Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Tidak Berkeringat Saat Olahraga, Apakah Normal?
Pexels/Liliana Drew
  • Tidak berkeringat saat olahraga bisa normal jika dilakukan di ruangan dingin, ber-AC, atau intensitasnya ringan karena tiap tubuh punya respons berbeda terhadap panas.
  • Keringat bukan ukuran efektivitas olahraga; fungsinya untuk mendinginkan tubuh, dan seseorang tetap bisa membakar kalori meski tidak banyak berkeringat.
  • Jika tubuh sulit berkeringat disertai gejala seperti pusing atau lemas, bisa jadi tanda gangguan seperti hipohidrosis atau anhidrosis yang perlu diperiksa medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sudah hal lumrah kalau habis olahraga apalagi yang cukup berat, tubuh mulai berkeringat. Bahkan bagi sebagian orang, keringat sering dianggap jadi semacam tolak ukur apakah olahraga yang dilakukan terasa efektif atau tidak.

Tapi ternyata, ada juga orang yang sudah rutin workout atau olahraga cukup intens, tapi tubuhnya hampir tidak berkeringat. Kondisi seperti ini malah jadi membuat khawatir yang kemudian memunculkan pertanyaan apakah normal jika tidak berkeringat saat bergerak aktif?

Dari pada bingung sendiri, coba simak penjelasan lengkap mengenai apakah normal jika tidak berkeringat saat berolahraga yang telah Popmama.com siapkan berikut ini.

Apakah Normal Jika Tidak Berkeringat Saat Berolahraga?

Pexels/Ketut Subiyanto

Jawabannya tergantung situasi. Dalam beberapa kondisi, tubuh yang minim keringat saat olahraga masih bisa dianggap normal ketika olahraga dilakukan di ruangan ber-AC, cuaca sedang dingin, atau jenis latihannya memang tidak terlalu berat.

Faktor tubuh masing-masing juga ikut berpengaruh. Ada orang yang memang secara alami punya produksi keringat lebih sedikit dibanding orang lain. Jadi, meski sama-sama olahraga, respons tubuh tiap orang memang bisa berbeda.

Sebaliknya, kondisi ini mulai perlu diperhatikan kalau tubuh sama sekali tidak berkeringat padahal sedang olahraga berat di tempat panas.

Terutama jika dibarengi keluhan seperti pusing, wajah terasa sangat panas atau memerah, mual, badan terasa lemas, sampai jantung berdebar terlalu cepat.

Kalau sudah seperti ini, tubuh mungkin sedang kesulitan mengatur suhu dengan baik.

Banyak Keringat Belum Tentu Menandakan Olahraga Lebih Efektif

Pexels/Ketut Subiyanto

Masih banyak orang mengira semakin deras keringat keluar, berarti semakin banyak lemak terbakar. Padahal, menurut Arena District Athletic Club, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Keringat sebenarnya adalah sistem pendingin alami tubuh. Saat suhu tubuh naik karena aktivitas fisik, tubuh mengeluarkan cairan supaya suhu tetap stabil. Itu berarti, fungsi utamanya bukan sebagai ukuran keberhasilan olahraga.

Seseorang tetap bisa membakar kalori cukup banyak walaupun tidak terlalu berkeringat. Misalnya saat latihan beban di ruangan dingin atau tempat dengan sirkulasi udara yang bagus.

Lingkungan dan Kondisi Tubuh Juga Punya Pengaruh Besar

Pexels/Andrea Piacquadio

Kalau kamu merasa tidak berkeringat padahal sudah bergerak aktif, coba lihat dulu kondisi sekitar.

Hospital for Special Surgery menjelaskan bahwa tingkat kebugaran seseorang ikut memengaruhi respons tubuh terhadap panas. Orang yang tubuhnya sudah terbiasa olahraga kadang punya sistem pengaturan suhu yang lebih efisien.

Everyday Health juga menyebut faktor lingkungan juga sering bikin salah paham. Misalnya udara dingin, kipas angin, atau kelembaban rendah bisa membuat sedikit keringat langsung menguap sebelum terasa di kulit.

Akibatnya, tubuh terasa tetap kering padahal sebenarnya sudah berkeringat.

Bisa Jadi Tanda Gangguan Produksi Keringat

Pexels/MART PRODUCTION

Kalau tubuh benar-benar sulit berkeringat, terutama saat cuaca panas atau olahraga berat, ada kemungkinan kondisi ini berkaitan dengan gangguan medis tertentu.

Dalam dunia medis, kondisi berkurangnya produksi keringat disebut hipohidrosis, sedangkan jika tubuh hampir tidak bisa berkeringat sama sekali disebut anhidrosis.

Melansir dari National Foundation for Ectodermal Dysplasias, pada sebagian orang, kondisi ini bisa dipengaruhi faktor bawaan sejak lahir yang membuat kelenjar keringat tidak berkembang optimal. Namun, masalah ini juga bisa muncul di kemudian hari.

Dikutip dari National Health Service, penyebabnya bisa berasal dari kerusakan saraf akibat diabetes, efek samping obat tertentu, luka bakar yang meninggalkan jaringan parut, hingga dehidrasi berat yang mengganggu kerja kelenjar keringat.

Risiko yang Bisa Terjadi Jika Tubuh Sulit Berkeringat

Pexels/Ketut Subiyanto

Keringat pada umumnya punya fungsi penting untuk membantu tubuh mendinginkan diri.

Karena itu, ketika tubuh kesulitan mengeluarkan keringat, risiko panas berlebih (overheating) bisa meningkat. Dalam kondisi tertentu, suhu tubuh dapat naik terlalu tinggi dan memicu heat exhaustion bahkan heat stroke.

Tanda-tandanya bisa berupa pusing, tubuh terasa sangat panas, lemas, mual, sakit kepala, sampai kebingungan atau sulit fokus. Jika gejala seperti ini muncul saat olahraga, sebaiknya segera berhenti, cari tempat sejuk, dan minum untuk menambah cairan tubuh.

Kapan Sebaiknya Periksa ke Dokter

Pexels/RDNE Stock project

Kalau dari dulu memang tipe yang tidak gampang berkeringat dan tidak ada keluhan apa pun, biasanya tidak perlu terlalu khawatir.

Namun, kondisi ini sebaiknya diperiksa bila sebelumnya tubuh normal berkeringat lalu tiba-tiba berubah drastis, atau jika olahraga ringan saja sudah membuat tubuh terasa terlalu panas tanpa keluar keringat sama sekali.

Apalagi kalau disertai keluhan seperti pusing, cepat lelah, kram, atau rasa tidak nyaman berulang saat aktivitas fisik. Pemeriksaan medis bisa membantu mencari tahu apakah ada gangguan saraf, efek obat, atau kondisi kesehatan lain yang memengaruhi sistem pengaturan suhu tubuh.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai apakah normal jika tidak berkeringat saat olahraga. Jangan langsung panik dan kenali dulu konteksnya, apakah memang karena faktor lingkungan dan kondisi tubuh, atau justru muncul tanda-tanda yang perlu diwaspadai.

Editorial Team

Related Article