- Potong galon menjadi dua bagian secara horizontal tepat di bagian tengahnya menggunakan cutter atau gunting besar.
- Lubangi tutup galon dan area leher galon menggunakan paku panas atau solder untuk jalur akar dan sumbu kain.
- Masukkan kain flanel atau kain bekas yang menyerap air melalui lubang tutup galon hingga menjuntai ke bawah.
- Balikkan bagian atas galon (posisi mulut botol di bawah) dan masukkan ke dalam potongan bagian bawah galon yang sudah diisi air.
- Isi bagian atas dengan media tanam dan tanaman, pastikan kain flanel menyentuh tanah agar air bisa meresap naik.
Kreatif! Ini 7 DIY Galon Bekas Air Mineral untuk Pot Tanaman

- Galon bekas bisa diubah menjadi berbagai jenis pot fungsional seperti pot gantung, pot dinding, hingga hidroponik.
- Teknik self-watering dengan kain flanel dan galon bekas sangat membantu menjaga kelembapan tanaman bagi pemilik yang sibuk.
- Penambahan cat, kaki kayu, atau pembentukan pola karakter hewan dapat menghilangkan kesan "sampah" dan membuat pot terlihat estetik.
Berkebun di rumah kini menjadi hobi yang semakin digemari banyak orang. Selain menyegarkan mata, kehadiran tanaman hijau juga membuat udara di sekitar rumah menjadi lebih bersih. Namun, hobi ini sering kali terkendala oleh mahalnya harga pot tanaman yang estetik di pasaran.
Sebagai solusi hemat dan ramah lingkungan, galon bekas air mineral bisa dimanfaatkan menjadi pot tanaman yang cantik. Dengan sedikit kreativitas, galon plastik yang kaku bisa diubah menjadi berbagai model pot, mulai dari sistem irigasi otomatis hingga pot gantung yang hemat tempat.
Nah, kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa DIY galon bekas air mineral untuk pot tanaman.
Yuk, cek referensinya!
Kumpulan DIY Galon Bekas Air Mineral untuk Pot Tanaman
1. Pot sistem sumbu atau self-watering

Pot jenis ini sangat cocok bagi mereka yang sering lupa menyiram tanaman. Sistem sumbu memanfaatkan kapilaritas kain flanel untuk menyerap air dari penampungan di bawah ke media tanam di atas, menjaga kelembapan tanah tetap stabil.
Berikut cara membuatnya, antara lain:
2. Pot karakter hewan lucu

Untuk membuat kegiatan berkebun lebih menyenangkan bagi anak-anak, galon bekas bisa dibentuk menjadi karakter hewan seperti kucing, babi, atau beruang. Pot ini sangat manis diletakkan di teras atau balkon.
Berikut cara membuatnya, antara lain:
- Gambar pola telinga hewan (segitiga untuk kucing, bulat untuk beruang) di bagian badan galon menggunakan spidol sebelum dipotong.
- Potong galon mengikuti pola garis yang sudah digambar sehingga terbentuk siluet kepala hewan dengan dua telinga di bagian atas.
- Buat beberapa lubang kecil di bagian dasar galon menggunakan paku panas sebagai saluran pembuangan air (drainase).
- Cat seluruh permukaan luar galon menggunakan cat akrilik atau cat semprot sesuai warna hewan yang diinginkan dan biarkan kering.
- Gambar detail wajah seperti mata, hidung, dan kumis menggunakan spidol permanen hitam atau kuas kecil agar karakter hewan terlihat hidup.
3. Pot gantung vertikal

Jika lahan di rumah terbatas, pot gantung vertikal adalah solusinya. Galon bekas bisa digantung di pagar atau dinding untuk menanam sayuran daun seperti selada, pakcoy, atau tanaman hias gantung.
Berikut cara membuatnya, antara lain:
- Rebahkan galon secara horizontal, lalu buat lubang persegi panjang yang cukup besar di salah satu sisi badan galon sebagai tempat menanam.
- Buat lubang-lubang kecil di sisi sebaliknya (bagian bawah saat digantung) agar air siraman tidak menggenang di dalam galon.
- Lubangi bagian leher dan bagian pantat galon, lalu masukkan tali tambang atau kawat tebal yang kuat sebagai gantungan.
- Cat galon dengan warna-warna cerah agar terlihat menarik saat digantung berjejer di dinding taman.
- Isi galon dengan tanah subur hingga setengah penuh dan tanam bibit sayuran atau bunga dengan jarak yang rapi.
4. Pot hidroponik sederhana

