Beberapa penyakit autoimun dapat menyerang sendi, otot, dan jaringan ikat sehingga menimbulkan keluhan seperti nyeri, kaku, bengkak, atau gangguan pergerakan.
Dilansir dari berbagai laman, seperti Medical News Today, Cleveland Clinic, dan VeryWell Health, berikut adalah beberapa penyakit autoimun yang menyerang sendi, otot, dan jaringan ikat.
Rheumatoid arthritis: Penyakit autoimun jangka panjang yang menyebabkan nyeri, bengkak, dan kerusakan pada sendi-sendi kecil, terutama tangan dan kaki.
Juvenile Idiopathic Arthritis: Jenis radang sendi kronis yang terjadi pada anak-anak di bawah usia 16 tahun.
Psoriatic arthritis: Radang sendi yang dikombinasikan dengan penyakit kulit bersisik (psoriasis).
Ankylosing spondylitis: Radang sendi kronis yang menyerang tulang belakang, membuat punggung kaku dan sulit digerakkan
Reactive arthritis: Peradangan sendi yang muncul sebagai reaksi terhadap infeksi di bagian tubuh lain (seperti saluran pencernaan atau kemih).
Sindrom Sjögren: Penyakit autoimun yang menyerang kelenjar cairan tubuh, menyebabkan mata dan mulut terasa sangat kering.
Systemic lupus erythematosus (SLE): Penyakit autoimun sistemik yang dapat merusak kulit, sendi, ginjal, jantung, dan organ tubuh lainnya.
Scleroderma: Penyakit autoimun jaringan ikat yang membuat kulit menjadi keras, kencang, dan kadang merusak organ dalam akibat kelebihan kolagen.
Limited scleroderma. Penyakit autoimun yang berkembang perlahan dan menyebabkan kulit menebal serta mengencang, terutama di jari, tangan, wajah, lengan bawah, atau tungkai, dan dikenal juga sebagai sindrom CREST.
Diffuse scleroderma: Penyakit autoimun langka yang menyebabkan penebalan dan pengencangan kulit secara cepat di area tubuh yang lebih luas serta dapat memengaruhi organ dalam lebih dini.
Mixed connective tissue disease: Kondisi gabungan gejala dari beberapa penyakit sekaligus, seperti lupus, skleroderma, dan polimiositis.
Polymyositis: Penyakit yang menyebabkan peradangan dan kelemahan pada otot-otot di kedua sisi tubuh.
Dermatomyositis: Peradangan otot yang disertai dengan munculnya ruam kulit yang khas.
Polymyalgia rheumatica: Kondisi yang menyebabkan nyeri dan kaku otot di area bahu dan panggul, terutama pada pagi hari.
Adult-onset Still disease: Penyakit peradangan langka yang ditandai dengan demam tinggi mendadak, ruam kulit merah muda, dan nyeri sendi.
Relapsing Polychondritis: Penyakit langka yang menyebabkan peradangan berulang dan kerusakan pada jaringan tulang rawan di seluruh tubuh (seperti telinga, hidung, atau tenggorokan).
Felty syndrome: Komplikasi langka dari rheumatoid arthritis yang ditandai dengan peradangan sendi kronis, rendahnya jumlah sel darah putih, serta pembesaran limpa.
Antisynthetase syndrome: Penyakit autoimun langka yang dapat menyebabkan peradangan pada otot, radang sendi, dan gangguan pada jaringan paru-paru akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat.