Kisah Mima Shafa, Lawan Depresi hingga Sempat Ingin Bunuh Diri

Mima Shafa anak Mona Ratuliu akui masih merasa depresi dan berkeinginan untuk bunuh diri

2 Agustus 2022

Kisah Mima Shafa, Lawan Depresi hingga Sempat Ingin Bunuh Diri
Instagram.com/mimashafa

Davina Shava Felisa, anak pertama dari Mona Ratuliu dan Indra Brasco membawa kabar terkait kesehatannya. Melalui sebuah video, perempuan yang akrab disapa Mima Shafa itu membagikan kabar dirinya terbaring di rumah sakit.

Selain itu, Mima juga bercerita tentang keinginannya yang sempat ingin bunuh diri saat merasa depresi. Tetapi, hal tersebut akhirnya digagalkan oleh Mona dan Indra yang setia menemani putri sulungnya itu.

Nah, berikut ini Popmama.com telah merangkum beberapa fakta mengenai cerita perjuangan Mima Shafa dalam menghadapi gangguan kesehatan mental.

1. Mulai menjadi pejuang kesehatan mental sejak SMP

1. Mulai menjadi pejuang kesehatan mental sejak SMP
Instagram.com/mimashafa

Diketahui Mima telah mengalami depresi sejak duduk di bangku SMP.

Sejak saat itu, dirinya terus belajar mengenai kesehatan mental dan akhirnya hal tersebut membuat dirinya berkuliah di jurusan psikologi.

"Setelah itu, aku jadi interested untuk mengadvokasi tentang kesadaran kesehatan mental, dan bukan itu aja, tapi juga gimana supaya orang-orang yang nggak teredukasi tentang kesehatan mental bisa belajar dan mengurangi stigmanya," terang Mima pada akun Instagram pribadinya, Minggu (31//7/2022).

2. Alami depresi dalam beberapa waktu terakhir

2. Alami depresi dalam beberapa waktu terakhir
Instagram.com/mimashafa

Meski telah terjun dalam dunia psikologi, nyatanya tak membuat anak sulung dari Mona Ratuliu lepas dari stres dan depresi. Mima mengaku sering mengalami depresi dalam tujuh tahun terakhir.

"Kenyataannya, aku masih menderita dan kesusahan. Dan itu manusiawi," tulisnya.

Editors' Picks

3. Mencoba bunuh diri pada Juli tahun ini

3. Mencoba bunuh diri Juli tahun ini
Instagram.com/mimashafa

Lanjut Mima, dirinya berujar jika sempat mencoba bunuh diri pada Juli 2022 lalu. Hal ini dilakukan agar dirinya lepas dari beban depresi yang dipikulnya dalam beberapa tahun terakhir.

"Juli 2022 adalah waktu yang penting untuk aku selama 19 tahun hidup. I survived. Aku nggak akan bisa lebih megenali diri sendiri kalau aku nggak survive," ucapnya.

4. Mima selamat dari percobaan bunuh diri

4. Mima selamat dari percobaan bunuh diri
Instagram.com/mimashafa

Ketika sempat melakukan percobaan bunuh diri, Mima bersyukur selamat dari kematian. Meski begitu, dirinya mengaku masih belum bisa menceritakan tentang kejadian yang baru menimpanya.

Mima juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang selalu mendukungnya serta membantunya tetap tegar dari berbagai ujian.

"Aku mau bilang terima kasih ke semua orang yang udah mendukung dan sayang sama aku. Bunda dan Yanda, teman-teman, terutama diriku sendiri," ungkap Mima.

5. Didampingi Mona Ratuliu dan Indra Brasco

5. Didampingi Mona Ratuliu Indra Brasco
Instagram.com/mimashafa

Sebagai orangtua, Mona dan Indra saling berpegangan tangan untuk menemani Mima di saat-saat sulitnya. Tampak Mona menangis dan memeluk putri sulungnya itu.

Di sisi lain, Mima juga mengajak para netizen yang merasakan hal yang sama untuk tetap bertahan dan minta bantuan dari orang-orang terdekat.

"Jangan takut untuk bicara dan cari bantuan. You always matters," tegas Mima.

Mari Dukung Pencegahan Bunuh Diri

Mari Dukung Pencegahan Bunuh Diri
Pexels/Sofia Alejandra

Perilaku bunuh diri merupakan gangguan kesehatan serius yang dialami oleh sebagian orang. Seseorang yang ingin bunuh diri seharusnya diberikan bantuan serta dukungan dalam mencegah bunuh diri.

Bunuh diri menjadi jalan terakhir bagi orang yang sulit untuk lepas dari stres dan depresi. Oleh karena itu, penting bagi orang-orang terdekatnya untuk selalu menemani dan menghibur penderita.

Kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, sudah lebih dari 3.000 puskesmas yang dapat menangani kesehatan jiwa. Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.

Tak hanya puskesmas, Kemenkes RI menyediakan beberapa rumah sakit rujukan yang melayani konsultasi kejiwaan serta penanganan kesehatan jiwa. RS tersebut di antaranya:

  • RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
  • RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
  • RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
  • RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
  • RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444

NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:

Jangan Bunuh Diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com

Kementrian Kesehatan Indonesia || telp: (021) 500454

Itulah beberapa fakta mengenai percobaan bunuh diri yang dilakukan Mima Shafa. Semoga Mima cepat sembuh dan masalah yang menimpanya bisa segera teratasi.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk