Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Menyimpan Obat agar Kualitasnya Terjaga dan Aman Dikonsumsi

7 Cara Menyimpan Obat COVER
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI
Intinya sih...
  • Hindari menyimpan obat di kamar mandi karena kelembapan tinggi dapat merusak struktur kimia obat.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan pertahankan kemasan aslinya untuk informasi dosis serta kedaluwarsa.
  • Tidak semua obat perlu masuk kulkas, baca label instruksi dan buang kapas penyumbat botol segera setelah dibuka.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Obat-obatan menjadi benda penting yang wajib tersedia di setiap rumah sebagai langkah pertolongan pertama saat sakit. Namun, banyak orang yang masih sembarangan dalam meletakkan kotak obat, misalnya di atas kulkas atau di dekat jendela. Padahal, cara penyimpanan yang salah dapat mengubah susunan kimia obat dan membuatnya menjadi racun atau tidak manjur lagi.

Selain menjaga efektivitasnya, penyimpanan obat yang benar juga krusial untuk mencegah keracunan yang tidak disengaja pada anak-anak atau hewan peliharaan. Agar obat tetap aman dan berkhasiat saat dibutuhkan, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara menyimpan obat yang baik dan benar sesuai standar kesehatan.

Yuk, simak panduannya!

Deretan Cara Menyimpan Obat

1. Simpan di tempat sejuk dan kering

7 Cara Menyimpan Obat 1
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Aturan dasar penyimpanan sebagian besar obat (tablet, kapsul, dan puyer), yakni dengan meletakkannya di ruangan bersuhu sejuk (sekitar 25 derajat Celcius) dan kering. Paparan panas berlebih dan cahaya matahari langsung dapat merusak struktur kimia obat dengan cepat.

Hindari meletakkan kotak obat di dekat kompor, oven, atau di ambang jendela yang terkena sinar matahari terik. Lemari di dalam kamar tidur atau laci di ruang keluarga yang tertutup biasanya menjadi lokasi yang paling ideal karena suhunya cenderung stabil sepanjang hari.

2. Jauhkan dari jangkauan anak-anak

7 Cara Menyimpan Obat 2
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Banyak obat-obatan yang memiliki warna cerah dan bentuk menarik menyerupai permen. Hal ini sangat berbahaya jika ditemukan oleh anak kecil yang memiliki rasa ingin tahu tinggi. Keracunan obat akibat ketidaksengajaan menjadi salah satu kasus kecelakaan rumah tangga yang paling sering terjadi.

Pastikan lemari obat diletakkan di posisi yang tinggi dan sulit dijangkau oleh anak-anak. Jika memungkinkan, gunakan kotak obat yang memiliki kunci pengaman khusus (child-proof lock). Jangan pernah meninggalkan obat tergeletak di meja makan atau nakas tempat tidur meski hanya sebentar.

3. Jangan simpan di kamar mandi

7 Cara Menyimpan Obat 3
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Meskipun lemari obat (medicine cabinet) sering kali didesain menempel pada cermin wastafel kamar mandi, sebenarnya ini menjadi tempat terburuk untuk menyimpan obat. Kamar mandi memiliki tingkat kelembapan yang sangat tinggi dan fluktuasi suhu yang drastis akibat penggunaan air panas shower.

Uap air dan panas di kamar mandi dapat menyusup ke dalam kemasan obat, membuat tablet menjadi lunak, hancur, atau berjamur sebelum masa kedaluwarsanya habis. Sebaiknya, pindahkan stok obat-obatan ke tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan bebas dari lembap.

4. Pertahankan dalam kemasan aslinya

7 Cara Menyimpan Obat 4
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Sering kali orang memindahkan obat ke wadah lain agar terlihat rapi atau estetik. Padahal, menyimpan obat dalam kemasan aslinya (botol, strip, atau blister) sangat penting. Kemasan asli biasanya dirancang khusus untuk melindungi obat dari cahaya dan udara, serta memuat informasi vital.

