Selama pandemi, tidak bisa dipungkiri bahwa penggunaan perangkat digital semakin meningkat. Sebab, banyak aktivitas yang akhirnya harus dialihkan dengan menggunakan platform digital, seperti bekerja, sekolah, bersosialisasi, dan sebagainya. Maka tak heran jika hampir semua orang akan sangat bergantung pada perangkat digital, yaitu komputer, laptop, maupun telepon genggam.
Intensitas interaksi digital ini cukup tinggi seiring diberlakukannya WFH. Maka, banyak orang yang mulai mengalami kelelahan yang disebut dengan istilah "digital fatigue" atau kelelahan digital. Kelelahan ini tidak hanya dirasakan secara fisik tapi juga mental.
Kelelahan digital ini jangan dianggap hal yang biasa. Sebab, dampak dari hal ini bisa berakibat pada kondisi kesehatan fisik yang cukup serius hingga kesehatan mental yang dapat mengurangi produktivitas.
Untuk memahami kelelahan digital ini lebih lanjut, ikuti penjelasan Popmama.com berikut ini ya, Ma!
