Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Rasulullah biasanya beritikaf dengan tadarus Alquran, merenung, dan berdoa kepada Allah SWT.
Ada doa yang senantiasa Rasulullah panjatkan selama itikaf. Doa tersebut merupakan doa sapu jagat.
Mengutip dari buku Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat karya M Quraish Shihab, berikut bacaan doa yang sering dibaca dan dihayati oleh Rasulullah:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar.
Artinya: "Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka."
Itu dia kumpulan doa itikaf dan artinya yang dapat dipanjatkan.
Apa yang dilakukan ketika itikaf? | Saat i'tikaf, Anda melakukan kegiatan ibadah di masjid seperti salat (wajib dan sunnah), membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan merenung (tafakur). |
Itikaf mulai jam berapa? | I'tikaf tidak punya waktu mulai spesifik, bisa kapan saja, tapi paling utama di 10 hari terakhir Ramadan dimulai sejak matahari terbenam di malam ke-21 (atau ke-20), berakhir sebelum salat Idulfitri. |
Berapa lama minimal waktu itikaf? | Sebagian ulama lain berpendapat, waktu minimalnya adalah sehari. Pendapat ini diriwayatkan dari Abu Hanifah dan ini juga pendapat sebagian Malikiyah. |