Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Penyebab Kanker Darah yang Wajib Kamu Waspadai!
Pixabay/geralt
  • Kanker darah dipicu oleh kombinasi faktor genetik dan perubahan pada sel darah. Penyebab utamanya adalah mutasi DNA pada sel pembentuk darah. Selain itu, riwayat keluarga dan kelainan genetik bawaan juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker darah.

  • Paparan lingkungan, infeksi, dan gangguan sistem imun turut meningkatkan risiko. Paparan bahan kimia seperti benzena, radiasi, infeksi virus tertentu (EBV, HTLV-1, HIV), serta penyakit autoimun atau penggunaan obat penekan sistem imun diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker darah.

  • Gaya hidup dan faktor yang tidak dapat dikendalikan juga berpengaruh. Kebiasaan merokok, pola makan tidak sehat, obesitas, dan konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kanker darah. Selain itu, usia yang semakin tua dan jenis kelamin laki-laki juga menjadi faktor yang membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sampai sekarang, para ahli sebenarnya belum bisa memastikan satu penyebab tunggal di balik kanker darah. Namun, bukan berarti penyakit ini datang tanpa alasan sama sekali. 

Ada sederet faktor, mulai dari yang bisa dikontrol hingga yang sama sekali di luar kendali, yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker darah.

Supaya kamu lebih paham dan bisa lebih waspada, berikut Popmama.com mengulas 8 penyebab kanker darah. Yuk, simak sampai habis!

1. Mutasi genetik

Pexels/Nicola Narracci

Penyebab paling mendasar dari kanker darah sebenarnya bermula dari dalam sel itu sendiri. Melansir Comprehensive Hematology Oncology, hampir semua kanker darah muncul akibat mutasi pada DNA sel darah, entah itu terjadi secara acak maupun diturunkan. 

Beberapa perubahan pada gen tertentu, seperti FLT3, TP53, dan BRCA2, bahkan diketahui bisa membuat seseorang lebih rentan terkena leukemia atau limfoma.

Mengutip American University of the Caribbean School of Medicine (AUC), kanker darah muncul ketika sel-sel pembentuk darah mengalami mutasi pada fungsi selulernya atau pada kromosom di dalamnya.

Akibatnya, sel tumbuh dan memperbanyak diri secara tidak terkendali, sehingga sel-sel abnormal ini lambat laun memenuhi sumsum tulang dan menghambat produksi sel darah sehat.

2. Faktor lingkungan

Pexels/Ihsan Adityawarman

Selain dari dalam tubuh, apa yang ada di sekitar kita ternyata juga bisa menjadi biang keladinya. Menurut Comprehensive Hematology Oncology, paparan bahan kimia tertentu seperti benzena, pestisida, hingga radiasi dosis tinggi diketahui berkaitan erat dengan meningkatnya risiko kanker darah.

Mengutip AUC, paparan benzena dalam jangka panjang dapat merusak sumsum tulang sehingga menurunkan jumlah sel darah dan trombosit. Zat ini ternyata cukup mudah ditemukan dalam keseharian, mulai dari asap rokok, makanan atau air minum yang terkontaminasi, hingga uap dari cat, lem, dan bahan bakar kendaraan.

3. Infeksi penyakit

Pexels/Monstera Production

Tidak disangka, beberapa jenis infeksi virus juga punya andil dalam memicu kanker darah. Melansir Comprehensive Hematology Oncology, virus Epstein-Barr (EBV) dikaitkan dengan limfoma Burkitt dan limfoma Hodgkin, sementara HTLV-1 (human T-cell leukemia virus) dapat memicu leukemia sel T pada orang dewasa.

Infeksi HIV/AIDS juga meningkatkan risiko limfoma tertentu karena melemahkan sistem kekebalan tubuh. Dilansir dari UC Davis Health, infeksi seperti virus Epstein-Barr, HIV, dan bakteri Helicobacter pylori dapat meningkatkan risiko kanker darah pada seseorang.

4. Gangguan sistem kekebalan tubuh

Pexels/Monstera Production

Sistem imun yang bermasalah ternyata bukan cuma bikin mudah sakit, tapi juga bisa berkaitan dengan risiko kanker darah. Mengutip Comprehensive Hematology Oncology, penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus, atau penyakit celiac dikaitkan dengan risiko kanker darah yang lebih tinggi, kemungkinan besar karena aktivitas imun yang berlebihan dalam jangka panjang.

Mengutip laman UC Davis Health, disebutkan bahwa konsumsi obat-obatan imunosupresan (penekan sistem imun) dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker darah.

5. Faktor genetik atau riwayat keluarga

Pexels/Chris wade NTEZICIMPA

Kalau ada anggota keluarga yang pernah mengidap kanker darah, ada baiknya kamu lebih waspada. Melansir Comprehensive Hematology Oncology, riwayat kanker darah dalam keluarga bisa meningkatkan risiko secara signifikan. Beberapa sindrom bawaan seperti Fanconi anemia, Li-Fraumeni syndrome, atau Down syndrome juga diketahui turut meningkatkan risiko tersebut.

Dikutip dari UC Davis Health, memiliki kerabat dekat dengan kanker darah dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker darah, begitu juga dengan kondisi bawaan seperti Down syndrome dan gangguan sistem imun yang diturunkan dalam keluarga.

6. Gaya hidup tidak sehat

Pexels/Batuhan Kocabaş

Kebiasaan sehari-hari yang terkesan sepele ternyata bisa berdampak besar dalam jangka panjang. Menurut Comprehensive Hematology Oncology, kebiasaan merokok paling banyak dikaitkan dengan leukemia myeloid akut (AML). 

Selain itu, pola makan yang buruk, obesitas, hingga konsumsi alkohol dalam jangka panjang juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur sistem imun dan respons peradangan, serta menurunkan fungsi sumsum tulang. Dikutip dari UC Davis Health, kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko leukemia yang perlu diwaspadai.

7. Usia

Pexels/Elizabeth Ferreira

Semakin bertambahnya usia, risiko kanker darah pun ikut meningkat, meski jenis kanker darah tertentu justru lebih sering ditemukan pada anak-anak. Melansir The Royal Marsden, risiko kanker darah cenderung meningkat seiring bertambahnya usia seseorang. 

Dikutip dari UC Davis Health, faktor usia terhadap risiko kanker darah bisa berbeda-beda tergantung jenisnya, ada yang lebih umum pada anak-anak, ada pula yang lebih sering menyerang orang dewasa yang lebih tua.

8. Jenis kelamin

Pexels/Tim Mossholder

Terakhir, jenis kelamin ternyata juga berperan dalam risiko kanker darah. Mengutip The Royal Marsden, kanker darah secara umum lebih sering ditemukan pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. 

Meski begitu, ini bukan berarti perempuan sama sekali bebas dari risiko, karena faktor lain seperti gaya hidup, lingkungan, dan riwayat keluarga tetap bisa memengaruhi siapa saja tanpa memandang jenis kelamin.

Itulah pembahasan mengenai 8 penyebab kanker darah yang penting untuk kamu ketahui. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article