Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat di berbagai negara.
6 Penyebab Hipertensi Menurut WHO yang Perlu Diwaspadai

WHO menyebut hipertensi dipengaruhi dua faktor utama, yaitu gaya hidup tidak sehat dan faktor genetik yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi tanpa gejala awal.
Pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol berlebih, serta kelebihan berat badan menjadi penyebab utama meningkatnya tekanan darah menurut WHO.
Faktor genetik juga berperan penting, individu dengan riwayat keluarga hipertensi disarankan rutin memeriksa tekanan darah dan menjaga pola hidup sehat.
Sayangnya, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang baru menyadarinya setelah muncul komplikasi yang lebih serius.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni faktor gaya hidup dan faktor genetik.
Lantas, apa saja penyebab hipertensi menurut WHO? Simak penjelasan dari Popmama.com tentang penyebab hipertensi menurut WHO berikut ini.
Table of Content
1. Pola makan tinggi garam

Faktor gaya hidup yang sering mengonsumsi makanan tinggi garam menjadi salah satu penyebab utama seseorang mengalami hipertensi.
Natrium yang terkandung dalam garam dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Akibatnya, volume darah meningkat sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
WHO menyarankan agar konsumsi garam dibatasi hingga kurang dari 5 gram atau sekitar 1 sendok teh per hari.
Mengurangi asupan makanan tinggi garam, seperti makanan olahan, camilan kemasan, dan makanan cepat saji, dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
2. Kurang aktivitas fisik

Gaya hidup yang malas, seperti kurang bergerak atau duduk dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Aktivitas fisik yang rutin dapat membantu memperkuat otot jantung sehingga jantung dapat memompa darah dengan lebih efisien.
WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu. Olahraga sederhana, seperti jalan kaki, bersepeda, atau jogging, dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga tekanan darah tetap normal.
3. Merokok

Kandungan nikotin dalam rokok memicu penyempitan pembuluh darah yang dapat berujung kepada meningkatnya tekanan darah.
Tak hanya perokok aktif, paparan asap rokok juga dapat meningkatkan tekanan darah bagi perokok pasif. Terpapar karbon monoksida dapat merusak dinding arteri sehingga berisiko tinggi mengalami peningkatan tekanan darah.
4. Kelebihan berat badan atau obesitas

Berat badan berlebih membuat jantung harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.
Menjaga berat badan tetap ideal melalui pola makan bergizi seimbang dan rutin berolahraga dapat membantu menurunkan risiko hipertensi. Penurunan berat badan dalam jumlah kecil sekalipun dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tekanan darah.
5. Konsumsi alkohol berlebih

Kebiasaan mengonsumsi alkohol, terutama dalam jumlah banyak dan frekuensi sering, dapat meningkatkan beban kerja jantung.
Konsumsi alkohol berlebih dapat memicu penyempitan pembuluh darah sehingga jantung harus bekerja memompa darah lebih keras dari yang seharusnya.
WHO menyarankan untuk membatasi atau menghentikan sepenuhnya mengonsumsi alkohol sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
6. Faktor genetik

Selain dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, hipertensi juga bisa terjadi karena faktor genetik, lho.
WHO mengungkapkan bahwa seseorang berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi jika memiliki orangtua atau anggota keluarga yang juga memiliki riwayat hipertensi. Hal ini berkaitan dengan faktor keturunan yang memengaruhi cara tubuh mengatur tekanan darah.
Jika memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga, sebaiknya rutin memeriksakan tekanan darah dan menghindari segala hal yang dapat menyebabkan naiknya tekanan darah.
Itulah penyebab hipertensi menurut WHO yang perlu diwaspadai. Dengan mengenali penyebabnya sejak dini, kamu bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat agar tekanan darah tetap terkontrol.





















