Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kondisi Gula Darah Tinggi yang Berkaitan dengan Diabetes
Pexels/Nataliya Vaitkevich
  • Gula darah tinggi dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, mulai dari hiperglikemia, diabetes tipe 1 dan tipe 2, diabetes gestasional, hingga prediabetes.

  • Setiap kondisi memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda, tetapi semuanya berkaitan dengan gangguan pengaturan kadar gula darah dalam tubuh.

  • Rutin memeriksa kadar gula darah dan menerapkan pola hidup sehat dapat membantu menjaga gula darah tetap terkontrol dan menurunkan risiko komplikasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam waktu lama bisa berdampak pada kesehatan tubuh. Kadar gula darah yang tinggi umumnya selalu dikaitkan dengan diabetes.

Nah, kira-kira apa saja kondisi yang bisa disebabkan oleh gula darah tinggi? Simak selengkapnya melalui Popmama.com tentang 5 kondisi gula darah tinggi serta kenali perbedaan tiap kondisinya.

1. Hiperglikemia

Magnific/xb100

Dilansir dari Cleveland Clinic, hiperglikemia adalah kondisi ketika kadar gula (glukosa) di dalam darah terlalu tinggi.

Kondisi ini bisa terjadi ketika tubuh kekurangan insulin, yaitu hormon yang membantu mengatur kadar gula darah, atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik (resistensi insulin).

Pada orang yang bukan penderita diabetes, hiperglikemia dapat ditandai dengan kadar gula darah lebih dari 125 mg/dL saat melakukan pemeriksaan dalam kondisi tidak makan selama setidaknya delapan jam (puasa).

2. Diabetes tipe 1

Pexels/Nataliya Vaitkevich

Dilansir dari Harvard Health Publishing, diabetes tipe 1 adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup untuk mengontrol kadar gula darah.

Insulin sendiri merupakan hormon yang diproduksi oleh pankreas dan membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi.

Pada diabetes tipe 1, sel-sel pankreas yang menghasilkan insulin mengalami kerusakan sehingga tubuh hanya memproduksi sedikit insulin atau bahkan tidak sama sekali.

Akibatnya, glukosa menumpuk di dalam aliran darah dan tidak dapat digunakan oleh sel sebagai energi.

3. Diabetes tipe 2

Pexels/Nataliya Vaitkevich

Dilansir dari Mayo Clinic, diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik sehingga gula darah menumpuk dalam darah.

Kondisi ini bisa terjadi karena pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara efektif, sehingga glukosa sulit masuk ke dalam sel.

Jika kadar gula darah tinggi terus dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kerusakan pada berbagai organ tubuh, seperti mata, ginjal, saraf, dan jantung.

4. Diabetes gestasional

Pexels/cottonbro studio

Diabetes tipe ini dialami oleh ibu hamil. Dilansir dari Mayo Clinic, kondisi gula darah tinggi ini didiagnosis saat kehamilan.

Kondisi ini terjadi ketika tubuh mengalami perubahan dalam menggunakan glukosa sehingga kadar gula darah meningkat dan dapat memengaruhi kesehatan Mama maupun bayi.

Setelah melahirkan, kadar gula darah biasanya kembali normal, tapi Mama yang pernah mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 sehingga perlu melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin.

5. Prediabetes

Pexels/Pavel Danilyuk

Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah sudah lebih tinggi dari batas normal, tetapi belum memenuhi kriteria untuk didiagnosis sebagai diabetes.

Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh mulai mengalami gangguan dalam mengatur gula darah. Pada akhirnya, kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Itulah 5 kondisi gula darah tinggi yang berkaitan dengan diabetes. Untuk menghindari kondisi-kondisi akibat gula darah tinggi di atas, rutin lakukan cek gula darah, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article