Review Film Para Perasuk, Angkat Tradisi Kesambet Roh Binatang

- Film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja menyoroti tradisi kerasukan roh binatang di desa Latas, dibintangi oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun C. Sasmi, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan.
- Aksi totalitas para pemain seperti Maudy dan Angga menghadirkan koreografi serta ekspresi yang menggambarkan roh binatang dengan detail, memperkuat nuansa mistis dan budaya lokal dalam cerita.
- Visual fantasi yang megah berpadu dengan debut akting natural Anggun C. Sasmi serta pesan moral tentang kehidupan menjadikan film ini tampil segar meski ada sedikit kekurangan pada efek CGI.
Sejak awal pengumumannya, film Para Perasuk berhasil mencuri perhatian banyak orang karena dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama tanah air, mulai dari Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun C. Sasmi, Bryan Domani, hingga Chicco Kurniawan.
Tak hanya itu, film ketiga karya sutradara Wregas Bhanuteja ini mengangkat kisah unik seputar tradisi kerasukan di desa Latas. Tradisi turun-temurun tersebut membuat warga kerasukan roh binatang yang jarang sekali diangkat di cerita perfilman indonesia.
Berikut Popmama.com siap membahas lebih lanjut review film Para Perasuk.
Table of Content
Synopsis
Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota, dikenal dengan pesta kerasukan, sebuah tradisi turun-temurun yang sudah lama jadi bagian dari kehidupan dan hiburan warganya.
Ketika mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh mulai terancam digusur, Bayu (Angga Yunanda) bertekad buat jadi Perasuk Utama yang akan memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air itu.
Tapi di tengah perjalanannya, Bayu sadar bahwa ambisi saja tidak cukup buat menjadikannya Perasuk sejati, apalagi buat menyelamatkan desa yang ia cintai.
| Producer | Siera Tamihardja, Iman Usman, Amalia Fitriani |
| Writer | Wregas Bhanuteja, Alicia Angelina, Defi Mahendra |
| Age Rating | 13+ |
| Genre | Drama-Supranatural. |
| Duration | 119 Minutes |
| Release Date | 23 April |
| Theme | Spiritual, Tradisi Kerasukan |
| Production House | Rekata Studio |
| Where to Watch | Bioskop |
| Cast | Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun C. Sasmi, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, Indra Birowo, Ganindra Bimo |
Trailer
Para Perasuk
1. Maudy Ayunda mampu menampilkan agenda kerasukan roh binatang dengan sangat baik

Film Para Perasuk sejatinya murni merupakan cerita fiksi yang dituangkan oleh sutradara Wregas Bhanuteja berdasarkan pengalaman nyata sang adik di masa kecil. Para warga di desa Latas diceritakan mengikuti pesta sambetan yang membuat mereka seketika kesurupan roh binatang.
Tak hanya satu binatang, film Para Perasuk mampu membuat para aktor dan aktrisnya menjelma menjadi binatang dengan penggambaran lewat koreografi. Maudy Ayunda sendiri mempelajari hampir semua koreo roh.
Mulai dari gerakan hingga ekspresi yang ditampilkan membuat penonton terkagum karena sungguh menggambarkan binatang tertentu. Momen ketiga mempertunjukkan roh-roh binatang dalam film ini sungguh berkesan.
2. Totalitas akting Angga Yunanda sebagai Perasuk

Angga Yunanda sebagai bayu menjadi pemeran laki-laki utama di film ini. Bayu diceritakan sebagai pemain alat musik tiup tradisional Selompret. Meski masih baru sebagai perasuk, namun Bayu memiliki obsesi sebagai perasuk terbaik di desa Latas.
Yang membuat kagum ialah Angga tidak hanya berfokus memainkan alat musik saja, beberapa adegan memperlihatkan ia mencari roh binatang yang membuatnya pun harus ‘kerasukan’ dan menjelma menjadi hewan tersebut.
3. Visual yang lekat akan nuansa fantasi

Film Para Perasuk memiliki genre fantasi yang begitu kuat dan dalam. Visual yang ditampilkan sungguh terasa mahal sekaligus megah. Penonton beberapa kali diajak untuk masuk ke dalam pikiran warga yang tengah menikmati pesta sambetan
Visual yang sangat kental akan nuansa imajinasi dan fantasi terasa begitu pas. Sayangnya, ada juga adegan saat CGI dan VFX kurang terasa mulus, sehingga membuat tampilannya sedikit terganggu.
4. Debut akting Anggun C. Sasmi yang spektakuler

Menariknya, film Pera Perasuk menjadi debut akting bagi Anggun C. Sasmi. Namun, aktingnya di sini justru tidak memperlihatkan dirinya sebagai aktris pendatang baru di industri hiburan Tanah Air.
Akting Anggun sungguh terasa natural sekaligus menyatu dengan para aktor dan aktris lainnya yang jam terbangnya lebih tinggi. Tak hanya lewat ekspresi, namun Anggun juga berakting lewat suaranya yang terasa begitu mahal.
Kehadiran Anggun justru menjadi salah satu elemen penting dalam film ini. Ia sungguh tidak menunjukkan perannya sebagai Guru Asri adalah debut aktingnya, karena terlihat begitu profesional dan natural.
5. Tetap menyinggung pesan moral yang mendalam soal kehidupan

Para aktor dan aktris yang membintangi film Para Perasuk sendiri mengakui awalnya tidak paham dengan isi pikiran sang sutradara karena terlalu out of the box. Penggambaran yang rumit membuat para aktor dan aktris sempat bingung tentang bagaimana cara memvisualisasikannya.
Meski begitu, pada akhirnya, Wregas Bhatnuteja sendiri mampu membuktikan statusnya sebagai sutradara ternama Tanah Air. Secara keseluruhan, cerita Para Perasuk terasa begitu fresh dan indah.
Film ini tidak hanya berfokus pada tradisi kerasukan di desa tertentu, tetapi ada juga pesan dan nilai moral seputar kehidupan yang terasa begitu membekas di hati penonton.
Meski masih ada kurang di beberapa aspek CGI, namun penonton tetap dapat menikmati sinematografi dan koreografi yang ditampilkan karena tidak dapat ditemui di film fantasi Indonesia lainnya.
Demikian review film Para Perasuk versi Popmama.com. Kuddos buat film Para Perasuk!


















