Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Kemenag: Tidak Ada Sweeping di Rumah Makan saat Bulan Puasa

Kemenag: Tidak Ada Sweeping di Rumah Makan saat Bulan Puasa
kemenag.go.id
Intinya Sih
  • Wakil Menteri Agama menegaskan tidak ada kebijakan sweeping rumah makan selama Ramadan 1447 H demi menjaga kenyamanan dan ketertiban masyarakat.
  • Kemenag menilai larangan sweeping sebagai bentuk penghormatan terhadap warga yang tidak berpuasa, sekaligus ajakan untuk saling menghargai perbedaan.
  • Pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan toleransi agar suasana Ramadan tetap damai serta penuh kebersamaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pemerintah melalui Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan sweeping terhadap rumah makan selama bulan suci Ramadan 1447 H.

Penegasan ini dikeluarkan untuk menjamin kenyamanan seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Pemerintah berharap suasana bulan puasa tahun ini dapat berjalan kondusif tanpa adanya aksi sepihak dari kelompok tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wamenag seusai mengikuti Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026). Langkah ini menjadi komitmen Kementerian Agama dalam mengedepankan nilai-nilai toleransi di tengah keberagaman bangsa.

Berikut Popmama.com rangkum poin-poin penting dari pernyataan resmi Wamenag berikut ini agar kita semakin memahami indahnya keberagaman.

Table of Content

Bentuk Penghormatan terhadap Keberagaman

Bentuk Penghormatan terhadap Keberagaman

Kemenag_ Tidak Ada Sweeping di Rumah Makan saat Bulan Puasa.jpg
Freepik/rawpixel.com

Menurut Wamenag, larangan sweeping merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat yang tidak menjalankan ibadah puasa. Beliau menekankan bahwa sikap saling menghargai harus dijunjung tinggi oleh seluruh elemen masyarakat.

“Nggak ada, nggak ada sweeping-sweeping lah. Itulah bentuk penghormatan kita selain kita yang berpuasa, masih ada kok saudara kita yang tidak berpuasa,” ujar Syafi’i saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat (17/2/2026).

Menjamin Ketersediaan Fasilitas bagi yang Membutuhkan

Kemenag_ Tidak Ada Sweeping di Rumah Makan saat Bulan Puasa.jpg
Freepik

Wamenag juga meminta umat Muslim yang berpuasa memahami kondisi masyarakat yang tidak menjalankan puasa, sehingga fasilitas makan tetap tersedia bagi mereka.

Menutup seluruh warung makan dianggap tidak adil bagi mereka yang memiliki keyakinan berbeda atau sedang dalam kondisi tertentu.

“Kita yang berpuasa ini harus menyadari juga, ternyata kan nggak semua orang berpuasa. Sehingga masih memungkinkan ada fasilitas-fasilitas yang masih terus bisa dinikmati oleh orang yang tidak puasa,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kesadaran kolektif untuk saling menjaga perasaan antarwarga adalah kunci kerukunan, tanpa harus memaksakan kondisi pribadi kepada orang lain.

“Kan nggak mungkin gara-gara kita puasa, maka semuanya harus merasakan puasa,” tambahnya.

Menjaga Persatuan dan Kekompakan Bangsa

Kemenag_ Tidak Ada Sweeping di Rumah Makan saat Bulan Puasa.jpg
Freepik

Pentingnya menjaga kebersamaan dan persatuan dengan saling menghormati perbedaan selama Ramadan menjadi pesan penutup dari Wamenag. Hal ini bertujuan agar kerukunan nasional tetap kuat dan tidak terganggu oleh perbedaan prinsip ibadah.

“Dalam arti yang nggak puasa pun karena keyakinan yang berbeda, harus tidak bisa makan, tidak bisa minum dan sebagainya. Tapi harus dipertimbangkan para koridor, membangun kebersamaan, membangun kekompakan, saling menghormati sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan-perbedaan,” sambungnya.

Nah, itulah poin-poin penting terkait imbauan pemerintah mengenai kebijakan sweeping di rumah makan saat bulan Puasa.

Pesan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Agama ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memupuk nilai toleransi dalam keseharian.

FAQ Seputar Tidak Ada Sweeping di Rumah Makan saat Bulan Puasa

Apakah klarifikasi Kemenag ini berkaitan dengan isu toleransi beragama?

Ya, salah satu tujuan untuk menjaga kerukunan dan memastikan masyarakat menjalankan ibadah tanpa menimbulkan konflik sosial.

Apakah rumah makan wajib tutup di siang hari selama Ramadan?

Tidak wajib secara nasional.

Bagaimana sikap Kemenag terkait toleransi selama Ramadan?

Kemenag mengimbau masyarakat untuk menjaga toleransi, saling menghormati, serta menghindari tindakan sepihak seperti sweeping.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More