Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Perbedaan Sesak Napas Asma dan Asam Lambung
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI
  • Asma disebabkan peradangan dan penyempitan saluran napas, sedangkan sesak akibat asam lambung berasal dari iritasi kerongkongan karena cairan asam yang naik dari lambung.

  • Pemicu asma biasanya debu, udara dingin, atau aktivitas berat, sementara sesak karena asam lambung muncul setelah makan berlemak, pedas, atau saat langsung berbaring.

  • Keduanya bisa saling memengaruhi; serangan asma dapat memperparah refluks asam, dan refluks berulang bisa membuat saluran napas lebih sensitif hingga memperburuk gejala asma.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasakan sensasi dada yang terasa sempit dan sulit menarik napas? Gejala ini memang sering kali membuat orang panik karena cukup membingungkan. 

Pasalnya, rasa sesak napas sama-sama menandakan dua penyakit yang sangat berbeda, yaitu asma dan asam lambung. Meski memiliki gejala yang sama, asma dan asam lambung sebenarnya memiliki perbedaan yang jelas.

Perbedaan bisa terlihat dari penyebab, pemicu, serta cara penanganannya. Dari pada salah menduga, coba cari tahu dulu lewat 5 perbedaan sesak napas asma dan asam lambung yang akan Popmama.com bahas berikut ini. 

1. Penyebab

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Perbedaan paling mendasar antara sesak napas akibat asma dan asam lambung terletak pada sumber masalahnya.

Menurut Oklahoma Allergy & Asthma Clinic, asma merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika saluran napas mengalami peradangan dan penyempitan.

Kondisi ini membuat aliran udara menuju paru-paru menjadi terganggu sehingga penderita merasa sulit bernapas.

Sementara sesak napas akibat asam lambung berawal dari gangguan pada sistem pencernaan. Mount Sinai Health System menjelaskan bahwa saat asam lambung naik ke kerongkongan, cairan asam tersebut dapat mengiritasi area dada dan tenggorokan. 

Iritasi inilah yang kemudian menimbulkan sensasi sesak atau napas terasa tidak lega, meskipun sumber masalahnya bukan berasal dari paru-paru.

2. Mekanisme terjadinya

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Meski sama-sama menimbulkan rasa sesak, proses yang terjadi di dalam tubuh tentunya berbeda. 

Pada penderita asma, sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap pemicu tertentu sehingga saluran napas membengkak, menghasilkan lendir lebih banyak, dan menjadi lebih sempit. Akibatnya, udara menjadi sulit keluar masuk paru-paru.

Berbeda dengan asma, The Functional Gut Clinic menjelaskan, pada penderita GERD atau asam lambung, sesak napas dapat muncul ketika asam yang naik ke kerongkongan mengiritasi saraf di sekitarnya.

Iritasi tersebut dapat memicu refleks yang membuat saluran napas terasa lebih sempit. 

Selain itu, partikel asam lambung yang sangat kecil juga bisa ikut masuk ke saluran pernapasan dan memicu iritasi. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sesak meskipun paru-paru tidak mengalami peradangan seperti pada asma.

3. Pemicu dan waktu muncul

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Memperhatikan kapan sesak napas muncul, sering kali dapat membantu mengenali diagnosisnya. Gejala asma biasanya dipicu oleh faktor seperti debu, bulu hewan, serbuk sari, udara dingin, infeksi saluran pernapasan, atau aktivitas fisik yang berat.

Sebaliknya, sesak napas akibat asam lambung umumnya berkaitan dengan pola makan dan posisi tubuh.

Gleneagles Hospital menambahkan, keluhan sesak karena asam lambung sering muncul sekitar satu hingga dua jam setelah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan berlemak, pedas, berkafein, atau dalam porsi besar. 

Gejala juga cenderung memburuk saat seseorang langsung berbaring atau membungkuk setelah makan karena kondisi tersebut memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.

4. Gejala lain yang muncul

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Selain rasa sesak, kedua kondisi ini biasanya disertai keluhan lain yang cukup berbeda. 

Sesak napas akibat asam lambung sering muncul bersamaan dengan rasa panas atau terbakar di dada, sering bersendawa, perut terasa kembung, muncul rasa asam atau pahit di mulut, serta sensasi seperti ada yang mengganjal di tenggorokan.

Berbeda dengan kondisi tersebut, penderita asma lebih sering mengalami gejala yang berhubungan langsung dengan sistem pernapasan.

Tanda yang umum ditemukan adalah suara mengi (bunyi "ngik-ngik") saat bernapas, batuk yang berlangsung berulang, serta dada yang terasa seperti ditekan atau diikat. 

Pada banyak kasus, penderita juga merasa lebih sulit mengembuskan napas dibandingkan saat menarik napas.

5. Bisa saling berkaitan

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Walaupun merupakan dua kondisi yang berbeda, asma dan asam lambung ternyata dapat saling memengaruhi. 

Itu karena serangan asma dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga dada sehingga memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan yang kemudian mengakibatkan gejala GERD bisa menjadi lebih sering muncul.

Sebaliknya, refluks asam yang terjadi berulang juga dapat membuat saluran napas menjadi lebih sensitif dan memicu atau memperburuk gejala asma pada sebagian orang.

Bahkan, beberapa jenis obat asma tertentu dapat membuat otot katup antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks sehingga risiko refluks meningkat. 

Karena itulah, pada sebagian pasien, penanganan asma dan asam lambung sering kali perlu dilakukan secara bersamaan agar keluhan sesak napas dapat terkontrol dengan lebih baik.

Itu tadi 5 perbedaan sesak napas asma dan asam lambung. Dengan mengetahui perbedaannya, kamu tidak perlu panik dan segera lakukan penanganan pertama yang tepat sesuai dengan diagnosis.

Editorial Team

Related Article