7 Manfaat Seledri untuk Hipertensi, Bantu Perbaiki Kerusakan Arteri

- Seledri mengandung flavonoid, vitamin C, kalium, dan senyawa aktif lain yang membantu menjaga kesehatan pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah tinggi.
- Kandungan seperti quercetin, phthalides, dan apigenin berperan mencegah pengendapan lemak, memperbaiki kerusakan arteri, serta menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara alami.
- Fitosterol dan apiin dalam seledri membantu menurunkan kolesterol serta mendukung kerja ginjal membuang cairan berlebih sehingga tekanan darah lebih terkontrol.
Buat kamu yang punya riwayat darah tinggi, mendengar kata hipertensi mungkin langsung bikin kepikiran soal obat-obatan yang harus diminum setiap hari. Padahal, ada satu bahan dapur yang selama ini sering dianggap remeh, tapi ternyata punya segudang manfaat untuk membantu menurunkan tekanan darah, yaitu seledri.
Bukan cuma pelengkap sup atau taburan bakso, seledri (Apium graveolens) menyimpan berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, apigenin, apiin, kalium, hingga vitamin C yang bekerja sama-sama menjaga kesehatan pembuluh darah.
Penasaran apa saja manfaatnya untuk kesehatan? Berikut Popmama.com merangkum 7 manfaat seledri untuk hipertensi. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Mencegah pengendapan lemak di pembuluh darah

Salah satu alasan tekanan darah bisa naik adalah karena pembuluh darah menyempit akibat endapan lemak. Nah, di sinilah peran flavonoid dalam daun seledri, khususnya senyawa quercetin, mulai terlihat.
Mengutip Jurnal Medika Hutama, quercetin bekerja sebagai antioksidan dengan melepaskan ion hidrogen kepada radikal bebas peroksi agar lebih stabil. Aktivitas ini menghalangi oksidasi kolesterol jahat atau LDL yang dapat membuat darah mengental, sehingga pengendapan lemak di dinding pembuluh darah dapat dicegah.
2. Membantu memperbaiki kerusakan arteri

Tekanan darah tinggi yang dibiarkan terus-menerus dapat merusak dinding arteri secara perlahan. Untungnya, kandungan vitamin C dalam seledri berperan sebagai antioksidan yang membantu memperbaiki kerusakan tersebut.
Mengutip Jurnal Medika Hutama, vitamin C disebut mampu menurunkan tekanan darah sekitar 5 mmHg melalui perannya dalam memperbaiki kerusakan arteri akibat hipertensi. Vitamin ini juga membantu meningkatkan pengeluaran timah dari dalam tubuh serta memulihkan elastisitas pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
3. Mengontrol volume cairan dalam darah

Buat kamu yang sedang berjuang mengontrol tensi, kalium atau potasium menjadi salah satu senjata andalan seledri. Kandungan kalium di dalamnya berperan dalam meningkatkan cairan intraseluler dengan menarik cairan ekstraseluler, sehingga terjadi perubahan keseimbangan pompa natrium-kalium yang pada akhirnya membantu menurunkan tekanan darah.
Kalium dalam seledri membantu ginjal membuang kelebihan natrium dari tubuh, salah satu faktor yang bisa memicu tensi naik jika dibiarkan menumpuk.
4. Bantu turunkan tekanan darah sistolik dan diastolik

Ini dia manfaat utama yang paling banyak dibahas dalam berbagai penelitian. Dikutip dari Jurnal Medika Hutama, air rebusan daun seledri berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada penderita hipertensi dengan indeks massa tubuh normal.
Kandungan phthalides dalam seledri berperan dalam memperlancar aliran darah melalui arteri, sehingga tekanan pada pembuluh darah dapat berkurang secara alami.
5. Menurunkan kadar kolesterol dalam darah

Selain menjaga tensi, seledri juga punya andil dalam mengontrol kolesterol berkat kandungan fitosterolnya. Fitosterol adalah senyawa alami yang fungsinya berlawanan dengan kolesterol ketika dikonsumsi oleh tubuh.
Menurut Jurnal Medika Hutama, fitosterol diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah sekaligus mencegah penyakit jantung. Bahkan, ekstrak fitosterol sudah dimanfaatkan dalam dunia medis untuk membantu penderita hiperkolesterolemia mengurangi penyerapan kolesterol berlebih dari makanan.
6. Membantu kerja ginjal membuang cairan berlebih

Ginjal memiliki peran penting dalam mengatur tekanan darah dan seledri ternyata bisa membantu meringankan tugasnya. Kandungan apiin dalam daun seledri bersifat diuretik, yang berarti dapat membantu ginjal mengeluarkan kelebihan cairan dan garam dari dalam tubuh.
Semakin sedikit cairan berlebih yang tertahan di dalam darah, semakin ringan pula kerja jantung memompa darah, sehingga tekanan darah pun cenderung lebih terkontrol.
7. Berperan sebagai beta blocker alami

Terakhir, ada senyawa apigenin yang bekerja mirip dengan obat golongan beta-blocker. Berdasarkan Jurnal Medika Hutama, apigenin dalam daun seledri dapat memperlambat detak jantung dan menurunkan kekuatan kontraksi jantung, sehingga darah yang dipompa menjadi lebih sedikit dan tekanan darah pun ikut menurun.
Apigenin, sebagai flavonoid, berperan dalam meredakan peradangan pada pembuluh darah, yang secara tidak langsung juga mendukung kesehatan jantung dan sirkulasi darah secara keseluruhan.
Nah, itulah pembahasan mengenai 7 manfaat seledri untuk hipertensi. Semoga informatif dan bermanfaat!





















