Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
4 Perbedaan Paylater dan Pinjol, Skema Mirip tapi Beda Risiko
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
  • Paylater digunakan untuk menunda pembayaran belanja di platform tertentu tanpa menerima uang tunai, sedangkan pinjol memberikan dana langsung yang bisa dipakai bebas sesuai kebutuhan.
  • Suku bunga paylater umumnya lebih rendah dan transparan dibandingkan pinjol yang memiliki bunga tinggi serta risiko utang membengkak jika tidak dikelola dengan baik.
  • Keduanya memengaruhi skor kredit pengguna; pembayaran tepat waktu bisa meningkatkan reputasi finansial, sementara keterlambatan dapat menurunkan skor dan menyulitkan pengajuan kredit di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Meskipun sama-sama termasuk layanan pinjaman digital, paylater dan pinjaman online (pinjol) punya perbedaan mendasar dari segi bentuk dana hingga cara penggunaannya.

Paylater lebih berfungsi sebagai alat pembayaran tunda saat belanja, sedangkan pinjol memberikan dana tunai yang bisa kamu gunakan untuk berbagai kebutuhan.

Banyak orang masih menganggap keduanya sama, padahal perbedaan ini penting untuk dipahami agar kamu bisa memilih layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan finansialmu.

Jika digunakan dengan bijak, keduanya bisa membantu, tapi kalau tidak, justru berisiko menimbulkan masalah keuangan.

Nah, Popmama.com akan menjelaskan 4 perbedaan paylater dan pinjol yang skemanya mirip tapi risiko berbeda. Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

1. Bentuk pinjaman dan kegunaan

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Paylater memberikan limit saldo yang hanya bisa digunakan untuk membeli barang atau jasa di merchant tertentu.

Biasanya, layanan ini terintegrasi langsung dengan aplikasi belanja atau layanan digital, sehingga kamu bisa “beli sekarang, bayar nanti”.

Artinya, kamu tidak menerima uang tunai, melainkan akses kredit untuk transaksi tertentu.

Hal ini membuat penggunaan paylater lebih terarah karena hanya bisa dipakai untuk kebutuhan konsumtif di platform yang bekerja sama.

Sebaliknya, pinjol memberikan pinjaman dalam bentuk dana tunai yang langsung masuk ke rekening kamu. Dana ini bisa digunakan secara bebas, baik untuk kebutuhan mendesak, bayar tagihan, hingga modal usaha.

Karena fleksibel, pinjol sering jadi pilihan saat butuh uang cepat. Namun, kebebasan ini juga perlu diimbangi dengan pengelolaan yang bijak agar tidak terjebak utang.

2. Suku bunga dan biaya

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Paylater umumnya menawarkan bunga yang lebih rendah dibandingkan pinjol. Bahkan, beberapa platform menyediakan promo bunga 0% jika kamu membayar dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu, biaya tambahan pada paylater biasanya lebih transparan, seperti biaya layanan atau keterlambatan. Hal ini membuat pengguna lebih mudah memperkirakan total tagihan yang harus dibayar.

Sementara itu, pinjol cenderung memiliki bunga yang lebih tinggi karena risikonya juga lebih besar. Dalam beberapa kasus, bunga bisa dihitung harian dan jika diakumulasikan, jumlahnya cukup signifikan.

Jika tidak dikelola dengan baik, bunga pinjol bisa membuat total utang membengkak dengan cepat. Oleh karena itu, penting untuk benar-benar memahami skema bunga sebelum mengajukan pinjaman.

3. Jangka waktu (tenor)

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Paylater biasanya menawarkan tenor yang relatif singkat hingga menengah. Mulai dari pembayaran dalam 30 hari (bulan depan) hingga cicilan beberapa bulan, tergantung kebijakan platform.

Tenor ini cocok untuk kebutuhan konsumtif jangka pendek, seperti belanja bulanan atau kebutuhan mendadak. Dengan waktu yang tidak terlalu lama, kamu juga bisa lebih cepat melunasi tagihan.

Di sisi lain, pinjol memiliki pilihan tenor yang lebih bervariasi. Mulai dari hitungan hari untuk pinjaman cepat, hingga beberapa bulan tergantung layanan yang digunakan.

Fleksibilitas ini bisa menjadi keuntungan, tetapi juga berisiko jika kamu memilih tenor yang tidak sesuai kemampuan bayar. Semakin lama tenor, biasanya total bunga yang harus dibayar juga semakin besar.

4. Dampak pada skor kredit

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Baik paylater maupun pinjol dari penyedia resmi akan tercatat dalam sistem kredit seperti SLIK OJK. Artinya, semua riwayat pembayaran kamu akan terdokumentasi dan bisa memengaruhi penilaian kredit di masa depan.

Jika kamu rutin membayar tepat waktu, hal ini justru bisa membantu membangun skor kredit yang baik. Ini penting jika kamu berencana mengajukan KPR, kredit kendaraan, atau pinjaman lainnya di kemudian hari.

Namun, jika kamu telat bayar atau bahkan gagal bayar, dampaknya bisa cukup serius. Skor kredit kamu bisa menurun dan membuat pengajuan kredit di masa depan menjadi lebih sulit.

Karena itu, sebelum menggunakan layanan ini, pastikan kamu sudah mempertimbangkan kemampuan finansial dan disiplin dalam membayar tagihan.

Itulah penjelasan tentang 4 perbedaan paylater dan pinjol yang skemanya mirip tapi risiko berbeda Paylater dan pinjol sama-sama menawarkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan finansial, tetapi dengan cara yang berbeda.

Paylater cocok untuk transaksi belanja dengan kontrol yang lebih terarah, sementara pinjol lebih fleksibel karena memberikan dana tunai langsung.

Agar tidak merugikan, kamu perlu memahami perbedaan keduanya dan menggunakannya secara bijak. Dengan pengelolaan yang tepat, layanan ini bisa menjadi solusi keuangan, bukan justru menjadi beban di kemudian hari.

Editorial Team

Related Article