- Gangguan depersonalisasi atau derealisasi
Kenali Kepribadian Ganda yang Diderita Cha Mu Hee di Can This Love Be Translated?

- Drama Korea Can This Love Be Translated? mengangkat isu kepribadian ganda atau Dissociative Identity Disorder (DID) yang memicu diskusi luas di kalangan penonton.
- Gangguan DID dapat memengaruhi hubungan dengan orang lain dan terbagi menjadi beberapa jenis, seperti gangguan depersonalisasi, amnesia disosiatif, dan gangguan identitas disosiatif.
- Gangguan kepribadian bisa muncul dari trauma masa lalu dan pengalaman menegangkan serta memerlukan penanganan serius agar penderitanya dapat menjalani kehidupan yang normal.
Drama Korea Can This Love Be Translated? yang diperankan okeh Kim Seon Ho dan Go Youn Jung yang mengangkat kisah cinta seorang interpreter dengan artis terkenal jadi tontonan yang tengah ramai diperbincangkan di awal 2026 ini. Di balik kisah cinta yang membuat penonton ikut baper, drama ini juga mengangkat berbagai isu yang relate dengan kehidupan.
Diceritakan karakter Cha Mu Hee (Go Youn Jung) memiliki delusi yang muncul dari trauma masa lalu. Cha Mu Hee memiliki kepribadian ganda yang terpicu dari karakter Do Ra Mi yang diperankan dari project film nya.
Kemunculan karakter Do Ra Mi sebagai sisik kepribadian lain dari Cha Mu Hee ini juga membuka diskusi yang lebih luas soal masalah kesehatan mental dan bagaimana kasus tersebut bisa terjadi di dunia nyata.
Nah, kali ini Popmama.com telah merangkum informasi lebih lanjut untuk kenali kepribadian ganda yang diderita Cha Mu Hee di drama Can This Love Be Translated?, begini penjelasannya!
Mengenal Kepribadian Ganda atau Dissociative Identity Disorder (DID)

Drama Can This Love Be Translated? yang tayang di Netflix mengangkat isu kesehatan mental yang juga membuka diskusi yang lebih luas di kalangan penonton. Diceritakan karakter Cha Mu Hee yang menjadi tokoh utama menderita kepribadian ganda atau Dissociative Identity Disorder (DID).
Kepribadian ganda merupakan gangguan yang tidak bisa disepelekan dan perlu diatasi dengan ahli. Mengutip dari Cleveland Clinic, gangguan identitas disosiatif (DID) merupakan kondisi kesehatan mental di mana seseorang memiliki dua atau lebih identitas yang terpisah.
Orang dengan gangguan ini bisa mengalami beberapa kepribadian yang berbeda, biasanya disebut alter ego. Setiap identitas ini bisa memiliki perilaku, ingatan, pola pikir, hingga ekspresi yang berbeda.
Kepribadian ini juga dapat mengendalikan perilaku yang juga memicu amnesia atau kehilangan ingatan. Ini merupakan isu penting yang menjadi gejala penting dalam penyakit ini.
Gangguan DID Dibedakan Menjadi Beberapa Jenis

Gangguan kepribadian ini dapat memengaruhi hubungan dengan orang lain bahkan mengganggu kehidupan dengan realitas yang sesungguhnya.
Gangguan disosiatif ini sendiri terbagi menjadi beberapa jenis yang dapat dibedakan yang telah dirangkum dari Mayo Clinic menurut Asosiasi Psikiatri Amerika, di antaranya:
Gangguan ini melibatkan perasaan yang terpisah dari diri sendiri atau merasa seperti berada di luar diri sendiri. Kondisi ini membuat seolah-olah tindakan, perasaan, dan pikiran dapat terlihat dari kejauhan atau seperti mimpi.
- Amnesia disosiatif
Kondisi ini lebih parah dari kelupaan yang biasa terjadi karena memungkinkan seseorang tidak dapat mengingat informasi tentang diri sendiri, peristiwa, atau bahkan mengenali orang-orang sekitar saat merasa terkejut, tertekan, atau kesakitan. Amnesia disosiatif dapat terjadi pada peristiwa dan waktu spesifik tertentu, namun bisa menyebabkan hilangnya ingatan sepenuhnya.
- Gangguan identitas disosiatif
Sebelum dikenal sebagai gangguan kepribadian ganda, gangguan ini melibatkan pergantian ke identitas lain. Seseorang yang menderita gangguan ini seolah-olah akan merasa ada dua orang atau lebih yang berbicara di dalam kepala, seperti sedang dirasuki oleh identitas lain.
Berbagai gangguan ini bisa terjadi selama beberapa menit, jam, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun jika tidak segera diatasi.
Kepribadian Ganda Muncul dari Trauma Masa Lalu

