Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Manfaat Lari Interval Bantu Tubuh Lebih Bugar dan Sehat
Pexels/Caique Araujo
  • Lari interval menggabungkan sprint dan joging santai secara bergantian, membuat latihan lebih efisien dan hemat waktu tanpa perlu durasi panjang untuk hasil maksimal.
  • Metode ini membantu meningkatkan kebugaran, VO2 max, serta kecepatan lari dengan melatih tubuh beradaptasi pada intensitas tinggi secara bertahap dan aman dari risiko cedera.
  • Lari interval membakar lebih banyak kalori bahkan setelah latihan selesai, sekaligus memberi variasi seru agar rutinitas olahraga tetap menarik dan tidak monoton.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau selama ini kamu lari dengan kecepatan yang sama dari awal sampai akhir, mungkin sudah waktunya mencoba cara baru yang lebih seru dan efektif, yaitu lari interval. 

Metode ini sudah lama digunakan para atlet sebagai fondasi latihan fisik mereka dan ternyata, manfaatnya tidak kalah besar buat kamu yang baru mulai aktif bergerak.

Secara sederhana, lari interval adalah metode berlari dengan bergantian antara periode kecepatan tinggi dan periode istirahat atau lari santai. Misalnya, sprint selama 3 menit lalu joging pelan selama 4 menit, kemudian diulang beberapa kali. 

Bagi kamu yang ingin mencoba metode ini, berikut Popmama.com membahas 7 manfaat lari interval. Yuk, simak sampai habis!

1. Lebih hemat waktu

Pexels/Omar Ramadan

Siapa bilang olahraga yang singkat tidak bisa menghasilkan perubahan yang berarti? Ini kabar baik buat kamu yang punya jadwal padat.

Dikutip dari Nike.com, lari interval terutama dalam format HIIT (High-Intensity Interval Training) sebaiknya dilakukan dalam durasi pendek, idealnya sekitar 15 menit saja. 

Lebih dari itu, manfaatnya justru bisa berkurang karena tubuh sudah mulai kelelahan. Artinya, kamu tidak perlu meluangkan satu jam penuh hanya untuk berolahraga secara efektif.

Dikutip dari Coopah.com, HIIT bisa menghasilkan adaptasi fisik yang serupa dengan latihan daya tahan tradisional, meski total waktu dan volumenya jauh lebih sedikit. 

Jadi, kalau alasanmu tidak olahraga adalah tidak sempat, lari interval bisa jadi solusi tepat untuk aktivitas olahragamu.

2. Mengurangi risiko cedera

Pexels/Kindel Media

Terdengar paradoks memang, latihan yang intens justru bisa melindungi dari cedera? Tapi ini memang nyata, selama dilakukan dengan benar.

Dikutip dari Coopah.com, latihan interval yang dilakukan secara rutin direkomendasikan untuk para pelari maraton sebagai cara mengurangi risiko cedera. 

Hal ini dimungkinkan karena lari interval melatih tubuh secara bertahap untuk beradaptasi dengan beban yang lebih tinggi,  tidak seperti langsung memaksakan lari jarak jauh dengan intensitas tinggi sepanjang waktu.

Kuncinya tentu ada pada porsi yang tepat, yaitu mulai dari repetisi yang rendah, istirahat yang cukup, lalu tingkatkan secara perlahan. Dengan begitu, tubuh punya waktu untuk pulih dan menguat, bukan malah kelelahan berujung cedera.

3. Meningkatkan VO2 max

Pexels/Andrew Patrick Photo

Mungkin kamu pernah mendengar istilah ini, tapi tidak terlalu paham artinya. VO2 max adalah kemampuan maksimal tubuh dalam menggunakan oksigen selama berolahraga dan angka ini sangat menentukan seberapa kuat kamu bisa berlari.

Dikutip dari Coopah.com, saat berlari cepat, tubuh tidak bisa memasok oksigen ke otot dengan cukup cepat untuk respirasi aerobik, sehingga sistem anaerobik mengambil alih. 

Proses ini menghasilkan asam laktat. Nah, pada periode pemulihan (istirahat) di antara interval, tubuh bekerja keras memecah asam laktat tersebut. 

