Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

10 Obat Gula Darah Alami yang Mudah Dicoba di Rumah

10 Obat Gula Darah Alami yang Mudah Dicoba di Rumah
Pexels/Nataliya Vaitkevich
Intinya Sih
Gini Kak
  • Artikel membahas sepuluh bahan alami seperti daun jambu biji, kelor, salam, hingga kunyit yang dipercaya membantu menjaga kestabilan kadar gula darah secara alami di rumah.
  • Setiap bahan memiliki mekanisme berbeda, mulai dari meningkatkan sensitivitas insulin, mempercepat pengeluaran glukosa, hingga menurunkan stres oksidatif dalam tubuh.
  • Meski bermanfaat sebagai pendamping perawatan diabetes, penggunaan bahan-bahan alami ini tetap disarankan dilakukan bersamaan dengan kontrol rutin ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kadar gula darah yang naik-turun tanpa terkendali memang bikin was-was. Gejala seperti mudah haus, sering bolak-balik ke kamar mandi, badan lemas, sampai pandangan buram, bisa muncul kapan saja dan mengganggu aktivitas harian. 

Untungnya, selain rutin kontrol ke dokter, ada banyak bahan alami di dapur dan pekarangan rumah yang dipercaya dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Penasaran apa saja bahan alaminya? Berikut Popmama.com merangkum 10 obat gula darah alami. Yuk, simak sampai habis!

1. Daun jambu biji

Daun jambu biji
Pexels/Aadhithyan Pandian

Bukan cuma buahnya yang lezat, daun jambu biji juga punya nama besar dalam urusan menjaga gula darah. Melansir laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bagian tanaman jambu biji yang biasa dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan diabetes melitus adalah daun dan buahnya. 

Salah satu mekanismenya bekerja dengan mempercepat keluarnya glukosa dari sirkulasi darah, misalnya lewat filtrasi dan ekskresi ginjal yang meningkat, sehingga produksi urine juga ikut bertambah.

2. Daun kelor

Daun kelor
Pexels/Nothing Ahead

Tanaman yang satu ini memang serbaguna. Melansir laman Puskesmas Eyat Mayang, daun kelor mengandung antioksidan, vitamin C, dan isothiocyanate yang membantu menurunkan stres oksidatif dalam tubuh. 

Menurut beberapa penelitian, kandungan dalam rebusan daun kelor ini diketahui bisa mengurangi risiko resistensi insulin sehingga kadar gula darah pun lebih stabil dan tubuh juga jadi lebih sehat.

3. Daun salam

Daun salam
Pexels/Marek Kupiec

Daun salam bukan cuma penyedap masakan andalan ibu-ibu di dapur. Menurut laman Puskesmas Eyat Mayang, daun salam masuk ke dalam deretan daun-daunan, bersama daun jambu biji dan daun kelor, yang sering digunakan dan disebut-sebut dapat membantu mengendalikan kadar gula darah.

Daun-daunan dalam kelompok ini umumnya kaya akan senyawa bermanfaat seperti flavonoid, polifenol, saponin, dan alkaloid, yang bekerja lewat berbagai mekanisme untuk membantu tubuh mengelola gula darah.

4. Daun insulin

Daun insulin
Wikimedia Commons/Navaneeth Krishnan S

Sesuai namanya, daun insulin dipercaya punya fungsi yang mirip dengan suntikan insulin, yaitu membantu menurunkan kadar gula dalam darah. Tanaman yang punya nama latin Costus igneus ini awalnya berasal dari Meksiko sebelum menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. 

Sebuah penelitian dari Kasturba Medical College bahkan menyebut efektivitas daun insulin ini setara dengan obat glibenclamide dalam menurunkan gula darah dua jam setelah makan. Meski begitu, penggunaannya tetap sebaiknya jadi pendamping, bukan pengganti obat yang sudah diresepkan dokter, ya.

5. Kunyit

Kunyit
Pexels/Karl Solano

Kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang terkenal dengan sifat antiinflamasinya. Mengutip laman Universitas Alma Ata, kurkumin dalam kunyit juga mampu meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh. 

Kamu bisa menambahkan kunyit ke dalam masakan seperti kari, atau membuat segelas minuman kunyit hangat sebagai rutinitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat untuk menjaga kadar gula darah.

6. Jahe

Jahe
Pexels/Engin Akyurt

Jahe sudah dipakai sebagai obat alami sejak berabad-abad lalu. Mengutip laman Universitas Alma Ata, jahe diketahui dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mencegah komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung. 

Kalau mau merasakan manfaatnya, cobalah rutin menyeduh teh jahe hangat, terutama saat cuaca sedang dingin atau badan terasa kurang fit.

7. Cengkeh

Cengkeh
Pexels/Piotr Wojnowski

Cengkeh menawarkan manfaat yang cukup unik dalam mengontrol gula darah. Menurut penelitian yang dirangkum laman Universitas Alma Ata, ekstrak cengkeh dapat mengurangi kadar glukosa darah setelah makan. 

Kamu bisa menyeduh beberapa butir cengkeh dalam air panas untuk membuat minuman hangat yang menenangkan sekaligus menyehatkan.

8. Bawang putih

Bawang putih
Pexels/Marcelo Verfe

Selain melezatkan masakan, bawang putih ternyata memiliki khasiat yang cukup besar dalam pengobatan tradisional. Mengutip laman BPOM, umbi lapis bawang putih termasuk dalam kelompok tanaman yang bekerja dengan mempercepat pengeluaran glukosa dari sirkulasi darah. 

Dikutip dari laman Universitas Alma Ata, bawang putih mentah terbukti membantu menurunkan kadar gula darah sekaligus mengurangi risiko aterosklerosis.  Bawang putih juga mengandung vitamin B6 yang mendukung metabolisme karbohidrat, serta vitamin C yang membantu menjaga keseimbangan gula darah.

9. Kayu manis

Kayu manis
Pexels/ROMAN ODINTSOV

Kayu manis dikenal sangat efektif dalam meningkatkan sensitivitas insulin. Bahkan, menurut laman Universitas Alma Ata, kayu manis mampu meniru efek insulin untuk membantu memindahkan gula dari darah ke dalam sel-sel tubuh. 

Dikutip dari Stamford Health, kayu manis merupakan salah satu "kenikmatan yang bermanfaat secara medis" untuk membantu menurunkan kadar gula darah sekaligus kolesterol. Menambahkan kayu manis ke makanan atau minuman favorit adalah cara praktis untuk mengatur gula darah tanpa ribet.

10. Cuka apel

Cuka apel
Pexels/Anna Pyshniuk

Cuka apel atau apple cider vinegar (ACV) memiliki kandungan utama berupa asam asetat, senyawa yang diyakini bertanggung jawab atas banyak manfaat kesehatannya. Melansir laman Stamford Health, mengonsumsi 2 sendok makan cuka apel sebelum tidur dipercaya dapat membantu menurunkan kadar gula darah puasa pada pagi hari. 

Selain itu, satu hingga dua sendok makan cuka apel yang dikonsumsi bersama makanan juga disebut dapat menurunkan beban glikemik dari makanan berkarbohidrat tinggi. Kamu bisa mengonsumsinya langsung sebelum makan, atau mencampurkannya ke dalam dressing salad maupun teh.

Itulah pembahasan mengenai 10 obat gula darah alami yang bisa kamu coba manfaatkan dari dapur dan pekarangan rumah sendiri. Semoga bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More