Informasi seperti tanggal kedaluwarsa, dosis pemakaian, dan instruksi efek samping tercantum pada label kemasan asli. Jika kemasan dibuang, risiko salah minum obat atau mengonsumsi obat yang sudah basi akan meningkat karena tidak adanya panduan yang jelas saat hendak dikonsumsi.

5. Buang kapas penyumbat botol setelah dibuka

7 Cara Menyimpan Obat 5
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Beberapa obat dalam bentuk botol sering kali menyertakan gumpalan kapas di bagian atasnya. Fungsi kapas ini hanyalah untuk menahan tablet agar tidak terguncang dan hancur selama proses pengiriman dari pabrik ke tangan konsumen.

Segera setelah segel botol dibuka, kapas tersebut harus dibuang. Jika kapas tetap dibiarkan di dalam botol yang sudah terbuka, kapas tersebut akan menarik kelembapan dari udara dan memerangkapnya di dalam botol, yang justru dapat merusak kualitas obat.

6. Perhatikan obat yang harus masuk kulkas

7 Cara Menyimpan Obat 6
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Tidak semua obat boleh disimpan di suhu ruang, ada beberapa jenis obat cair atau injeksi yang wajib disimpan di dalam kulkas (chiller) agar tidak rusak. Contohnya adalah beberapa jenis antibiotik cair, insulin, obat wasir (suppositoria), atau obat tetes mata tertentu.

Namun, pastikan untuk membaca labelnya terlebih dahulu. Jangan asal memasukkan semua obat ke kulkas karena suhu dingin juga bisa merusak obat sirup tertentu (mengkristal) atau tablet. Simpan obat kulkas di dalam wadah terpisah agar tidak terkontaminasi oleh aroma makanan.

7. Rutin cek tanggal kedaluwarsa

7 Cara Menyimpan Obat 7
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Menyimpan obat bukan berarti menimbunnya selamanya. Lakukan pemeriksaan rutin alias decluttering kotak obat setidaknya setiap enam bulan sekali. Pisahkan obat-obatan yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa, yang labelnya sudah hilang, atau yang bentuk fisik dan warnanya sudah berubah.

Jangan membuang obat kedaluwarsa sembarangan ke tempat sampah atau menyiramnya ke toilet karena bisa mencemari lingkungan. Hancurkan tablet terlebih dahulu dan campur dengan tanah atau ampas kopi sebelum dibuang ke plastik tertutup, atau serahkan ke apotek/puskesmas yang menerima limbah obat.

Itulah beberapa cara menyimpan obat yang tepat di rumah. Dengan tata kelola penyimpanan yang baik, kualitas obat akan tetap terjaga, sehingga bisa bekerja efektif memulihkan kesehatan saat dibutuhkan.

FAQ Menyimpan Obat

Berapa lama obat sirup boleh disimpan setelah segel dibuka?

Rata-rata obat sirup hanya bertahan sekitar 1 bulan setelah segel dibuka, meskipun tanggal kedaluwarsa di botol masih lama. Tanggal expired yang tercetak hanya berlaku untuk kemasan yang belum dibuka. Sebaiknya catat tanggal pembukaan pada botol.

Apakah obat tablet boleh dipotong setengah lalu disimpan kembali?

Sebaiknya tidak. Tablet yang sudah dipotong atau digerus pelindungnya sudah terbuka dan akan cepat bereaksi dengan udara (oksidasi). Jika harus memotong obat, segera konsumsi potongannya dan jangan disimpan lama.

Kenapa obat tidak boleh disimpan di dalam mobil?

Suhu di dalam mobil yang diparkir bisa meningkat drastis (sangat panas) dalam waktu singkat. Panas ekstrem ini bisa melelehkan kapsul, merusak zat aktif obat, dan membuatnya tidak aman lagi untuk dikonsumsi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Kebiasaan yang Memicu Osteoporosis, Hati-Hati Ma!

05 Jan 2026, 20:30 WIBLife