Gangguan kepribadian bisa muncul dari trauma masa lalu dan pengalaman menegangkan yang dialami oleh seseorang, seperti penelantaran, kekerasan fisik dan emosional, pelecehan seksual, hingga perilaku pengasuhan yang tidak terprediksi.
Trauma yang berkembang sejak masa kanak-kanak ini membuat seseorang secara tidak sadar kewalahan dengan emosi mereka, sehingga diatasi dengan disosiasi atau menutup diri dari apa yang terjadi di masa lalu. Pengalaman yang pahit dan menyedihkan ini secara tidak langsung membuat mereka memisahkan pengalaman tersebut ke dalam diri yang lain.
Melansir dari laman Deconstructing Stigma, disosiatif yang muncul ini akan membuat seseorang memisahkan pengalaman traumatis dengan dialihkan ke aspek lain dari diri mereka. Hal ini membuat seseorang hidup tanpa bayang-bayang dari trauma masa lalu.
Gejala dan Pengobatan yang Perlu Dilakukan

Gangguan ini memang memicu amnesia pada seseorang yang mengalaminya, namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini bisa dideteksi sendiri. Cleveland Clinic mengungkapkan lebih dari 70 persen pengidap ini mencoba bunuh diri atau melakukan perilaku yang melukai diri sendiri.
Biasanya, orang dengan gangguan DID akan mengalami berbagai tanda-tanda, seperti:
- Terlepas dari kenyataan dan jati diri
- Bingung dengan apa yang dikatakan orang tentang perilaku diri sendiri
- Frustasi karena ada bagian dalam ingatan yang hilang
- Merasa stres karena tidak memiliki kendali
- Merasa seperti menyaksikan dari luar.
Jangan melakukan diagnosis sendiri, kondisi ini harus ditangani lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater untuk mengetahui riwayat medis secara terperinci.
Biasanya, layanan kesehatan akan mengumpulkan informasi lebih lanjut, melakukan pemeriksaan fisik, neurologis, hingga menggunakan kuesioner untuk mengevaluasi perilaku disosiatif.
Kepribadian Ganda yang Diderita Cha Mu Hee di Can This Love Be Translated?

Dalam drama Can This Love Be Translated?, Cha Mu Hee digambarkan sebagai perempuan yang ambisius, profesional, dan tampak tenang di permukaan. Seiring berjalannya cerita, ternyata karakter tersebut menyimpan konflik batin yang mendalam dan termanifestasi dalam bentuk kepribadian ganda.
Kepribadian ganda bernama Do Ra Mi tersebut muncul ketika Cha Mu Hee berada dalam tekanan emosional yang tinggi atau ketika ingatan traumatis dari Mamanya hampir mencelakainya muncul. Pada fase ini, ia menjadi lebih impulsif, emosional, dan tindakannya bertentangan dengan prinsipnya.
Isu yang diangkat dalam drama ini menggambarkan pentingnya untuk mengobati trauma yang terpendam karena dapat berubah menjadi gangguan yang merugikan diri sendiri dan mengganggu kehidupan sesungguhnya.
Di balik cerita yang dikemas emosional dan romantis, drama ini membuka diskusi lebih dalam soal penderita gangguan DID yang membutuhkan pertolongan dan penanganan yang tepat untuk keluar dari bayang-bayang trauma yang memicu berbagai ketakutan.
Itu dia penjelasan untuk kenali kepribadian ganda yang diderita Cha Mu Hee di drama Can This Love Be Translated?
Gangguan mental sebaiknya tidak disepelekan dan perlu ditangani dengan serius agar dapat menjalani kehidupan yang normal.
FAQ Seputar Kepribadian Ganda
| Kepribadian ganda seperti apa? | Penderita kepribadian ganda memiliki dua atau lebih kepribadian di dalam dirinya yang satu sama lain berbeda atau bahkan bisa bertolak belakang. |
| Apa bedanya bipolar dengan kepribadian ganda? | Penderita bipolar dapat mengalami gangguan dan perubahan pada kepribadian, tetapi tidak memiliki gangguan identitas diri. Sedangkan, pengidap kepribadian ganda dapat memiliki memiliki lebih dari satu kepribadian dan identitas. |
| Kenapa orang bisa terkena DID? | Beberapa peneliti menduga bahwa kondisi ini terjadi akibat beberapa hal yaitu: Kondisi traumatis berat, faktor genetik, atau keturunan keluarga. |


















