Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapan Berhenti Minum Obat Hipertensi? Ini Penjelasannya!
Pexels/www.kaboompics.com
  • Penderita hipertensi tidak boleh menghentikan obat secara sepihak karena bisa memicu lonjakan tekanan darah dan risiko stroke, sehingga keputusan penghentian harus di bawah pengawasan dokter.
  • Sebagian besar penderita hipertensi membutuhkan pengobatan jangka panjang bahkan seumur hidup, karena kondisi ini tidak dapat disembuhkan total namun bisa dikendalikan lewat obat dan gaya hidup sehat.
  • Perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan, rutin olahraga, serta mengurangi garam dapat membantu mengontrol tekanan darah, tetapi tetap perlu pemantauan dokter agar aman tanpa obat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang yang punya darah tinggi harus minum obat tiap hari supaya tekanan darahnya tidak naik lagi. Kalau sudah merasa sehat, tidak boleh berhenti minum obat sendiri karena bisa bahaya dan bikin stroke. Dokter yang tahu kapan boleh berhenti. Kadang orang harus minum obat seumur hidup, tapi bisa bantu dengan makan sehat dan olahraga rajin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Artikel ini menampilkan sisi positif dari pengelolaan hipertensi yang terarah dan aman. Dengan penjelasan rinci tentang pentingnya konsultasi medis, pemantauan rutin, serta peran gaya hidup sehat, pembaca memperoleh panduan praktis untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Informasi ini memberi harapan bahwa dengan disiplin dan bimbingan dokter, kualitas hidup penderita hipertensi dapat tetap terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Minum obat darah tinggi setiap hari kadang bikin bosan, apalagi kalau tekanan darah sudah terasa stabil. Muncul pertanyaan di kepala: apakah boleh berhenti minum obat kalau sudah merasa sehat?

Sayangnya, jawabannya tidak sesederhana itu. Ada faktor yang harus dipertimbangkan sebelum berhenti total dari obat yang telah dikonsumsi.

Supaya kamu atau keluarga yang mengidap hipertensi tidak salah langkah, berikut Popmama.com merangkum kapan berhenti minum obat hipertensi? Yuk, simak sampai habis!

Kapan Harus Berhenti Minum Obat Hipertensi?

Pexels/www.kaboompics.com

Menurut Vinmec International Hospital, penderita hipertensi sebaiknya tidak menghentikan obat secara sepihak, meski tekanan darah sudah kembali stabil. Menghentikan obat secara mendadak justru berisiko membuat tekanan darah melonjak kembali dan meningkatkan risiko stroke.

Mengutip IML Research, keputusan untuk berhenti minum obat hipertensi tidak boleh diambil sendiri tanpa pengawasan dokter, karena kondisi dan faktor risiko setiap orang berbeda-beda. 

Jadi, kalau kamu merasa tekanan darah sudah normal, jangan langsung berhenti minum obat begitu saja. Konsultasikan dulu ke dokter supaya penyesuaian dosis atau penghentian obat dilakukan dengan aman.

Berapa Lama Penderita Hipertensi Harus Minum Obat?

Pexels/Elsa Olofsson

Pertanyaan ini sering muncul di kepala penderita hipertensi, apalagi yang baru didiagnosis. Mengutip IML Research, hipertensi primer umumnya tidak bisa disembuhkan secara total karena pembuluh darah yang sudah kaku atau menyempit tidak bisa langsung kembali normal. 

Artinya, sebagian besar penderita hipertensi memang membutuhkan pengobatan jangka panjang, bahkan seumur hidup, guna menjaga tekanan darah tetap dalam batas aman.

Dilansir dari Healthline, hal ini pun dikuatkan dengan menyebutkan bahwa hipertensi memang tidak bisa disembuhkan secara permanen, tetapi bisa dikelola melalui kombinasi obat dan perubahan gaya hidup yang konsisten sepanjang waktu. Begitu pengelolaan dihentikan, tekanan darah tinggi kemungkinan besar akan kembali muncul.

Efek Samping Minum Obat Darah Tinggi dalam Jangka Panjang

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Wajar kalau kamu sempat khawatir soal efek samping minum obat hipertensi dalam waktu lama. Melansir WebMD, beberapa efek samping ringan seperti pusing atau mengantuk biasanya berkurang seiring waktu setelah tubuh menyesuaikan diri dengan tekanan darah yang lebih rendah.

Namun, ada juga efek samping yang dapat berkembang setelah pemakaian jangka panjang. Misalnya, obat golongan diuretik berisiko menurunkan kadar kalium dalam tubuh yang berujung pada kelemahan otot dan gangguan jantung, bahkan dapat memperburuk asam urat. 

Obat golongan alpha-blocker berpotensi meningkatkan risiko gagal jantung, sementara penelitian awal mengindikasikan adanya kaitan antara obat golongan ACE inhibitor dengan risiko gangguan ginjal, meski masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikannya. Karena itu, penting untuk  rutin kontrol ke dokter supaya efek samping ini bisa dipantau dan ditangani lebih awal.

Apakah Penderita Hipertensi Bisa Normal Tanpa Obat?

Pexels/Pavel Danilyuk

Berdasarkan penelitian yang dikutip IML Research, sejumlah pasien yang berhasil menurunkan berat badan sekitar 7 kilogram atau lebih, dikombinasikan dengan gaya hidup sehat seperti mengurangi garam dan rutin berolahraga, berhasil tetap bebas obat hingga 3 tahun, meski hanya sekitar separuh dari mereka yang bertahan tanpa kekambuhan.

DIlansir Torrance Memorial, mengontrol tekanan darah lewat gaya hidup sehat bisa membantu menghindari, menunda, atau bahkan mengurangi kebutuhan akan obat. Meski begitu

Mengutip Healthline, hipertensi tetaplah kondisi yang membutuhkan pengelolaan seumur hidup, jadi hasil bebas obat ini pun tetap harus dipantau ketat oleh dokter, bukan keputusan yang bisa diambil sendiri di rumah.

Cara Mengobati Hipertensi Tanpa Obat

Pexels/Gustavo Fring

Mengutip Torrance Memorial, berikut sejumlah caranya:

  1. Turunkan berat badan berlebih dan jaga lingkar pinggang.

  2. Rutin berolahraga, minimal 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit hampir setiap hari.

  3. Terapkan pola makan sehat, kaya buah, sayur, dan biji-bijian utuh.

  4. Kurangi konsumsi garam harian.

  5. Batasi konsumsi alkohol dan hindari rokok.

  6. Kelola stres dengan baik, misalnya lewat relaksasi atau hobi yang menyenangkan.

  7. Pantau tekanan darah secara rutin di rumah dan jangan lewatkan kontrol ke dokter.

Selalu ingat untuk berkonsultasi dengan dokter yang menangani hipertensi agar dapat dikontrol dengan baik. Jadi, jangan hanya mengandalkan perubahan gaya hidup saja.

Nah, itulah pembahasan mengenai kapan berhenti minum obat hipertensi? Semoga informatif dan bermanfaat!`

Curated For You

Editorial Team

Related Article