istockphoto/Nuttawan Jayawan
Eksim basah sering muncul di area tubuh yang lembap dan mudah berkeringat. Lipatan siku dan lutut termasuk lokasi yang sering terkena, leher serta lipatan kulit lainnya juga rentan. Gesekan antar kulit dapat memperparah kondisi.
Keringat memicu iritasi, kondisi ini sering ditemukan pada anak-anak. Pada orang dewasa, area selangkangan juga bisa terkena. Lingkungan lembap memperburuk eksim basah.
Eksim kering lebih sering muncul di area tubuh yang terbuka. Tangan dan kaki merupakan lokasi yang paling umum. Wajah juga dapat terkena, terutama pipi. Area ini mudah kehilangan kelembapan.
Paparan udara dan bahan iritan memperparah kondisi. Menurut National Health Service, lokasi eksim dapat berbeda tergantung usia dan kondisi kulit penderita. Kulit kering cenderung muncul di area terbuka. Kondisi ini sering kambuh.
Eksim basah dan eksim kering pada dasarnya merupakan gambaran fase dan kondisi kulit yang berbeda dalam perjalanan penyakit eksim. Tidak bisa ditentukan secara mutlak. Eksim basah lebih berbahaya dalam jangka pendek karena resiko infeksi dan luka terbuka.
Eksim kering lebih berbahaya dalam jangka panjang karena sering kambuh, sulit dikontrol, dan berdampak pada kualitas hidup. Keduanya sama-sama perlu perhatian dan perawatan yang tepat sejak dini.
Eksim basah menandakan peradangan aktif dengan kulit yang lembap dan beresiko infeksi, sedangkan eksim kering menunjukkan kondisi kronis dengan kulit sangat kering dan bersisik.
Meski bukan istilah diagnosis medis resmi, pembagian ini membantu memahami kondisi kulit dan menentukan perawatan yang tepat. Dengan mengenali 5 perbedaan eksim basah dan kering, penanganan eksim dapat dilakukan secara lebih efektif dan aman.
Jika gejala semakin parah atau tidak membaik, konsultasi ke dokter kulit sangat dianjurkan. Semoga bermanfaat, ya, Ma!