak: Luangkan waktu untuk melakukan me-time, bermeditasi, atau sekadar melakukan hobi yang menyenangkan guna menurunkan ketegangan saraf.
  • Tingkatkan kualitas tidur: Usahakan tidur cukup selama 7–8 jam setiap malam. Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu hormon yang bertugas mengatur stres dan metabolisme tubuh.
  • Batasi minuman berkafein: Jika kamu sensitif terhadap kafein, cobalah untuk mengurangi porsi kopi atau teh harianmu, karena kafein dapat memicu lonjakan tekanan darah sementara.

Nah, itulah pembahasan mengenai hipertensi: gejala, penyebab, pengobatan, dan cara mengatasi. Semoga bermanfaat!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More