Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Hipertensi pada Lansia: Gejala dan Cara Mengatasinya
Magnific/jcomp
  • Hipertensi pada lansia terjadi karena pembuluh darah menjadi kaku seiring usia, membuat tekanan sistolik meningkat dan jantung bekerja lebih keras.
  • Gejala yang sering muncul meliputi sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, jantung berdebar, sesak napas, nyeri dada, serta mual atau muntah.
  • Pengendalian hipertensi dilakukan dengan pola hidup sehat seperti mengurangi garam, rutin cek tekanan darah, aktif bergerak, konsumsi obat sesuai resep, dan kelola stres.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Hipertensi pada lansia merupakan kondisi tekanan darah tinggi yang terjadi secara terus-menerus dan dapat menimbulkan berbagai gejala serta risiko komplikasi jika tidak dikendalikan.
  • Who?
    Kondisi ini dialami oleh kelompok lanjut usia yang mengalami perubahan fungsi tubuh dan elastisitas pembuluh darah seiring pertambahan usia.
  • Where?
    Kejadian hipertensi pada lansia dapat ditemukan di berbagai wilayah, baik di lingkungan rumah tangga maupun fasilitas kesehatan tempat pemeriksaan rutin dilakukan.
  • When?
    Kondisi ini muncul seiring bertambahnya usia dan dapat berlangsung dalam jangka panjang bila tidak ditangani dengan pengawasan medis yang teratur.
  • Why?
    Penyebab utamanya adalah kekakuan pembuluh darah akibat penuaan, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
  • How?
    Pencegahan dan pengendalian dilakukan melalui pola hidup sehat, pemeriksaan tekanan darah rutin, konsumsi obat sesuai resep dokter, serta menjaga pola makan rendah garam dan aktivitas fisik ringan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang tua kadang bisa punya darah tinggi. Itu artinya darah di tubuhnya tekanannya kuat sekali. Kadang mereka pusing, lelah, atau jantungnya berdebar. Supaya tidak sakit, mereka harus makan sehat, kurangi garam, banyak sayur dan buah, juga jalan pelan-pelan. Dokter bantu kasih obat biar tetap sehat dan tidak pusing lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hipertensi bisa dialami oleh siapa saja, termasuk pada lansia. Namun, kondisi hipertensi pada lansia bisa memiliki karakteristik yang berbeda karena adanya perubahan pada pembuluh darah dan fungsi tubuh seiring bertambahnya usia.

Gejala yang muncul pun bisa berbeda dan perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Lantas, apa saja gejala hipertensi pada lansia dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya dari Popmama.com tentang gejala hipertensi pada lansia dan cara mengatasinya berikut ini.

Hipertensi pada Lansia

Magnific/magnific

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, kondisi hipertensi pada lansia lebih sering berkaitan dengan meningkatnya tekanan sistolik.

Hipertensi pada lansia terjadi karena pembuluh darah menjadi lebih kaku dan kurang fleksibel seiring bertambahnya usia, sehingga jantung membutuhkan tekanan lebih besar untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Gejala Hipertensi pada Lansia

Magnific/jcomp

Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, dilansir dari laman Age Bold, ada beberapa keluhan yang mungkin muncul pada lansia yang mengalami hipertensi, yakni:

  • Sakit kepala atau terasa berat di kepala

  • Pusing dan mudah lelah

  • Penglihatan kabur

  • Jantung berdebar

  • Sesak napas

  • Nyeri dada

  • Mual atau muntah

Cara Mengatasi Hipertensi pada Lansia

Magnific/jcomp

Hipertensi pada lansia dapat dikontrol dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter. Beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Rutin memeriksa tekanan darah untuk memantau kondisinya.

  2. Mengurangi konsumsi garam dan makanan tinggi natrium.

  3. Menerapkan pola makan sehat dengan memperbanyak sayur dan buah.

  4. Tetap aktif bergerak dengan aktivitas ringan sesuai kemampuan tubuh.

  5. Mengonsumsi obat sesuai resep dokter dan tidak menghentikannya sendiri.

  6. Menjaga berat badan serta menghindari rokok.

  7. Mengelola stres dan mencukupi waktu tidur agar tubuh tetap sehat.

Itulah mengenai hipertensi pada lansia, gejala, dan cara mengatasinya. Yuk, bantu orangtua atau anggota keluarga yang sudah lanjut usia untuk menjaga tekanan darah agar bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article