Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Eksim di Kaki Tak Kunjung Sembuh? Kesalahan Perawatan Utamanya!

Kenapa Eksim di Kaki Tak Kunjung Sembuh? Kesalahan Perawatan Utamanya!
istockphoto/jittawit.21
Intinya sih...
  • Eksim di kaki sulit sembuh karena pemicu terus bekerja setiap hari, seperti sepatu tertutup dan bahan kaos kaki sintetis.
  • Struktur kulit kaki membuat eksim lebih lama pulih karena lapisan tanduk yang tebal dan kurangnya kelenjar minyak.
  • Eksim di kaki sering bercampur dengan jamur atau infeksi karena lingkungan lembap dan kondisi kulit yang rentan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Eksim di kaki termasuk salah satu bentuk dermatitis yang paling sering dikeluhkan karena sifatnya yang bandel. Meski sudah diobati, gatal dan kemerahan sering kembali muncul di area yang sama.

Tidak sedikit penderita yang merasa eksim di kakinya “kebal obat” atau tidak pernah benar-benar sembuh. Melainkan kambuh pada kondisi tertentu yang membuat penderitanya merasa tidak nyaman,

Padahal, eksim di kaki jarang disebabkan oleh satu faktor saja. Kondisi ini biasanya dipicu oleh kombinasi lingkungan, karakter kulit kaki, kebiasaan perawatan, hingga faktor internal tubuh. Berikut penjelasan lengkap kenapa eksim di kaki bisa bertahan lama.

Untuk mengetahui lebih lanjut, Popmama.com telah merangkum pembahasan mengenai kenapa eksim di kaki tak kunjung sembuh? Yuk simak rangkuman pembahasannya dibawah ini.

1. Pemicu eksim di kaki terus bekerja setiap hari

Kenapa Eksim di Kaki Tak Kunjung Sembuh? Kesalahan Perawatan Utamanya!
istockphoto/Thai Liam Lim

Tanpa sadar, eksim di kaki sering kambuh karena kurangnya perhatian lho, Ma. Eksim akan sulit sembuh jika kulit terus-menerus terpapar iritan. Pada kaki, pemicu ini sering datang dari hal-hal yang dianggap sepele.

Sepatu tertutup, misalnya, menciptakan lingkungan lembap dan hangat yang mengganggu fungsi pelindung kulit. Keringat yang terperangkap di dalam sepatu dapat memicu iritasi sekaligus memperparah peradangan.

Selain itu, bahan kaos kaki sintetis sering menahan panas dan kelembapan, membuat kulit semakin mudah rusak. Detergen yang menempel pada kaos kaki juga dapat menjadi iritan kronis, terutama pada penderita kulit sensitif. Tanpa disadari, kaki terpapar iritan ini hampir setiap hari.

Masalahnya, obat eksim hanya menekan peradangan sementara. Selama pemicu ini masih aktif, kulit tidak punya kesempatan untuk benar-benar pulih. Inilah alasan utama kenapa eksim di kaki sering membaik sesaat, lalu kambuh lagi di tempat yang sama.

2. Struktur kulit kaki membuat eksim lebih lama pulih

 Kenapa Eksim di Kaki Tak Kunjung Sembuh? Kesalahan Perawatan Utamanya!
Pinterest.com/Direct Aesthetics

Kulit kaki memiliki lapisan tanduk yang lebih tebal dibandingkan area tubuh lain. Secara alami, area ini juga memiliki lebih sedikit kelenjar minyak. Akibatnya, kulit kaki lebih mudah kehilangan kelembapan dan rentan terhadap retakan mikro.

Saat eksim terjadi, lapisan pelindung kulit (skin barrier) rusak. Pada kaki, proses perbaikannya jauh lebih lambat karena kulit terus menerima tekanan dan gesekan saat berjalan. Setiap langkah dapat memperparah iritasi yang sebenarnya sedang mencoba sembuh.

