Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
10 Perbedaan BPKB Asli dan Palsu, Perhatikan Baik-Baik Tandanya!
Wuling

  • Hologram BPKB asli berwarna abu-abu atau silver, tidak berubah warna saat diputar. Palsu sering kali berubah menjadi warna kekuningan atau pelangi.

  • Sampul BPKB asli menggunakan bahan gelap dan tekstur mengkilap, sementara palsu terbuat dari kertas tipis dan warna buram.

  • Benang pengaman pada BPKB asli berwarna merah, putih, dan biru yang tertanam di dalam serat kertas. Pada dokumen palsu, benang ini sering kali hanya berupa garis warna dicetak di atas permukaan kertas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memastikan keaslian Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) adalah langkah paling krusial sebelum Papa memutuskan untuk membeli kendaraan bekas atau melakukan transaksi gadai.

Di tengah maraknya peredaran dokumen palsu yang semakin mirip dengan aslinya, ketelitian dalam memeriksa detail fisik dan validitas data menjadi perlindungan utama bagi investasi Papa.

Dokumen yang tidak sah bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat menyeret Papa ke dalam masalah hukum yang serius di kemudian hari.

Oleh karena itu, memahami indikator keamanan yang disematkan oleh Korlantas Polri adalah keterampilan yang wajib dimiliki oleh setiap pemilik kendaraan.

Berikut, Popmama.com akan membahas mengenai 10 perbedaan BPKB asli dan palsu yang perlu diperhatikan tandanya. Yuk simak pembahasan berikut ini

1. Hologram

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

BPKB asli memiliki hologram berwarna abu-abu atau silver yang tidak berubah warna secara drastis saat diputar atau diterawang.

Pada BPKB palsu, hologram sering kali berubah menjadi warna kekuningan atau pelangi yang terlihat murahan saat terkena cahaya.

Selain itu, cetakan hologram asli sangat rapi dan menyatu dengan kertas, sementara yang palsu biasanya hanya berupa tempelan kasar.

Hal ini merupakan fitur keamanan utama yang sangat sulit dipalsukan dengan presisi tinggi oleh oknum tertentu.

2. Sampul (Cover)

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Sampul BPKB asli menggunakan bahan yang cenderung lebih gelap dan memiliki tekstur mengkilap jika terkena cahaya lampu.

Sebaliknya, sampul BPKB palsu biasanya dibuat dengan kertas yang lebih tipis dan warna yang terlihat buram atau pudar.

Tekstur pada sampul asli juga terasa lebih padat dan tidak mudah sobek atau terkelupas pada bagian sudutnya.

Perbedaan kualitas cetakan pada sampul ini biasanya sangat mencolok jika Papa membandingkan dua buku secara berdampingan.

3. Benang pengaman

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Jika Papa membuka lembar ketujuh atau kedelapan, BPKB asli memiliki benang pengaman berwarna merah, putih, dan biru yang tertanam di dalam serat kertas.

Benang ini bukan sekadar cetakan warna, melainkan material yang menyatu sehingga tidak akan terkelupas jika digosok.

Pada dokumen palsu, benang ini sering kali hanya berupa garis warna yang dicetak di atas permukaan kertas menggunakan tinta biasa.

Papa bisa merasakan keberadaan benang ini jika meraba kertas secara perlahan menggunakan ujung jari.

4. Tanda air dan cetakan timbul

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Halaman ke-14 pada BPKB asli memiliki logo Korlantas yang akan terlihat jelas dan berpendar di bawah sinar UV (ultraviolet).

Selain itu, jika Papa meraba bagian logo tersebut, akan terasa tekstur kasar atau cetakan timbul yang tidak dimiliki oleh dokumen tiruan.

Dokumen palsu biasanya hanya mengandalkan cetakan datar tanpa efek kedalaman atau reaksi khusus terhadap sinar UV. Pastikan Papa mengecek bagian ini di tempat yang cukup terang atau menggunakan alat pendeteksi uang kertas.

5. Mikro-teks

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Perhatikan garis bawah yang sangat kecil pada lembaran dokumen. BPKB asli menggunakan teknologi mikro-teks berbunyi "buku kendaraan" yang sangat halus.

Pada BPKB palsu, bagian yang seharusnya berupa tulisan mikro tersebut biasanya hanya terlihat sebagai garis lurus atau titik-titik yang tidak terbaca.

