Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Mengenal Kanker Darah: Gejala, Penyebab, Ciri-Ciri, dan Pengobatannya

Mengenal Kanker Darah: Gejala, Penyebab, Ciri-Ciri, dan Pengobatannya
Pixabay/Vector8DIY
Intinya Sih
  • Kanker darah adalah kanker yang menyerang sistem pembentukan darah. Penyakit ini terjadi akibat mutasi DNA pada sel darah sehingga sel abnormal berkembang lebih cepat daripada sel sehat. Kanker darah terbagi menjadi tiga jenis utama, yaitu leukemia, limfoma, dan myeloma.

  • Gejalanya sering samar sehingga mudah diabaikan. Penderita dapat mengalami tubuh mudah lelah, demam berkepanjangan, infeksi berulang, mudah memar atau berdarah, penurunan berat badan, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga muncul bintik merah pada kulit. Jika gejala berlangsung selama beberapa minggu, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

  • Penanganan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan penyakit. Pengobatan kanker darah meliputi kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, terapi target, hingga transplantasi sel induk. Pada beberapa kasus yang berkembang lambat, dokter dapat menerapkan pemantauan aktif (watch and wait) sebelum memulai terapi. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, kanker darah dapat mencapai remisi bahkan berpotensi sembuh pada sebagian pasien.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mendengar kata kanker darah saja mungkin sudah cukup untuk membuat bulu kuduk merinding. Padahal, penyakit ini tidak selalu muncul dengan tanda-tanda yang mencolok pada tahap awal. 

Banyak orang baru menyadarinya setelah gejala berlangsung cukup lama, karena tubuh yang lemas, sering demam, atau mudah lebam kerap dianggap sebagai kelelahan biasa.

Padahal, semakin cepat kanker darah dikenali, semakin besar pula peluang untuk mengobatinya dengan tepat. Untuk kamu yang ingin tahu tentang kanker darah, berikut Popmama.com mengulas kanker darah: gejala, penyebab, ciri-ciri. Yuk, simak sampai habis!

Apa Itu Kanker Darah?

Apa Itu Kanker Darah
Pixabay/geralt

Kanker darah adalah istilah umum untuk berbagai jenis kanker yang menyerang darah, sumsum tulang, atau sistem limfatik dalam tubuh. Melansir  Cancer UK, kondisi ini terjadi ketika ada masalah pada proses pembentukan sel darah di dalam tubuh.

Menurut Cleveland Clinic, kanker darah muncul ketika DNA di dalam sel darah mengalami perubahan atau mutasi. Akibatnya, sel darah yang seharusnya sehat justru berubah menjadi sel kanker yang tumbuh dan memperbanyak diri lebih cepat dari sel normal, sehingga sel-sel sehat pun jadi tersisih dan sumsum tulang lama-lama hanya memproduksi lebih sedikit sel normal.

Karena sel darah memiliki banyak tugas penting seperti mengangkut oksigen, melawan infeksi, dan membantu pembekuan darah, gangguan pada proses ini bisa memengaruhi banyak fungsi tubuh sekaligus.

Gejala Kanker Darah yang Perlu Diwaspadai

Gejala Kanker Darah yang Perlu Diwaspadai
Pexels/www.kaboompics.com

Sayangnya, gejala kanker darah sering terasa samar dan mirip dengan keluhan sehari-hari, sehingga mudah diabaikan. Mengutip Cleveland Clinic, beberapa gejala umum yang paling sering muncul antara lain:

  1. Mudah lelah (fatigue) yang tidak kunjung hilang meski sudah cukup istirahat
  2. Sesak napas atau napas terasa pendek
  3. Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya di leher, ketiak, atau selangkangan
  4. Infeksi yang datang berulang atau sulit sembuh
  5. Nyeri pada tulang
  6. Keringat malam yang berlebihan hingga membasahi pakaian atau sprei
  7. Pembesaran hati atau limpa
  8. Nyeri pada persendian
  9. Demam yang berlangsung terus-menerus tanpa sebab jelas
  10. Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas
  11. Lebam atau perdarahan yang tidak biasa, termasuk munculnya bintik merah kecil di kulit

Perlu diingat, gejala-gejala ini juga bisa disebabkan oleh kondisi lain yang bukan kanker. Tapi kalau keluhan tersebut berlangsung lebih dari beberapa minggu, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Ciri-Ciri Kanker Darah yang Sering Muncul

Ciri-Ciri Kanker Darah yang Sering Muncul
Pexels/www.kaboompics.com

Selain gejala umum di atas, ada beberapa ciri khas yang dapat membantu membedakan kanker darah dari kondisi lain. Melansir Leukaemia Foundation, berikut beberapa ciri-ciri yang kerap ditemukan pada penderita kanker darah:

  1. Muncul bintik merah kecil (petekie) atau ruam keunguan (purpura) di kulit yang tidak hilang meski ditekan
  2. Benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan yang biasanya tidak terasa nyeri
  3. Rasa penuh atau tidak nyaman di perut bagian kiri akibat pembesaran limpa
  4. Gusi bengkak atau mudah berdarah, serta sariawan yang tidak kunjung sembuh
  5. Kulit terlihat pucat karena kadar sel darah merah yang rendah
  6. Gejala yang muncul mendadak dan banyak sekaligus pada jenis kanker darah yang tumbuh cepat, seperti gangguan napas, kebingungan, atau kejang

Kondisi terakhir ini dikenal sebagai leukostasis, yaitu situasi darurat medis yang memerlukan penanganan segera.