Jika kulit belum pulih sepenuhnya, eksim akan mudah kambuh bahkan oleh pemicu ringan. Inilah alasan kenapa eksim di kaki sering terasa lebih parah dan lebih lama sembuh dibandingkan eksim di area lain.

3. Eksim di kaki sering bercampur dengan jamur atau infeksi

Kenapa Eksim di Kaki Tak Kunjung Sembuh? Kesalahan Perawatan Utamanya!
Pinterest.com/Cottonique

Salah satu penyebab eksim di kaki sulit sembuh adalah karena kondisinya sering tidak berdiri sendiri. Lingkungan lembap membuat kaki sangat rentan terhadap infeksi jamur dan bakteri. Eksim yang digaruk juga membuka celah bagi mikroorganisme masuk ke kulit.

Secara klinis, eksim dan jamur kaki memiliki gejala yang mirip. Keduanya bisa menyebabkan gatal, kemerahan, dan kulit bersisik. Jika eksim disertai jamur namun hanya diobati dengan salep antiinflamasi, jamur justru dapat berkembang lebih luas.

Tanpa penanganan yang tepat, peradangan akan terus berulang. Inilah sebabnya eksim di kaki sering terasa tidak kunjung sembuh meski sudah diobati dengan berbagai salep.

4. Perawatan hanya fokus pada gatal, bukan pemulihan kulit

Kenapa Eksim di Kaki Tak Kunjung Sembuh? Kesalahan Perawatan Utamanya!
istockphoto/Sergii Kolesnikov

Banyak penderita eksim menghentikan pengobatan saat gatal mereda. Padahal, hilangnya gatal tidak selalu berarti kulit sudah pulih. Peradangan di lapisan kulit dalam bisa saja masih aktif.

Eksim adalah masalah kerusakan skin barrier. Jika pelembap tidak digunakan secara rutin, kulit tetap rapuh dan mudah teriritasi. Pada kaki, kondisi ini diperparah oleh kebiasaan mencuci kaki terlalu sering dengan sabun keras.

Tanpa perawatan yang konsisten dan menyeluruh, eksim hanya “ditenangkan” sementara, bukan disembuhkan. Akibatnya, keluhan akan kembali muncul.

5. Faktor dari dalam tubuh ikut menentukan kesembuhan

Kenapa Eksim di Kaki Tak Kunjung Sembuh? Kesalahan Perawatan Utamanya!
Istockphoto/DragonImages

Eksim juga dipengaruhi oleh kondisi internal tubuh. Stres kronis dapat meningkatkan respons peradangan, membuat eksim lebih sulit dikendalikan. Pada sebagian orang, alergi tertentu juga berperan dalam memicu kekambuhan.

Selain itu, penyakit seperti diabetes atau gangguan sirkulasi darah dapat memperlambat proses penyembuhan kulit di kaki. Jika faktor internal ini tidak ditangani, pengobatan luar saja sering tidak cukup.

Karena itu, eksim kronis sering membutuhkan pendekatan jangka panjang dan menyeluruh, bukan sekadar mengganti salep. Perawatan diri ini penting untuk dilakukan secara konsisten.

Eksim di kaki yang tak kunjung sembuh bukanlah kondisi sepele. Penyebabnya hampir selalu bersifat multifaktorial, mulai dari pemicu harian, karakter kulit kaki, kemungkinan infeksi, perawatan yang belum tepat, hingga faktor internal tubuh.

Sekarang Mama udah tahu nih pembahasan mengenai kenapa eksim di kaki tak kunjung sembuh. Dengan memahami penyebabnya secara menyeluruh, eksim di kaki sebenarnya bisa dikendalikan dan jarang kambuh.

Jika keluhan berlangsung lama atau semakin parah, konsultasi ke dokter kulit sangat dianjurkan agar mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi jangka panjang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

Foto Bareng Ria Ricis, Ini Biodata dan Profil Mikhail Imaan

19 Jan 2026, 10:18 WIBLife