Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Fakta Ikan Besi, Bantu Tambah Zat Besi dan Cegah Anemia
Popmama.com/Dariel Dwiky Aulia/AI
  • Ikan besi bekerja dengan cara melarutkan sebagian kecil zat besi ke dalam makanan saat dimasak, sehingga menambah kandungan mineral dalam hidangan.

  • Penelitian menunjukkan penggunaannya dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin, tetapi efeknya dipengaruhi banyak faktor seperti jenis makanan dan lama memasak.

  • Ikan besi bukan pengganti makanan kaya zat besi atau suplemen medis, melainkan strategi tambahan untuk mendukung pencegahan anemia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kekurangan zat besi masih menjadi salah satu masalah gizi paling umum di dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini sering terjadi pada perempuan usia produktif, ibu hamil, remaja putri, hingga anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Dampaknya tidak bisa dianggap sepele karena defisiensi zat besi dapat menyebabkan anemia, mudah lelah, sulit konsentrasi, hingga menurunnya daya tahan tubuh. Selain memperbaiki pola makan dan mengonsumsi suplemen sesuai anjuran medis, ada satu metode sederhana yang mulai banyak dibahas, yaitu menggunakan ikan besi saat memasak.

Produk ini dikenal secara global sebagai Lucky Iron Fish dan telah diteliti dalam berbagai studi kesehatan masyarakat sebagai strategi tambahan untuk membantu meningkatkan asupan zat besi secara praktis dan terjangkau.

Nah, dalam artikel ini Popmama.com telah megumpulkan beberapa fakta ikan besi.

Yuk, Ma disimak!

Kumpulan Fakta Ikan Besi

1. Ikan besi bukan untuk dimakan, melainkan dimasukkan saat memasak

Popmama.com/Dariel Dwiky Aulia/AI

Ikan besi adalah alat kecil berbahan dasar besi padat yang dimasukkan ke dalam rebusan makanan atau air selama proses memasak. Ketika terkena panas dan cairan, sebagian kecil partikel besi akan larut ke dalam makanan.

Besi yang terlarut inilah yang kemudian ikut dikonsumsi bersama makanan tersebut. Bentuknya yang menyerupai ikan dibuat agar lebih mudah diterima secara budaya di beberapa negara Asia, namun fungsinya murni sebagai alat bantu fortifikasi alami melalui proses memasak.

2. Cara kerjanya mirip dengan memasak menggunakan panci besi

Popmama.com/Dariel Dwiky Aulia/AI

Secara prinsip ilmiah, mekanisme ikan besi sama dengan memasak menggunakan peralatan berbahan besi cor. Ketika makanan dimasak dalam wadah besi, terutama dalam kondisi panas dan berair, ion besi dapat berpindah ke dalam makanan.

Proses ini dikenal sebagai pelepasan mineral akibat reaksi kimia antara logam, panas, dan cairan. Oleh karena itu, penggunaan ikan besi sebenarnya merupakan bentuk sederhana dari teknik peningkatan kandungan zat besi yang sudah lama terjadi pada metode memasak tradisional.

3. Penelitian menunjukkan bisa meningkatkan kadar hemoglobin

Popmama.com/Dariel Dwiky Aulia/AI

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat masak berbahan besi dapat meningkatkan kandungan zat besi dalam makanan dan berdampak pada perbaikan status hemoglobin.

Salah satu publikasi dalam Nepal Journal of Epidemiology melaporkan bahwa penggunaan alat masak berbasis besi dalam jangka waktu tertentu berhubungan dengan peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok yang mengalami risiko anemia defisiensi besi.

Temuan ini memperkuat bahwa transfer besi dari alat masak ke makanan memang memiliki dampak biologis yang terukur.

4. Jumlah zat besi yang larut sangat bervariasi

Popmama.com/Dariel Dwiky Aulia/AI

Walau menjanjikan, jumlah zat besi yang larut ke dalam makanan tidak selalu sama setiap kali memasak. Variasi ini dipengaruhi oleh lama waktu memasak, jenis makanan yang dimasak, tingkat keasaman cairan, serta kondisi permukaan besi itu sendiri.

Makanan yang mengandung unsur asam seperti tomat atau tambahan perasan lemon cenderung membantu pelepasan besi lebih banyak. Dikarenakan variabilitas ini cukup besar, ikan besi tidak bisa dijadikan satu-satunya strategi penanganan anemia.

5. Lebih efektif jika digunakan secara konsisten

Popmama.com/Dariel Dwiky Aulia/AI

Efek peningkatan zat besi akan lebih terasa bila ikan besi digunakan secara rutin dalam jangka waktu panjang. Penggunaan yang sporadis atau tidak konsisten membuat kontribusinya terhadap total asupan zat besi harian menjadi kecil.

Dalam konteks kesehatan masyarakat, pendekatan ini dipandang sebagai strategi pendukung yang murah dan mudah diterapkan, terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap suplemen zat besi atau sumber pangan hewani yang cukup.

6. Bukan pengganti makanan kaya zat besi

Freepik

Meskipun membantu menambah kandungan mineral dalam masakan, ikan besi tetap tidak menggantikan kebutuhan zat besi dari makanan utama. Sumber zat besi heme seperti daging merah dan hati memiliki tingkat penyerapan yang lebih tinggi dibandingkan zat besi non heme dari sumber nabati atau dari alat masak besi.

Oleh karena itu, pendekatan terbaik tetaplah mengutamakan pola makan bergizi seimbang, dengan kombinasi protein hewani, sayuran hijau serta asupan vitamin C untuk meningkatkan penyerapan.

7. Tetap perlu evaluasi dan suplementasi bila diperlukan

Freepik/jcomp

Bagi perempuan usia produktif, ibu hamil, atau individu dengan kadar hemoglobin rendah, penggunaan ikan besi sebaiknya tidak menggantikan evaluasi medis. Jika anemia sudah terdiagnosis, terapi utama tetap berupa suplementasi zat besi sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Ikan besi dapat menjadi tambahan yang mendukung, tetapi bukan terapi definitif. Pada akhirnya, pencegahan dan penanganan anemia tetap harus kembali pada pola makan seimbang, kebiasaan makan yang tepat, serta intervensi medis bila dibutuhkan.

Itulah beberapa fakta ikan besi. Ikan besi dapat menjadi solusi sederhana dan terjangkau untuk membantu meningkatkan asupan zat besi melalui proses memasak sehari-hari. Sejumlah penelitian, termasuk yang dipublikasikan dalam Nepal Journal of Epidemiology, seolah menunjukkan adanya peningkatan kandungan zat besi dalam makanan serta perbaikan kadar hemoglobin pada penggunaan yang konsisten.

Namun, karena jumlah zat besi yang larut dapat bervariasi, metode ini tetap sebaiknya diposisikan sebagai strategi pendukung, bukan terapi utama. Pola makan bergizi seimbang, konsumsi sumber zat besi yang berkualitas, serta konsultasi medis tetap menjadi fondasi utama dalam mencegah dan menangani anemia defisiensi besi.

FAQ Seputar Ikan Besi

Apakah ikan besi aman digunakan setiap hari?

Secara umum aman digunakan setiap hari selama dipakai sesuai petunjuk dan dijaga kebersihannya. Namun, bagi individu dengan kondisi medis tertentu seperti gangguan metabolisme besi, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Apakah semua masakan bisa menggunakan ikan besi?

Paling efektif digunakan pada masakan berkuah atau cair. Penambahan sedikit bahan asam seperti tomat atau perasan lemon dapat membantu meningkatkan pelepasan zat besi ke dalam makanan.

Apakah ikan besi bisa menggantikan suplemen zat besi?

Tidak. Untuk kasus anemia yang sudah terdiagnosis, suplemen zat besi sesuai anjuran dokter tetap menjadi terapi utama. Ikan besi hanya berfungsi sebagai pendukung peningkatan asupan harian.

Editorial Team