Mengenal Instrumental Grief, Terlihat Biasa Saja saat Berduka

Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi duka; tidak semua mengekspresikan kesedihan dengan menangis, dan terlihat biasa saja saat berduka merupakan hal yang wajar.
Instrumental grief adalah bentuk berduka dengan menekan emosi dan mengalihkan kesedihan melalui aktivitas atau fokus pada tanggung jawab, bukan dengan menunjukkan perasaan secara terbuka.
Dukungan bagi orang berduka perlu disesuaikan dengan gaya mereka, instrumental atau intuitive agar bantuan yang diberikan benar-benar membantu proses pemulihan emosional.
Setiap orang memiliki caranya mereka sendiri untuk berduka, sebab pengalaman kehilangan sangat dipengaruhi oleh kepribadian, hubungan dengan orang yang meninggalkan, dan pengalaman hidup masing-masing.
Mayoritas orang mungkin akan sedih, bahkan menangis tersedu-sedu saat sedang berduka. Namun, ada juga orang yang terlihat biasa saja bahkan cenderung datar selama memproses perasaan duka.
Hal ini sebenarnya sangat normal dan wajar, mengingat tidak ada cara yang paling tepat untuk mengekspresikan perasaan duka. Merasakan duka dalam diam juga disebut instrumental grief. Apa itu?
Simak pembahasan lebih lanjut soal terlihat biasa saja saat berduka itu normal dan kenali instrumental grief yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!
Tidak Menangis, Beberapa Orang Terlihat Biasa Saja saat Berduka

Reaksi setiap orang dalam menghadapi duka bisa berbeda-beda. Tidak harus selalu menangis, ada orang yang justru terlihat biasa saja dan cenderung bersikap datar.
Reaksi yang terlihat datar atau biasa saja bisa disebabkan oleh syok, mekanisme pertahanan diri, lebih memilih untuk fokus mengurus jenazah terlebih dahulu, atau memiliki kepribadian yang cenderung tertutup.
Beberapa orang juga tidak dapat menunjukkan emosinya karena masih dalam tahap menyangkal atau denial. Hal ini sangat wajar karena sedih tidak selalu harus mengeluarkan air mata.
Duka Juga Dapat Diproses dalam Diam

Bagaimana duka diproses dalam diam juga dapat dilihat dari penggambaran karakter Francesca Bridgerton dalam serial Netflix Bridgerton Season 4. Sang suami, John Stirling yang meninggalkan Francesca selama-lamanya dalam keadaan tertidur.
Tentu hal ini membuat dirinya sangat syok. Ia bahkan menjerit keras memanggil orang di rumah saat menemukan sang suami sudah tidak bernyawa.
Setelah kejadian tersebut, Francesca justru bersikap sebaliknya. Ia terlihat menahan emosinya dan bersikap sangat tenang, bahkan fokus mengurus acara dan tamu yang datang selama prosesi pemakaman.
Francesca yang cenderung pendiam tidak larut dalam kesedihan, ia mengalihkan fokus pada tanggung jawab terhadap segala urusan yang menyangkut jenazah sang suami. Hal ini merupakan cara Francesca untuk menahan kesedihannya, Ma.
Ada Beberapa Gaya atau Cara untuk Menghadapi Duka

Bukan sekadar respon alami, kondisi ini rupanya juga terdapat penjelasannya secara ilmiah.
Cara orang merespon duka ini juga dijelaskan oleh pakar psikologi Terry Martin dan Kenneth Doka dalam buku yang bertajuk “Men Don’t Cry, Women Do: Transcending Stereotype Gender of Grief”.
Dalam buku tersebut, dijelaskan bahwa ada banyak cara orang berduka, namun selalu berujung pada dua pola yang sama, yakni intuitive dan instrumental.
Perbedaan respon orang dalam menghadapi duka juga dapat menjadi panduan bagaimana kita harus bersikap, baik untuk menenangkan, mendukung, dan memulai percakapan sesuai dengan cara berduka yang mereka jalani.
Instrumental Grief, Menutupi Duka dengan Menyibukkan Diri

Instrumental grief merupakan cara berduka dengan minim emosi, bahkan terlihat tidak menunjukkan kesedihannya secara terang-terangan.
Mengutip dari laman BFO Toronto, orang yang berduka dengan cara instrumental biasanya lebih menunjukkan sisi kognitif dan cenderung menghadapi masalah yang ada di depan mata, Ma.
Orang yang menghadapi gaya instrumental grief biasanya mengalihkan energi dan kesedihan mereka pada kegiatan lain seperti membersihkan rumah, giat berolahraga, dan sebagainya yang membuat lebih banyak beraktivitas dan berpikir.
Berbeda dengan intuitive grief, dimana cara menghadapi duka dengan menunjukkan emosi, dari menangis hingga marah. Orang dengan gaya berduka ini secara terang-terangan menunjukkan emosi yang mereka rasakan kepada orang lain agar merasa lebih lega.
Beri Dukungan Berdasarkan Gaya Duka yang Dihadapi

Cara memberikan dukungan untuk orang yang berduka dapat berbeda bergantung pada cara berduka yang dihadapi. Misalnya orang yang menghadapi instrumental grief seperti Francesca Bridgerton sebaiknya didukung dengan menghindari pembicaraan tentang orang yang mereka cintai.
Berikan mereka hal yang dapat mendistraksi kesedihan, seperti kegiatan yang perlu dilakukan atau membantu berbagi analisis logika untuk setiap masalah yang tengah mereka hadapi.
Hal ini berbeda pada orang dengan intuitive grief yang biasanya lebih menerima orang yang dapat menjadi tempat untuk berkeluh kesah. Dengan ini, Mama harus menjadi seorang pendengar yang baik.
Dalam buku yang sama, Martin dan Doka seperti yang dikutip dari laman Gift of Life Institute menekankan bahwa kebanyakan orang justru menyatukan kedua cara berduka ini. Namun, salah satu cara berduka pasti ada yang lebih dominan, bergantung pada situasinya.
Demikian penjelasan mengenai terlihat biasa saja saat berduka itu normal dan kenali instrumental grief.
Tidak menunjukkan emosi saat berduka itu sah-sah saja, mereka melakukan cara lain untuk menutupi rasa sedih, Ma.
FAQ Seputar Cara Berduka
| Bagaimana proses berduka yang alami? | Berkabung adalah proses alami yang Anda lalui untuk menerima kehilangan besar. |
| Apa yang harus dilakukan saat berduka? | Beberapa cara menghibur orang sedih yakni mendengarkan dengan penuh empati, memberikan pelukan, dan menawarkan bantuan bila diperlukan. |
| Apa itu 5 tahap kesedihan? | Memahami lima tahapan kesedihan, yakni penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan membuat seseorang dapat lebih mudah mengenali dan menerima proses berduka. |











-f389d58ed96f7e4a79682ce7a874d7ac.png)





-FnF5wbN2URJMShaOpsGaMqjPNgb9KqHh.jpg)
