Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
80 Jenis Penyakit Autoimun Berdasarkan Bagian Tubuh yang Terdampak
Pexels/Vanessa Ray
  • Penyakit autoimun dapat menyerang banyak organ dan jaringan, karena sistem kekebalan tubuh keliru menyerang bagian tubuh sehat sehingga menimbulkan gangguan yang berbeda-beda.

  • Ada sekitar 80 kondisi autoimun pada sendi, kulit, darah, pembuluh darah, kelenjar hormon, saluran cerna, hati, serta sistem saraf.

  • Dampaknya mencakup nyeri sendi, ruam dan rambut rontok, anemia atau penggumpalan darah, gangguan hormon, masalah pencernaan, hingga kelemahan otot dan saraf.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Delapan puluh jenis penyakit autoimun dikelompokkan berdasarkan organ atau jaringan tubuh yang terdampak, termasuk sendi, kulit, darah, kelenjar hormon, saluran cerna, hati, dan sistem saraf.
  • Who?
    Orang dengan penyakit autoimun dapat mengalami gangguan ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat; kondisi yang disebut mencakup lupus, diabetes tipe 1, psoriasis, multiple sclerosis, dan rheumatoid arthritis.
  • Where?
    Gangguan dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh, seperti sendi, otot, jaringan ikat, kulit, rambut, pembuluh darah, sumsum tulang, tiroid, pankreas, usus, hati, otak, sumsum tulang belakang, dan saraf tepi.
  • When?
    Tidak ada waktu kejadian tunggal karena penyakit-penyakit tersebut merupakan beragam kondisi medis; beberapa dapat berlangsung kronis, sedangkan kondisi tertentu dapat muncul setelah infeksi, kehamilan, atau penggunaan heparin.
  • Why?
    Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan, atau organ tubuh yang sehat, sehingga dapat memicu peradangan, kerusakan jaringan, gangguan hormon, perdarahan, atau gangguan saraf.
  • How?
    Dampaknya berbeda menurut bagian tubuh yang diserang, antara lain nyeri dan bengkak sendi, ruam atau lepuhan kulit, anemia, pembekuan darah, gangguan pencernaan, perubahan kadar hormon, kelemahan otot, serta gangguan penglihatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penyakit autoimun terjadi saat tubuh salah menyerang bagian tubuh sendiri. Ada sekitar 80 jenis penyakit ini. Penyakit itu bisa mengenai sendi, kulit, darah, kelenjar, perut, hati, dan saraf. Orang bisa merasa sakit, lelah, kaku, ruam, atau lemah. Ada juga penyakit yang membuat gula darah dan hormon jadi terganggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyakit autoimun dapat menyerang hampir berbagai bagian tubuh dan menyebabkan gangguan yang berbeda, tergantung organ atau jaringan yang terdampak. 

Tak heran, jenis penyakit autoimun pun cukup beragam. Ada yang menyerang kulit, sendi, sistem saraf, darah, hingga kelenjar.

Untuk lebih lengkapnya, simak artikel Popmama.com tentang 80 jenis penyakit autoimun berdasarkan bagian tubuh yang terdampak berikut ini.

1. Sendi, otot, dan jaringan ikat

Magnific/magnific

Beberapa penyakit autoimun dapat menyerang sendi, otot, dan jaringan ikat sehingga menimbulkan keluhan seperti nyeri, kaku, bengkak, atau gangguan pergerakan.

Dilansir dari berbagai laman, seperti Medical News Today, Cleveland Clinic, dan VeryWell Health, berikut adalah beberapa penyakit autoimun yang menyerang sendi, otot, dan jaringan ikat.

  • Rheumatoid arthritis: Penyakit autoimun jangka panjang yang menyebabkan nyeri, bengkak, dan kerusakan pada sendi-sendi kecil, terutama tangan dan kaki.

  • Juvenile Idiopathic Arthritis: Jenis radang sendi kronis yang terjadi pada anak-anak di bawah usia 16 tahun.

  • Psoriatic arthritis: Radang sendi yang dikombinasikan dengan penyakit kulit bersisik (psoriasis).

  • Ankylosing spondylitis: Radang sendi kronis yang menyerang tulang belakang, membuat punggung kaku dan sulit digerakkan

  • Reactive arthritis: Peradangan sendi yang muncul sebagai reaksi terhadap infeksi di bagian tubuh lain (seperti saluran pencernaan atau kemih).

  • Sindrom Sjögren: Penyakit autoimun yang menyerang kelenjar cairan tubuh, menyebabkan mata dan mulut terasa sangat kering.

  • Systemic lupus erythematosus (SLE): Penyakit autoimun sistemik yang dapat merusak kulit, sendi, ginjal, jantung, dan organ tubuh lainnya.

