4 Penyebab Telinga Kiri Berdenging Menurut Kesehatan

- Telinga kiri berdenging atau tinnitus merupakan gejala, bukan penyakit, yang bisa muncul akibat gangguan pada telinga atau kondisi medis tertentu.
- Penyebab umumnya meliputi penumpukan kotoran telinga, infeksi telinga tengah, paparan suara keras, penuaan, hingga gangguan sendi rahang dan penyakit Meniere.
- Kondisi ini juga dapat dipicu masalah pembuluh darah seperti tinnitus pulsatil; pemeriksaan medis disarankan bila gejala menetap atau hanya terjadi di satu sisi.
Telinga kiri berdenging atau tinnitus adalah kondisi ketika seseorang mendengar suara seperti dengung, siulan, atau gemuruh tanpa adanya sumber suara dari luar.
Bunyi ini bisa muncul sesekali atau terus-menerus, dengan tingkat intensitas yang berbeda-beda.
Menurut Mayo Clinic, tinnitus bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi medis tertentu. Jika denging hanya terjadi pada satu sisi telinga, seperti telinga kiri, evaluasi medis lebih lanjut sering kali dianjurkan untuk memastikan penyebabnya.
Berikut Popmama.com akan membahas 4 penyebab telinga kiri berdenging menurut kesehatan. Yuk, simak pembahasannya di bawah ini.
Table of Content
1. Masalah mekanis pada telinga

1. Penumpukan Serumen (Kotoran Telinga)
Penumpukan kotoran telinga merupakan penyebab paling umum tinnitus unilateral (satu sisi). Serumen yang mengeras dapat menyumbat saluran telinga kiri, menekan gendang telinga, dan menyebabkan sensasi berdenging.
Menurut Cleveland Clinic, sumbatan serumen dapat mengganggu transmisi suara dan memicu iritasi pada saluran telinga. Kondisi ini biasanya membaik setelah kotoran dibersihkan oleh tenaga medis.
2. Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media)
Infeksi akibat bakteri atau virus di telinga tengah dapat menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan. Gejalanya meliputi nyeri telinga, rasa penuh atau tersumbat, gangguan pendengaran sementara, dan bunyi berdenging.
Menurut National Health Service (NHS), otitis media sering terjadi setelah flu atau infeksi saluran pernapasan atas dan dapat memengaruhi satu atau kedua telinga.
2. Kerusakan Sensorik

1. Paparan Suara Keras
Paparan suara keras dalam jangka panjang, seperti musik dengan volume tinggi atau kebisingan mesin, dapat merusak sel-sel rambut halus di telinga dalam. Kerusakan ini bersifat permanen dan dapat memicu tinnitus.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), paparan suara di atas 85 desibel secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran dan tinnitus.
2. Penuaan (Presbikusis)
Seiring bertambahnya usia, fungsi pendengaran dapat menurun secara alami. Kondisi ini dikenal sebagai presbikusis. Biasanya terjadi pada kedua telinga, tetapi dalam beberapa kasus bisa terasa lebih dominan di satu sisi.
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders menjelaskan bahwa degenerasi saraf pendengaran akibat penuaan dapat memicu bunyi berdenging yang menetap.
3. Kondisi medis spesifik

1. Penyakit Meniere
Penyakit Meniere terjadi akibat penumpukan cairan di telinga dalam. Gejalanya meliputi tinnitus, vertigo (pusing berputar), rasa penuh di telinga, dan penurunan pendengaran yang hilang-timbul.
Menurut Mayo Clinic, kondisi ini sering kali hanya memengaruhi satu telinga pada tahap awal.
2. Neuroma Akustik
Neuroma akustik adalah tumor jinak yang tumbuh pada saraf vestibulokoklear, yaitu saraf yang menghubungkan telinga dalam dengan otak. Salah satu gejala khasnya adalah tinnitus yang terjadi hanya di satu sisi.
Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa selain berdenging, gejala lain dapat berupa gangguan keseimbangan dan penurunan pendengaran progresif.
3. Gangguan Sendi Rahang (TMJ)
Masalah pada sendi temporomandibular (TMJ) yang terletak dekat dengan telinga dapat memicu bunyi berdenging. Gangguan ini biasanya disertai nyeri rahang, bunyi klik saat membuka mulut, atau sakit kepala.
Menurut Cleveland Clinic, gangguan TMJ dapat memengaruhi saraf dan struktur di sekitar telinga sehingga menimbulkan tinnitus.
4. Masalah pembuluh darah (Tinnitus Pulsatil)

Jika bunyi denging terasa berdenyut mengikuti detak jantung, kondisi ini disebut tinnitus pulsatil.
Penyebabnya bisa terkait dengan gangguan pembuluh darah seperti tekanan darah tinggi, penyempitan arteri, atau kelainan vaskular di sekitar telinga.
Menurut American Tinnitus Association, tinnitus pulsatil perlu diperiksa lebih lanjut karena dapat berkaitan dengan kondisi medis yang lebih serius.
Telinga kiri berdenging dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari penumpukan kotoran telinga hingga kondisi medis serius seperti neuroma akustik.
Karena tinnitus unilateral bisa menjadi tanda gangguan tertentu, evaluasi medis sangat dianjurkan jika gejala berlangsung lama atau disertai keluhan lain.
Itulah pembahasan 4 penyebab telinga kiri berdenging menurut kesehatan. Pemeriksaan dini penting untuk memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.


















