Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Viral Tren App Fatigue di Inggris, Jenuh dengan Dating Apps

Viral Tren App Fatigue di Inggris, Jenuh dengan Dating Apps
Pexels/Julio Lopez
Intinya Sih
  • Fenomena app fatigue melanda pengguna dating apps di Inggris, dipicu oleh kejenuhan dan pengalaman negatif.

  • Banyak orang mulai beralih ke cara konvensional karena dianggap lebih autentik dan menyenangkan.

  • Tren baru ini menunjukkan seseorang kini lebih selektif dan menekankan kualitas hubungan jangka panjang dibanding sekadar banyaknya match di aplikasi kencan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mencari pasangan lewat aplikasi kencan pernah menjadi cara yang paling praktis untuk bertemu orang baru. Namun, belakangan ini muncul fenomena app fatigue atau kejenuhan menggunakan dating apps.

Kejenuhan ini disebabkan karena banyak pengguna mulai merasa lelah dengan budaya swipe tanpa henti, percakapan yang tidak berkembang, hingga pengalaman seperti ghosting.

Akibatnya, semakin banyak orang yang kembali memilih bertemu secara langsung melalui teman, komunitas, atau acara sosial sebagai cara mencari pasangan.

Berikut Popmama.com merangkum beberapa fakta app fatique yang perlu diketahui. Yuk, disimak!

1. Kelelahan terhadap penggunaan dating apps

Tren app fatigue 1
Pexels/cottonbro studio

Dilansir dari Forbes Health, masyarakat menunjukkan bahwa 78 persen pengguna dating apps pernah mengalami burnout, baik secara emosional, mental, maupun fisik.

Generasi muda seperti Gen Z dan milenial menjadi kelompok yang paling banyak merasakan kelelahan ini karena intensitas penggunaan aplikasi yang tinggi.

Penyebab utamanya bukan sekadar banyaknya pilihan pasangan, tetapi pengalaman negatif yang terus berulang. Mulai dari percakapan yang monoton, penolakan, hingga fenomena ghosting membuat banyak orang merasa proses mencari pasangan menjadi aktivitas yang melelahkan.

2. Kencan tatap muka kembali menjadi pilihan

Tren app fatigue 2
Pexels/cottonbro studio

Seiring meningkatnya app fatigue, banyak orang mulai kembali mengandalkan cara-cara konvensional untuk bertemu pasangan. Pertemuan secara langsung juga memungkinkan seseorang melihat kepribadian, bahasa tubuh, dan chemistry sejak awal.

Dilansir dari Wired, cara komunitas, rekomendasi dari teman, kegiatan hobi, hingga pertemuan di lingkungan kerja dinilai mampu menghadirkan interaksi yang lebih alami dibandingkan sekadar berkomunikasi lewat layar.

Bagi sebagian orang, pengalaman tersebut terasa lebih autentik, sehingga mengurangi rasa jenuh yang sering muncul saat harus terus melakukan swipe dan memulai percakapan baru dengan banyak orang sekaligus.

3. Kualitas hubungan lebih diutamakan daripada kuantitas match

Tren app fatigue 3
Pexels/Jep Gambardella

Meski dating apps masih digunakan jutaan orang, tren saat ini menunjukkan bahwa pengguna mulai lebih selektif. Fenomena app fatigue turut mengubah cara pandang terhadap proses berkenalan.

Dilansir dari berbagai sumber, 46 persen responden lajang menyatakan siap menjalani hubungan jangka panjang. Pendekatan ini dianggap mampu menciptakan hubungan yang lebih tulus sekaligus mengurangi tekanan yang sering muncul saat menggunakan aplikasi kencan.

Daripada menghabiskan waktu berjam-jam di aplikasi, sebagian orang memilih memperluas relasi di dunia nyata melalui aktivitas sosial yang sesuai minat.

Itulah tadi terkait beberapa fakta app fatigue. Apakah menurutmu dating apps masih menjadi cara terbaik untuk mencari pasangan, atau justru bertemu langsung terasa lebih menjanjikan?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More