  • Scleroderma: Penyakit autoimun jaringan ikat yang membuat kulit menjadi keras, kencang, dan kadang merusak organ dalam akibat kelebihan kolagen.

  • Limited scleroderma. Penyakit autoimun yang berkembang perlahan dan menyebabkan kulit menebal serta mengencang, terutama di jari, tangan, wajah, lengan bawah, atau tungkai, dan dikenal juga sebagai sindrom CREST.

  • Diffuse scleroderma: Penyakit autoimun langka yang menyebabkan penebalan dan pengencangan kulit secara cepat di area tubuh yang lebih luas serta dapat memengaruhi organ dalam lebih dini.

  • Mixed connective tissue disease: Kondisi gabungan gejala dari beberapa penyakit sekaligus, seperti lupus, skleroderma, dan polimiositis.

  • Polymyositis: Penyakit yang menyebabkan peradangan dan kelemahan pada otot-otot di kedua sisi tubuh.

  • Dermatomyositis: Peradangan otot yang disertai dengan munculnya ruam kulit yang khas.

  • Polymyalgia rheumatica: Kondisi yang menyebabkan nyeri dan kaku otot di area bahu dan panggul, terutama pada pagi hari.

  • Adult-onset Still disease: Penyakit peradangan langka yang ditandai dengan demam tinggi mendadak, ruam kulit merah muda, dan nyeri sendi.

  • Relapsing Polychondritis: Penyakit langka yang menyebabkan peradangan berulang dan kerusakan pada jaringan tulang rawan di seluruh tubuh (seperti telinga, hidung, atau tenggorokan).

  • Felty syndrome: Komplikasi langka dari rheumatoid arthritis yang ditandai dengan peradangan sendi kronis, rendahnya jumlah sel darah putih, serta pembesaran limpa.

  • Antisynthetase syndrome: Penyakit autoimun langka yang dapat menyebabkan peradangan pada otot, radang sendi, dan gangguan pada jaringan paru-paru akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat.

2. Kulit, rambut, dan membran mukosa

Magnific/magnific

Pada sebagian kondisi autoimun, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang kulit, folikel rambut, atau membran mukosa dan memicu berbagai perubahan pada bagian tubuh tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah daftar penyakit autoimun yang menyerang kulit, rambut, maupun membran mukosa.

  • Psoriasis: Kondisi kulit kronis yang membuat sel kulit tumbuh terlalu cepat sehingga menumpuk dan menyebabkan kulit menjadi tebal, merah, serta bersisik.

  • Vitiligo: Kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel penghasil pigmen kulit sehingga muncul bercak putih pada beberapa bagian tubuh.

  • Alopecia Areata: Penyakit autoimun yang menyerang folikel rambut dan menyebabkan rambut rontok dalam bentuk bercak.

  • Pemfigus Vulgaris: Penyakit autoimun yang menyebabkan lepuhan pada kulit karena antibodi menyerang protein yang menjaga sel-sel kulit tetap menempel.

  • Pemfigus Foliaseus: Jenis pemfigus yang menyebabkan lepuhan dangkal, kulit perih, mengelupas, dan berkerak.

  • Paraneoplastic Pemphigus: Penyakit kulit autoimun serius yang dapat menyebabkan lepuhan dan biasanya berkaitan dengan kanker atau tumor tertentu.

  • Bullous Pemphigoid: Penyakit autoimun yang menyebabkan lepuhan berisi cairan dan lebih sering dialami oleh orang lanjut usia.

  • Pemphigoid Gestationis: Penyakit kulit langka saat kehamilan yang ditandai dengan rasa gatal dan munculnya lepuhan berisi cairan.

  • Mucous Membrane Pemphigoid: Penyakit autoimun yang menyerang selaput lendir, seperti mulut dan mata, hingga dapat menyebabkan luka atau jaringan parut.

  • IgA Pemphigus: Penyakit kulit autoimun langka yang menyebabkan lepuhan atau bintil bernanah akibat aktivitas antibodi IgA.

  • Hailey-Hailey Disease: Kelainan kulit akibat faktor genetik yang menyebabkan lepuhan atau luka dan dapat memburuk karena gesekan serta kelembapan.

  • Urticarial Vasculitis: Peradangan pembuluh darah kecil yang menimbulkan ruam mirip biduran, tetapi biasanya terasa perih atau terbakar dan dapat meninggalkan bekas.

  • Leukocytoclastic Vasculitis: Peradangan pembuluh darah kecil akibat respons sistem kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan bintik atau ruam kemerahan pada kulit.

  • Erythematous Pemphigus: Kondisi kulit langka yang memiliki karakteristik gabungan antara pemfigus foliaseus dan lupus. 