Seiring waktu, tubuh menjadi semakin efisien dalam proses ini, artinya kamu bisa berlari lebih kencang, lebih lama, sebelum merasa lelah. Sederhananya ialah makin tinggi VO2 max kamu, makin baik performa lari secara keseluruhan.

4. Meningkatkan kebugaran 

Pexels/Andrew Patrick Photo

Kalau kamu ingin tubuh yang bugar dengan cara yang lebih efisien, lari interval adalah jawabannya.

Dikutip dari Nike.com, jika dilakukan dengan benar, lari interval meningkatkan kebugaran lebih cepat dibandingkan hampir semua jenis lari lainnya. 

Periode pemulihan di antara sesi intens membantu tubuh terbiasa bekerja pada intensitas yang semakin tinggi dan dari sinilah kebugaran kardiovaskular berkembang secara signifikan.

Lari interval juga bekerja pada dua sistem sekaligus, yaitu aerobik dan anaerobik. Kedua sistem inilah yang membangun ketahanan fisik dan kebugaran jangka panjang, sehingga hasilnya terasa lebih menyeluruh dibanding sekadar joging santai setiap hari.

5. Meningkatkan kecepatan lari

Pexels/Kaan Durmuş

Salah satu manfaat lari interval yang paling dirasakan oleh pelari, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, adalah peningkatan kecepatan.

Dilansir dari Nike.com, misalkan pace target kamu untuk lari 5K adalah 8 menit per mil. Kamu belum tentu sanggup langsung berlari 6K di pace yang sama dari awal hingga akhir. 

Tapi dengan memecahnya menjadi interval, misalnya 15 kali putaran 400 meter, kamu bisa berlatih berlari di pace target tersebut secara konsisten. Lama-kelamaan, tubuh akan terbiasa dan kamu akhirnya bisa menempuh 6K tanpa berhenti di kecepatan yang sama.

Intinya, lari interval membuat kamu terbiasa dengan kecepatan yang lebih tinggi tanpa menguras tubuh sekaligus.

6. Membakar lebih banyak kalori

Pexels/Nguyễn Tiến Thịnh

Buat kamu yang sedang ingin menurunkan berat badan atau sekadar menjaga berat badan ideal, ini manfaat yang tidak boleh dilewatkan.

Dikutip dari Nike.com, HIIT membakar hingga 30 persen lebih banyak kalori dibandingkan dengan jenis olahraga lainnya, meski durasi latihannya hanya sepertiga dari waktu yang dihabiskan kelompok lain. Bahkan efeknya tidak berhenti saat kamu selesai berlari.

Ada fenomena yang disebut excess post-exercise oxygen consumption (EPOC) atau lebih dikenal dengan istilah afterburn, yaitu efek di mana tubuh terus membakar kalori lebih banyak setelah latihan selesai, karena sistem otot dan kardiovaskular masih bekerja keras untuk pulih. 

Selain itu, bagi pria yang melakukan HIIT 20 menit membakar kalori dalam 24 jam yang setara dengan mereka yang bersepeda selama 50 menit dengan kecepatan konstan.

7. Menambah variasi latihan

Pexels/Peter Kambey

Kalau kamu sudah mulai bosan dengan rutinitas lari yang itu-itu saja, lari interval hadir sebagai solusi yang menyenangkan.

Mengutip dari Nike.com, salah satu keunggulan lari interval adalah variasinya yang tidak ada habisnya. Todd Buckingham, PhD, exercise physiologist dari Mary Free Bed Sports Rehabilitation, menyebutkan bahwa cara memperkenalkan interval ke dalam rencana latihan sebenarnya hanya dibatasi oleh imajinasi kamu sendiri. 

Kamu bisa mengubah-ubah kecepatan, kemiringan jalur, durasi setiap interval, hingga jenis permukaannya.

Dikutip dari Coopah.com, dengan begitu banyak variasi yang bisa dilakukan, lari interval efektif menjaga pikiran tetap terlibat dan antusias dalam setiap sesi latihan. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk merasa monoton dalam berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh kamu!

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 manfaat lari interval yang bisa membantu menjaga kesehatan dan kebugaranmu. Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article