Jenis-Jenis Kanker Darah

Jenis-Jenis Kanker Darah
Wikimedia Commons/Ed Uthman from Houston, TX, USA

Setelah mengenal gejala dan ciri-cirinya, penting juga untuk tahu bahwa kanker darah bukan cuma satu jenis penyakit. Menurut WebMD, ada tiga jenis utama kanker darah, yaitu:

  1. Leukemia: Kanker yang menyerang sel darah putih di sumsum tulang. Leukemia dibagi lagi menjadi beberapa tipe berdasarkan kecepatan pertumbuhannya, yaitu akut (cepat) dan kronis (lambat), seperti leukemia limfoblastik akut (ALL), leukemia myeloid akut (AML), leukemia limfositik kronis (CLL), dan leukemia myeloid kronis (CML)
  2. Limfoma: Kanker yang menyerang sistem limfatik dan dibagi menjadi limfoma Hodgkin serta limfoma non-Hodgkin. Limfoma non-Hodgkin lebih sering ditemukan dibandingkan limfoma Hodgkin
  3. Myeloma: Kanker yang menyerang sel plasma di sumsum tulang dan sering disebut juga multiple myeloma karena bisa muncul di banyak bagian sumsum tulang sekaligus

Selain tiga jenis utama itu, ada juga jenis kanker darah yang lebih jarang, yaitu myeloproliferative neoplasms (MPN) yang membuat sumsum tulang memproduksi sel darah secara berlebihan, dan myelodysplastic syndromes (MDS) yang membuat sumsum tulang menghasilkan sel darah yang tidak normal.

Penyebab Kanker Darah

Penyebab Kanker Darah
Pexels/Nicola Narracci

Lalu, apa sebenarnya yang memicu munculnya kanker darah? Menurut Cleveland Clinic, penyebab utamanya adalah perubahan atau mutasi pada DNA di dalam sel darah. Padahal, DNA inilah yang seharusnya memberikan instruksi kapan sel darah harus tumbuh, membelah diri, atau mati.

Ketika instruksi ini keliru, tubuh justru memproduksi sel darah abnormal yang tumbuh dan memperbanyak diri lebih cepat daripada sel sehat. Lambat laun, sel-sel sehat kalah jumlah, dan sumsum tulang pun kesulitan memproduksi sel darah normal dalam jumlah yang cukup.

Melansir Blood Cancer UK, dalam hampir semua kasus, perubahan DNA ini terjadi selama masa hidup seseorang akibat faktor-faktor yang sebagian besar di luar kendali, bukan karena diwariskan secara genetik dari orang tua ke anak.

Faktor Risiko Kanker Darah

Faktor Risiko Kanker Darah
Pexels/Nafsika G.

Meski penyebab pastinya belum selalu dapat dipastikan, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker darah. Mengutip Cleveland Clinic, faktor-faktor tersebut meliputi:

  1. Usia, karena risiko kanker darah meningkat seiring bertambahnya usia
  2. Jenis kelamin, karena kanker darah lebih sering ditemukan pada laki-laki
  3. Riwayat merokok atau sering terpapar asap rokok
  4. Terpapar bahan kimia berbahaya seperti benzena dan formaldehida dalam jangka panjang, misalnya karena pekerjaan di industri tertentu
  5. Riwayat kemoterapi atau radioterapi untuk kanker sebelumnya
  6. Riwayat kanker darah dalam keluarga, meski kebanyakan penderita justru tidak memiliki riwayat keluarga
  7. Memiliki kondisi tertentu seperti penyakit autoimun, kondisi peradangan jangka panjang, atau kelainan genetik tertentu

Karena faktor risiko ini tidak selalu bisa dihindari sepenuhnya, langkah paling realistis adalah menjauhi kebiasaan yang dapat dikendalikan, seperti berhenti merokok, agar risikonya dapat ditekan semaksimal mungkin.

Perawatan dan Pengobatan Kanker Darah

Perawatan dan Pengobatan Kanker Darah
Pexels/Tima Miroshnichenko

Kabar baiknya, kanker darah termasuk jenis kanker yang memiliki banyak pilihan pengobatan dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Melansir Cleveland Clinic, beberapa jenis pengobatan yang umum digunakan antara lain:

  1. Kemoterapi: Pengobatan utama yang bekerja membunuh sel kanker untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit
  2. Radioterapi: Menggunakan radiasi untuk merusak DNA sel abnormal sehingga sel tersebut tidak bisa memperbanyak diri
  3. Imunoterapi: Membantu sistem imun tubuh bekerja lebih baik dalam melawan sel kanker
  4. Terapi target (targeted therapy): Menyasar kelemahan spesifik pada sel kanker yang berkaitan dengan mutasi genetik tertentu
  5. Transplantasi sel induk autologus: Mengambil sel induk dari tubuh pasien sendiri sebelum kemoterapi dosis tinggi, lalu mengembalikannya setelah sel kanker berhasil dihancurkan
  6. Transplantasi sel induk alogenik: Menggunakan sel induk dari pendonor yang cocok untuk mengganti sumsum tulang yang rusak

Selain itu, mengutip Blood Cancer UK, pada jenis kanker darah yang tumbuh lambat, dokter kadang menyarankan "pemantauan aktif" atau watch and wait, yaitu memantau perkembangan penyakit secara berkala tanpa langsung memberikan pengobatan, karena sebagian orang bahkan tidak pernah membutuhkan pengobatan sama sekali.

Menurut Cleveland Clinic, kanker darah sebenarnya bisa disembuhkan, dan ketika penyembuhan total belum memungkinkan, pengobatan tetap bisa membawa kondisi ke masa remisi, yaitu kondisi ketika kanker sudah tidak lagi terdeteksi dalam tubuh.

Nah, itulah pembahasan mengenai kanker darah: gejala, penyebab, ciri-ciri. Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More