8 Tips Menghindari Up Selling saat Belanja, Terapkan saat ke Gerai!

- Desy Umbara membagikan pengalaman terkena up selling di gerai parfum mewah, di mana produk tambahan ternyata tidak gratis seperti yang dijanjikan.
- Artikel menjelaskan bahwa up selling adalah strategi penjualan untuk mendorong pelanggan membeli produk tambahan, namun bisa merugikan jika tidak transparan.
- Terdapat delapan tips dari Popmama.com agar konsumen terhindar dari up selling, mulai dari riset harga, menetapkan anggaran, hingga menolak tawaran dengan sopan.
Up selling merupakan strategi penjualan untuk mendorong pelanggan membeli produk lain di luar yang direncanakan. Meskipun sah saja, strategi ini kerap menimbulkan pro dan kontra karena sebagian pelanggan merasa dirugikan akibat tidak transparan dalam menjelaskan di awal.
Baru-baru ini salah seorang Influencer bernama Desy Umbara (@anaknya_mas_joko) membagikan pengalamannya menjadi korban up selling di gerai salah satu parfum mewah. Disebut ia membeli sebuah parfum seharga Rp1.970.000 dengan free sabun muka.
Namun, struk belanja menunjukkan parfum sebenarnya mendapat diskon Rp349.000 dan sabun tidak gratis, dibanderol Rp504.000 dengan diskon Rp100.000. Melihat hal tersebut, jelas bahwa Desy terkena up selling karena sabun muka tersebut sebenarnya tambahan produk dan yang dibayar merupakan harga kedua barang dengan sub total Rp 1.979.000.
Agar tidak seperti contoh di atas, yuk simak 8 tips menghindari up selling saat belanja dari Popmama.com berikut ini!
Table of Content
1. Cari tahu terlebih dahulu harga produk

Sebelum membeli produk, sebaiknya Mama melakukan riset terlebih dahulu mengenai produk yang diinginkan. Mulai dari spesifikasi hingga harga produk yang tersebar di dunia maya bisa menjadi patokan saat membeli produk di toko.
Jika telah mengetahui informasi produk, Mama bisa dapat percaya diri menolak tawaran produk lain yang tidak diinginkan.
2. Tetapkan anggaran sebelum belanja

Setelah mengetahui harga produk, sebaiknya tetapkan anggaran sebelum pergi belanja. Tujuannya agar mengetahui estimasi uang yang akan dikeluarkan untuk belanja.
Hindari barang atau penawaran dengan nominal yang lebih tinggi untuk menekan pengeluaran Mama. Cara ini juga dapat menghindari tindakan implusif saat belanja.
3. Sebutkan anggaran atau budget di awal

Menyebutkan anggaran (budget) secara transparan sejak menit pertama berinteraksi dengan penjual adalah salah satu cara yang paling efektif untuk menghindari up selling.
Secara tidak langsung, penjual akan menyaring penawaran mereka di awal dan menghindari penawaran produk yang lebih mahal.
4. Tetapkan tujuan yang jelas, jangan tergoda tawaran lainnya

Sebelum memasuki toko, tekankan bahwa Mama memiliki tujuan yang jelas, yakni untuk membeli produk tertentu saja. Jangan tergoda tawaran lain untuk menghindari pembelian produk yang tidak dibutuhkan.
Ini juga untuk menghindari total belanja yang lebih besar dari anggaran yang ditentukan di awal.
5. Fokus pada total biaya, bukan selisih harga

Selama belanja dan berdiskusi dengan penjual, sebaiknya Mama fokus pada total biaya. Sering kali penjual menggunakan selisih harga untuk membuat produk terlihat lebih murah.
Jangan tergoda dengan selisih harga karena hal ini justru membuat biaya yang dikeluarkan bisa lebih tinggi.
6. Jangan merasa tidak enak, tolak dengan tegas dan sopan

Salah satu alasan utama mengapa teknik up selling begitu efektif bukan karena produknya bagus, melainkan karena sifat dasar manusia yang sungkan atau merasa tidak enak hati untuk menolak tawaran orang lain.
Untuk itu, jangan merasa tidak enak, tolak penawaran dengan tegas dan sopan. Gunakan alasan yang subjektif dan tidak bisa didebatkan.
7. Sebaiknya jangan belanja sendirian

Saat belanja sendirian, kita lebih mudah terbawa emosi atau merasa tertekan oleh argumen penjual. Kehadiran orang lain saat belanja berfungsi sebagai penyeimbang rasionalitas dan ‘rem’ agar Mama tidak impulsif.
Membawa pendamping saat belanja cukup penting untuk diajak berdiskusi jika Mama masih bingung dengan produk yang akan dibeli.
8. Jangan lihat barang lain setelah mendapat produk yang diinginkan

Setelah berhasil mendapat barang yang sesuai dengan rencana dan anggaran di awal, sebaiknya Mama segera ke kasir dan membayarkan produk. Hindari untuk melihat-lihat produk lain karena ini merupakan celah bagi penjual untuk melakukan up selling.
Jika tidak segera membayar, Mama mungkin akan meragukan pilihan awal dan merasa perlu melakukan upgrade ke barang yang lebih mahal, padahal fungsi atau fitur dasarnya sama saja.
Itu dia tips menghindari up selling saat belanja yang dapat diterapkan saat ke gerai.
Dengan perencanaan yang matang, Mama dapat terhindar dari up selling toko.
FAQ Seputar Up Selling
| Apa yang dimaksud dengan up selling? | Up selling adalah suatu strategi penjualan di mana penjual berusaha untuk meningkatkan nilai transaksi dengan menawarkan produk atau layanan tambahan kepada pelanggan yang sedang melakukan pembelian. |
| Apa bedanya up selling dengan cross selling? | Up selling fokus pada kualitas/harga yang lebih tinggi, sementara cross selling fokus pada penambahan item yang menunjang. |
| Kenapa harus up selling? | Up selling dianggap penting karena dapat membantu perusahaan dalam membangun hubungan yang lebih dalam dengan pelanggan. |


















