8 Tradisi Perayaan Imlek yang Penuh Makna

Sudah siap menyambut Imlek?

25 Januari 2020

8 Tradisi Perayaan Imlek Penuh Makna
Pixabay.com/Silentpilot

Pergantian tahun atau tahun baru umumnya dirayakan setiap tanggal 1 Januari. Tapi bagi warga Tionghoa, perayaan tahun baru China atau yang biasa disebut sebagai hari Imlek di Indonesia, jauh lebih istimewa.

Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili akan jatuh pada Sabtu, 25 Januari 2020 ini disambut penuh suka cita bagi semua yang merayakan. Semua warga Tionghoa bersiap-siap menyambut kedatangan hari spesial ini.

Bukan sekedar merayakan dengan kembang api dan kumpul keluarga, para warga Tionghoa juga memiliki rangkaian tradisi yang penuh makna. Tradisi apa aja sih? Berikut Popmama.com telah merangkum 8 tradisi merayakan Imlek yang penuh makna.
 

1. Berkumpul dan makan bersama keluarga

1. Berkumpul makan bersama keluarga
Purchaseear.com

Sama seperti momen spesial umat lain, warga Tionghoa yang merayakan juga menggangap Imlek sebagai momen istimewa karena dapat berkumpul dan makan malam bersama keluarga dan orang terdekat.

Makanan yang disajikan juga sangat istimewa karena bukan cuma sekedar enak tapi juga diyakini mampu membawa keberuntungan bagi setiap orang.

Mulai dari ikan yang dipercaya bisa membawa keberuntungan, dumpling untuk menambah rezeki, mie untuk mendapatkan umur yang panjang, dan beberapa makanan keberuntungan lainnya.

2. Serba merah

2. Serba merah
Freepik

Merah menjadi warna yang paling identik ketika perayaan Imlek. Saat perayaan tahun baru China ini biasanya orang akan menghias rumahnya dengan dekorasi berwarna merah bahkan memakai pakaian berwarna merah.

Dalam kepercayaan Tionghoa, warna merah diartikan sebagai warna keberuntungan. Selain itu, binatang buas dalam mitologi China yaitu Nian sangat membenci warna merah dan kebisingan, begitu juga dengan para roh jahat.

Berbanding terbalik dengan warna merah, saat Imlek biasanya mereka tidak akan memakai warna putih dan hitam karena warna itu merupakan warna pemakaman dan dianggap akan membawa sial. 

3. Hong bao atau angpau

3. Hong bao atau angpau
Freepik/evening_tao

Hong bao atau amplop merah menjadi tradisi yang selalu hadir saat Imlek. Di Indonesia sendiri hong bao lebih dikenal dengan sebutan angpau. 

Hong bao biasanya akan diberikan oleh orang yang lebih tua kepada mereka yang lebih muda. Seperti orangtua yang memberikan kepada anaknya, terutama mereka yang belum bekerja.

Bisa juga jika angpau diberikan dari bos kepada bawahannya sebagai tradisi warga Tionghoa dalam menyambut perayaan Imlek.

Editors' Picks

4. Kembang api dan petasan

4. Kembang api petasan
caterermiddleeast.com

Sama seperti perayaan tahun baru pada umumnya, menyalakan petasan atau kembang api juga menjadi salah satu tradisi yang selalu ada saat Imlek.

Namun yang membedakan ialah petasan untuk tahun baru China ialah dibuat dari gulungan kertas merah yang kemudian diberi bubuk mesiu. Suara petasan yang keras dipercaya dapat menakut-nakuti roh jahat dan juga binatang jahat bernama Nian.

Selain itu suara petasan juga digunakan untuk menarik perhatian Guan Yu, seorang jenderal China yang sangat dihormati dan disembah sebagai dewa Tao.

Namun atas alasan keamanan, tradisi ini sempat dilarang pemerintah. Sebagai gantinya, biasanya perayaan Imlek akan disambut dengan pesta kembang api super meriah untuk menyemarakkan suasana Imlek. 

5. Berdoa di kelenteng

5. Berdoa kelenteng
embassyalliance.com

Selain mengunjungi keluarga dan kerabat terdekat, tradisi lain yang dilakukan saat Imlek adalah pergi ke kelenteng. Sama seperti umat lain ketika menyambut perayaan hari spesial mereka, warga Tionghoa juga akan pergi sembahyang ke klenteng.

Orang-orang biasanya akan mengunjungi kelenteng di hari ketiga untuk berdoa dan meminta berkah para dewa agar kehidupan mereka di tahun depan lebih baik dari tahun sebelumnya.

6. Membersihkan rumah

6. Membersihkan rumah
Freepik/Yanalya

Jika kegiatan membersihkan rumah rutin dilakukan setiap hari ataupun ketika menyambut hari spesial, banyak orang biasanya akan membuat semua isi rumah terlihat bersih dan mengkilap.

Selain membuat suasana rumah menjadi nyaman, membersihkan rumah sebelum tahun baru diyakini dapat mengusir nasib buruk tahun ini agar tidak berlanjut ke tahun depan.

Namun bagi para warga Tionghoa justru tidak membersihkan rumahnya saat hari Imlek karena diyakini dapat mengusir nasib baik yang datang.

7. Saling memberi hadiah satu sama lain

7. Saling memberi hadiah satu sama lain
Freepik

Tidak hanya bekrumpul dengan keluarga, perayaan Imlek juga dimanfaatkan warga Tionghoa untuk saling mengunjungi tetangga atau teman dekatnya. Biasanya kunjungan dilakukan di hari ketika Imlek, mereka beranggapan bahwa berkunjung di hari kedua justru dianggap akan membawa nasib buruk.

Tentu saja saat berkunjung mereka akan membawa hadiah untuk yang orang dikunjungi. Anak-anak akan mendapatkan hadiah berupa angpau atau permen, sedangkan orang dewasa diberi hadiah makanan ringan atau buah-buahan.

8. Barongsai

8. Barongsai
Pexels/vladvictoria

Pertunjukan barongsai menjadi salah satu tradisi Imlek yang paling populer, bahkan untuk khalayak ramai sekalipun. Pertunjukan yang menggunakan kostum unik ini biasanya dilakukan oleh dua orang akrobat yang akan mengisi bagian bagian kepala dan satu lagi tubuh singa bagian belakang.

Tidak hanya sekedar atraksi, barongsai diyakini hadir karena monster yang muncul dan merusak sebuah kampung di daratan China dan membuat warga di sana ketakutan. Di tengah kecemasan itu muncullah singa atau barongsai yang kemudian mengusir monster tersebut.

Alih-alih pergi, justru sang monster dendam dan menyerang kembali kampung tersebut. Sehingga warga kemudia menyamar menjadi singa untuk menakuti monster tersebut.

Walaupun keberadaan monnster tersebut sudah tak muncul lagi, namun pertunjukan barongsai tetap dilakukan sebagai simbol untuk mengusir pertanda buruk ketika menjelang perayaan Imlek.

Itulah tradisi Imlek yang unik dan penuh makna. Bagi mereka yang merayakan, selamat merayakan ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.