  • Cutaneous lupus erythematosus: Penyakit autoimun yang menyerang kulit dan dapat menyebabkan ruam kemerahan, bersisik, atau luka, terutama setelah terpapar sinar matahari atau sinar UV.

  • Discoid lupus erythematosus (DLE): Penyakit autoimun kronis yang menyerang kulit dan ditandai dengan munculnya bercak merah berbentuk koin, bersisik, meninggalkan bekas luka permanen, serta dapat menyebabkan rambut rontok.

3. Darah, pembuluh darah, dan sistem pembekuan

Pexels/www.kaboompics.com

Autoimun juga dapat memengaruhi sel darah, pembuluh darah, hingga sistem pembekuan sehingga menyebabkan gangguan seperti anemia, perdarahan, atau penggumpalan darah.

Berikut adalah penyakit autoimun yang menyerang darah, pembuluh darah, dan sistem pembekuan yang dilansir dari berbagai sumber.

  • Pernicious anemia: Penyakit autoimun yang membuat tubuh menyerang sel lambung sehingga penyerapan vitamin B12 terganggu dan menyebabkan kekurangan sel darah merah.

  • Aplastic anemia: Gangguan darah langka ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel punca di sumsum tulang sehingga produksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit menurun.

  • Autoimmune hemolytic anemia: Kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel darah merah lebih cepat daripada tubuh memproduksinya.

  • Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP): Gangguan autoimun yang menurunkan jumlah trombosit sehingga tubuh lebih mudah mengalami memar atau perdarahan.

  • Heparin-induced thrombocytopenia: Penurunan jumlah trombosit yang terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap obat pengencer darah heparin.

  • Vasculitis: Istilah untuk berbagai kondisi yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah sehingga aliran darah dapat terganggu.

  • ANCA-associated vasculitis: Kelompok penyakit langka yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah kecil dan berkaitan dengan adanya antibodi ANCA.

  • Giant cell arteritis: Peradangan pada pembuluh darah arteri di area kepala dan leher, yang bisa memicu sakit kepala atau gangguan penglihatan jika tidak segera diobati. 

  • Autoimmune neutropenia:  Kelainan darah langka ketika sistem kekebalan tubuh menyerang neutrofil, yaitu sel darah putih yang berperan penting melawan infeksi bakteri dan jamur.

  • Polyarteritis nodosa: Jenis vaskulitis yang menyerang pembuluh darah berukuran sedang sehingga dapat merusak jaringan dan organ yang dialirinya.

  • Granulomatosis with polyangiitis: Penyakit autoimun langka yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah kecil, terutama di saluran pernapasan dan ginjal.

  • Rheumatoid vasculitis: Komplikasi langka dan serius dari rheumatoid arthritis jangka panjang yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah.

  • Rheumatoid nodule: Benjolan keras yang biasanya muncul di bawah kulit dekat sendi akibat peradangan pada penderita rheumatoid arthritis.

  • Antiphospholipid syndrome: Gangguan autoimun yang membuat antibodi tertentu meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah.

  • Goodpasture syndrome: Penyakit autoimun langka yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan penyaring kecil di paru-paru dan ginjal.

4. Kelenjar endokrin

Magnific/WangXiNa

Beberapa penyakit autoimun menyerang kelenjar penghasil hormon, seperti tiroid, pankreas, adrenal, atau kelenjar pituitari, sehingga mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

Di bawah ini adalah jenis-jenis penyakit autoimun yang menyerang kelenjar endokrin yang telah dilansir dari berbagai sumber.

  • Hashimoto thyroiditis: Penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid sehingga produksi hormon tiroid menurun dan dapat menyebabkan mudah lelah serta berat badan bertambah.

  • Graves disease: Penyakit autoimun yang membuat kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon sehingga menyebabkan hipertiroidisme.

  • Postpartum thyroiditis: Peradangan pada kelenjar tiroid yang dapat muncul sementara dalam satu tahun setelah melahirkan.

  • Autoimmune thyroiditis: Istilah umum untuk peradangan dan kerusakan kelenjar tiroid akibat sistem kekebalan tubuh.

  • Autoimmune pancreatitis: Peradangan pada pankreas yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang organ tersebut.

  • Diabetes tipe 1: Penyakit autoimun yang menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas sehingga kadar gula darah meningkat.

  • LADA (Latent Autoimmune Diabetes in Adults): Jenis diabetes autoimun yang berkembang perlahan pada orang dewasa dan awalnya bisa terlihat seperti diabetes tipe 2.

  • Addison disease: Penyakit autoimun yang merusak kelenjar adrenal sehingga tubuh kekurangan hormon penting yang diproduksi kelenjar tersebut.

  • Autoimmune hypophysitis: Peradangan pada kelenjar pituitari yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tersebut.

  • Idiopathic hypoparathyroidism: Kondisi ketika kelenjar paratiroid kurang aktif sehingga kadar kalsium dalam tubuh menjadi rendah dan pada beberapa kasus berkaitan dengan autoimun.

  • APECED (APS-1): Kelainan genetik langka yang dapat menyebabkan infeksi jamur berulang, gangguan kelenjar paratiroid, dan penyakit Addison.

  • Autoimmune polyendocrine syndrome (APS): Kelompok penyakit autoimun yang membuat beberapa kelenjar penghasil hormon mengalami gangguan akibat serangan sistem kekebalan tubuh.

5. Saluran cerna dan hati

Magnific/magnific

Berdasarkan sejumlah sumber, berikut adalah daftar jenis penyakit yang menyerang saluran cerna dan hati.

  • Celiac Disease: Penyakit autoimun yang membuat tubuh bereaksi terhadap gluten dan merusak lapisan usus halus sehingga penyerapan nutrisi terganggu.

  • Autoimmune Enteropathy: Penyakit langka yang menyebabkan diare berkepanjangan dan kerusakan usus halus akibat gangguan sistem kekebalan tubuh.

  • Autoimmune Gastritis: Kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan lambung sehingga produksi asam lambung dan penyerapan vitamin B12 terganggu.

  • Inflammatory Bowel Disease (IBD): Kelompok penyakit yang menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan, terutama Crohn’s disease dan ulcerative colitis.

  • Crohn’s Disease: Jenis IBD yang menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan dan dapat menyerang bagian mana pun, dari mulut hingga anus.

  • Ulcerative Colitis: Jenis IBD yang menyebabkan peradangan dan luka pada usus besar, terutama kolon dan rektum.

  • Autoimmune Liver Disease: Kelompok penyakit ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel hati atau saluran empedu.

  • Autoimmune Hepatitis: Peradangan hati akibat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel hati yang dapat menyebabkan kerusakan dan jaringan parut.

  • Primary Biliary Cholangitis (PBC): Penyakit autoimun yang perlahan merusak saluran empedu kecil di dalam hati sehingga empedu menumpuk dan memicu kerusakan hati.

6. Sistem saraf

Magnific/vecstock

Mengutip penjelasan dari sejumlah sumber, seperti Liv Hospital dan Healthline, berikut adalah beberapa jenis penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf.

  • Multiple Sclerosis (MS): Penyakit autoimun yang menyerang lapisan pelindung saraf di otak dan sumsum tulang belakang sehingga dapat menyebabkan gangguan penglihatan, mudah lelah, dan kelemahan otot.

  • Acute Disseminated Encephalomyelitis (ADEM): Peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang yang biasanya berlangsung sementara dan dapat muncul setelah infeksi virus atau vaksinasi.

  • Guillain-Barré Syndrome (GBS): Gangguan autoimun yang menyerang saraf tepi secara tiba-tiba sehingga menyebabkan kelemahan otot yang dapat berkembang menjadi kelumpuhan.

  • Chronic Inflammatory Demyelinating Polyneuropathy (CIDP): Gangguan autoimun jangka panjang yang merusak lapisan pelindung saraf dan menyebabkan kelemahan serta gangguan sensorik yang berkembang perlahan.

  • Polyradiculoneuropathy: Istilah untuk kondisi yang menyerang beberapa akar saraf dan saraf tepi sehingga dapat menyebabkan gangguan gerak atau sensasi.

  • Myasthenia Gravis (MG): Penyakit autoimun yang mengganggu komunikasi antara saraf dan otot sehingga otot mudah lelah dan melemah, terutama pada mata, wajah, dan anggota tubuh.

  • Lambert-Eaton Myasthenic Syndrome (LEMS): Penyakit autoimun yang mengganggu hubungan antara saraf dan otot sehingga menyebabkan kelemahan otot dan sering berkaitan dengan kanker paru-paru sel kecil.

  • Anti-NMDAR Encephalitis: Peradangan otak akibat antibodi yang menyerang reseptor tertentu sehingga dapat menyebabkan perubahan perilaku, gangguan ingatan, hingga kejang.

  • Opsoclonus Myoclonus Syndrome (OMS): Gangguan langka yang menyebabkan gerakan mata cepat dan tidak terkendali serta kedutan otot akibat respons sistem kekebalan tubuh.

  • Autoimmune dysautonomia: Kondisi langka ketika sistem kekebalan tubuh menyerang saraf yang mengatur fungsi otomatis seperti detak jantung, tekanan darah, dan pencernaan

Itulah tadi 80 jenis penyakit autoimun berdasarkan organ yang terdampak. Semoga informasi ini dapat membantu menambah wawasan seputar jenis penyakit autoimun, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article