Galon bekas juga sangat populer digunakan sebagai wadah hidroponik sistem Wick atau sistem sumbu apung. Wadah ini cocok untuk menanam sayuran tanpa tanah yang bersih dan higienis.
Berikut cara membuatnya, antara lain:
- Cat seluruh permukaan luar galon dengan warna gelap (hitam atau biru tua) untuk mencegah sinar matahari masuk yang bisa memicu pertumbuhan lumut di dalam air nutrisi.
- Potong bagian atas galon, lalu balikkan bagian atas tersebut (mulut di bawah) untuk dijadikan dudukan netpot atau media tanam.
- Alternatif lain adalah memotong styrofoam lembaran berbentuk lingkaran seukuran diameter galon, lalu lubangi styrofoam tersebut untuk menaruh netpot kecil.
- Isi bagian bawah galon dengan larutan air nutrisi AB Mix hingga menyentuh dasar netpot atau kain flanel.
- Letakkan bibit tanaman yang sudah disemai di dalam netpot dan pastikan akarnya atau sumbunya menyentuh air nutrisi.
5. Pot dinding tempel setengah lingkaran

Kreasi ini memanfaatkan satu galon untuk menjadi dua pot sekaligus. Model ini sangat efisien tempat karena bisa ditempelkan rata pada tembok pagar atau dinding taman belakang.
Berikut cara membuatnya, antara lain:
- Potong galon secara vertikal dari atas ke bawah menjadi dua bagian yang sama besar, sehingga menghasilkan dua bentuk setengah tabung.
- Haluskan pinggiran bekas potongan yang tajam menggunakan amplas atau lapisi dengan selotip kain agar aman saat dipegang.
- Buat dua lubang di bagian punggung galon (sisi yang rata) untuk tempat paku atau sekrup saat akan ditempelkan ke dinding.
- Jangan lupa membuat lubang drainase di bagian dasar pot agar air tidak menumpuk yang bisa menyebabkan akar busuk.
- Cat galon dengan warna senada dengan tembok atau warna kontras, lalu pasang di dinding dan isi dengan tanaman hias menjuntai.
6. Pot model bunga mekar

Alih-alih memotong rata, pinggiran galon bisa dibentuk melengkung menyerupai kelopak bunga yang sedang mekar. Bentuk ini memberikan kesan elegan dan tidak kaku seperti galon biasa.
Berikut cara membuatnya, antara lain:
- Gambar pola gelombang atau kelopak bunga berukuran besar melingkari bagian tengah badan galon menggunakan spidol.
- Potong galon mengikuti garis pola gelombang tersebut dengan hati-hati menggunakan cutter atau gunting seng.
- Panaskan sedikit bagian kelopak plastik tersebut menggunakan heat gun atau korek api (jarak jauh), lalu tekuk sedikit ke arah luar agar terlihat seperti bunga mekar.
- Buat lubang drainase di bagian bawah galon untuk sirkulasi air yang baik bagi tanaman.
- Warnai setiap kelopak dengan gradasi warna yang berbeda untuk menambah nilai estetika pot bunga tersebut.
7. Pot kaki kayu minimalis

Untuk tampilan yang lebih modern dan kekinian ala scandinavian style, galon bekas bisa dipadukan dengan kaki-kaki kayu sederhana. Pot ini cocok diletakkan di sudut ruang tamu atau kamar tidur.
Berikut cara membuatnya, antara lain:
- Potong bagian atas galon hingga tersisa 3/4 bagian bawah, lalu cat seluruh permukaannya dengan warna putih matte atau abu-abu.
- Siapkan tiga atau empat batang kayu bulat (dowels) atau kaki kursi bekas yang sudah diamplas halus dan divarnis.
- Tempelkan kaki-kaki kayu tersebut pada bagian bawah galon menggunakan lem konstruksi atau lem tembak yang sangat kuat.
- Pastikan jarak antar kaki seimbang agar pot bisa berdiri tegak dan kokoh menopang beban tanah.
- Masukkan tanaman hias indoor yang sudah ditaruh di pot plastik lain ke dalam pot galon ini (dijadikan sebagai cover pot), atau lubangi galon jika ingin menanam langsung.
Itulah beberapa ide DIY galon bekas air mineral untuk tanaman yang bisa dicoba. Memanfaatkan barang bekas tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga menjadi langkah kecil untuk menyelamatkan lingkungan.
Selamat berkebun ya, Ma!
FAQ DIY Pot Galon
| Apakah perlu melubangi bagian bawah galon? | Sangat perlu, kecuali untuk sistem hidroponik atau cover pot. Tanaman yang ditanam di media tanah membutuhkan lubang drainase untuk membuang kelebihan air. Jika air menggenang di dalam galon, akar tanaman akan cepat membusuk dan mati. |
| Cat apa yang aman dan awet untuk pot galon outdoor? | Untuk pot yang diletakkan di luar ruangan dan terkena panas hujan, sebaiknya gunakan cat minyak (synthetic enamel) atau cat semprot kualitas bagus. Cat akrilik biasa bisa digunakan tetapi harus dilapisi coating anti-air agar tidak cepat pudar atau mengelupas. |
| Tanaman apa yang cocok untuk pot galon? | Dikarenakan ukurannya cukup besar dan dalam, pot galon cocok untuk tanaman sayur (cabai, tomat, terong), tanaman hias berakar serabut (Aglaonema, Monstera kecil), hingga tanaman buah dalam pot (Tabulampot) ukuran bibit. |


