Papa mungkin memerlukan kaca pembesar untuk melihat detail tulisan ini dengan jelas pada dokumen yang asli.

Teknologi ini sengaja diterapkan oleh pihak kepolisian untuk mencegah pemindaian (scanning) berkualitas rendah dari pihak pemalsu.

6. Nomor seri

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Setiap BPKB asli memiliki nomor seri unik yang terletak tepat di bawah hologram untuk membedakan domisili Polda penerbit dokumen tersebut.

Nomor ini merupakan kode rahasia yang terintegrasi dengan database pusat Korlantas Polri di Jakarta.

Papa dapat melakukan validasi silang nomor seri ini ke Samsat terdekat untuk memastikan bahwa nomor tersebut benar-benar terdaftar atas nama pemilik sah.

Jika nomor seri tersebut tidak ditemukan dalam sistem atau terdaftar untuk kendaraan lain, maka dokumen tersebut dipastikan palsu.

7. Kesesuaian identitas

Wuling

Sangat penting untuk mencocokkan apakah data nomor rangka dan nomor mesin pada BPKB sama persis dengan yang tertera di faktur kendaraan serta KTP pemilik.

Ketidaksesuaian satu digit saja bisa menjadi indikasi kuat bahwa dokumen tersebut telah dimanipulasi atau merupakan hasil gabungan dari beberapa kendaraan.

Pastikan juga nama pemilik pada BPKB sesuai dengan catatan sejarah servis atau dokumen pendukung lainnya jika Papa membeli kendaraan bekas.

Validasi ini bertujuan untuk menghindari praktek penipuan kendaraan bodong atau hasil curian yang disamarkan.

8. Bekas hapus

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Pada BPKB palsu, sering ditemukan bekas hapusan kimia atau cetak ulang pada bagian identitas kendaraan yang terlihat kurang rapi atau bergelombang.

Kertas BPKB asli memiliki lapisan pelindung yang akan rusak atau berubah warna secara permanen jika terpapar zat kimia penghapus tinta.

Jika Papa melihat area kertas yang terlihat lebih tipis, memudar, atau memiliki noda yang tidak wajar di sekitar kolom data, Papa patut waspada.

Oknum biasanya menghapus data lama untuk menggantinya dengan data kendaraan baru agar terlihat seperti dokumen asli.

9. QR Code

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

BPKB keluaran terbaru kini telah dilengkapi dengan fitur digital berupa barcode atau QR code yang memuat data terenkripsi.

Papa dapat memindai kode ini menggunakan aplikasi khusus atau kamera ponsel untuk melihat kecocokan data antara sistem digital Polri dengan dokumen fisik di tangan Papa.

Jika QR code tersebut tidak bisa dipindai atau mengarah ke situs web yang mencurigakan (bukan domain resmi Polri), maka dokumen tersebut kemungkinan besar palsu.

Teknologi ini memudahkan masyarakat melakukan verifikasi cepat tanpa harus langsung datang ke kantor polisi.

10. Layanan mandiri

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Manfaatkan portal e-Samsat atau situs web resmi milik Bapenda di masing-masing provinsi untuk mengecek status pajak dan keabsahan dokumen secara mandiri.

Cukup masukkan nomor polisi dan nomor rangka kendaraan ke dalam kolom pencarian untuk melihat apakah data kendaraan tersebut muncul di sistem publik.

Jika sistem melaporkan bahwa data tidak ditemukan atau ada pemblokiran, Papa harus segera melakukan pengecekan fisik lebih lanjut ke kepolisian.

Layanan digital ini sangat efektif sebagai langkah awal pencegahan sebelum melakukan transaksi jual beli kendaraan.

Ketelitian adalah kunci utama dalam menghindari penipuan dokumen kendaraan bermotor. Selalu luangkan waktu untuk meraba, menerawang, dan memvalidasi data BPKB secara mandiri sebelum melakukan pembayaran apa pun.

Jika Papa masih merasa ragu setelah melakukan pengecekan fisik, jangan ragu untuk membawa dokumen tersebut ke kantor Samsat atau Polres terdekat guna mendapatkan verifikasi resmi dari pihak kepolisian.

Itulah 10 perbedaan BPKB asli dan palsu yang perlu diperhatikan tandanya. Ingatlah bahwa mencegah kerugian besar jauh lebih berharga daripada terburu-buru dalam mengambil keputusan transaksi yang berisiko

Editorial Team