Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kucing Bisa Terkena Panleu?
Magnific/wirestock
  • Panleukopenia disebabkan oleh Feline Parvovirus (FPV) yang menyerang sel tubuh kucing, menurunkan daya tahan, dan mudah menular lewat cairan tubuh maupun kontak tidak langsung.

  • Anak kucing dengan sistem imun belum sempurna serta yang belum divaksin memiliki risiko tinggi tertular panleu karena tubuhnya belum mampu melawan infeksi virus secara optimal.

  • Lingkungan padat, kandang kotor, dan tidak mengisolasi kucing sakit dapat mempercepat penyebaran virus, makanya kebersihan serta vaksinasi rutin jadi langkah penting untuk mencegah penularan ke kucing sehat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Panleukopenia atau yang sering disebut panleu merupakan penyakit serius pada kucing. Virus ini menyerang sel-sel tubuh yang berkembang dengan cepat, seperti sel sumsum tulang, usus, dan jaringan limfoid, sehingga dapat menurunkan daya tahan tubuh kucing secara drastis.

Kucing yang terinfeksi akan mengeluarkan virus melalui feses, urine, air liur, hingga muntahan. Lebih menakutkannya, virus ini sangat mudah menyebar ke kucing yang sehat lewat kontak langsung maupun tidak langsung dalam waktu yang cepat apabila kucing tersebut berada di lingkungan yang sama.

Namun, yang menjadi pertanyaan ialah kenapa kucing bisa terkena panleu? Untuk mengetahui lengkapnya, Popmama.com akan membagikan informasinya lewat artikel di bawah ini.

Simak hingga akhir, ya!

1. Dipicu oleh Feline Parvovirus (FPV)

Freepik

Berdasarkan data dari Journal of Feline Medicine and Surgery, panleukopenia atau juga dikenal dengan istilah feline distemper ini dipicu oleh Feline Parvovirus (FPV). Karakteristik utama penyakit ini adalah merosotnya jumlah sel darah putih, disertai dengan kerusakan pada sistem pencernaan, saraf, serta imunitas kucing. 

Feline Parvovirus bekerja dengan cara menyerang dan mematikan sel-sel yang tumbuh dan membelah secara cepat, termasuk sel-sel di area sumsum tulang, saluran pencernaan, hingga janin pada kucing yang tengah mengandung.

2. Tertular saat masih dalam kandungan

Magnific/rawpixel-com

Virus panleu dapat ditularkan oleh induk kucing yang sedang hamil kepada janinnya. Jika infeksi terjadi di awal kehamilan, risikonya adalah kematian janin di dalam kandungan. 

Namun, jika penularan baru terjadi menjelang akhir masa kehamilan, anak kucing berpotensi lahir dengan kelainan otak akibat terganggunya proses perkembangan organ tersebut. Kondisi ini dipicu oleh serangan parvovirus yang merusak pembentukan otak janin. 

Akibatnya, anak kucing yang selamat sering kali mengalami cacat permanen, gangguan tumbuh kembang, hingga kesulitan bergerak. Selain lewat kandungan, penularan virus ini juga bisa terjadi pasca-kelahiran melalui ASI induk kucing yang telah terinfeksi.

3. Sistem imun anak kucing belum sempurna

Magnific/kamchatka

Anak kucing berusia sekitar 2 hingga 6 bulan menjadi kelompok yang paling rentan terkena panleu. Pada usia tersebut, sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang secara optimal sehingga lebih sulit melawan infeksi virus.

Selain itu, antibodi yang diperoleh dari induknya juga mulai menurun seiring bertambahnya usia. Jika belum mendapatkan vaksin saat masa transisi tersebut, peluang anak kucing terkena panleu akan semakin besar.

4. Belum vaksinasi

Magnific/kuritafsheen77

Salah satu alasan utama kucing bisa terkena panleu karena belum mendapatkan vaksinasi. Dengan vaksin, tubuh kucing dapat membentuk antibodi yang mampu melawan infeksi Feline Parvovirus (FPV) sebelum virus berkembang menjadi penyakit.

Anak kucing yang belum memasuki jadwal vaksin atau kucing dewasa yang tidak pernah divaksin memiliki risiko jauh lebih tinggi dibandingkan kucing yang telah mendapatkan vaksin rutin.

Oleh karena itu, vaksinasi menjadi langkah pencegahan paling efektif terhadap panleu.

5. Berasal dari tempat dengan populasi kucing yang padat

Magnific/wirestock

Bagi kucing yang tinggal di shelter, pet shop, tempat penitipan, atau rumah dengan banyak kucing, risiko terkena panleu akan jadi lebih tinggi. Ini karena padatnya populasi kucing di salah satu tempat tersebut membuat virus lebih mudah berpindah dari satu kucing ke kucing lainnya.

Kalau ada satu kucing yang terinfeksi tapi tidak segera diisolasi, penyebaran virusnya dapat berlangsung sangat cepat. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi rutin menjadi prosedur penting di tempat dengan populasi kucing yang tinggi.

6. Lingkungan terkontaminasi virus

Freepik

Penyebaran virus panleu bersumber dari urine, kotoran, dan ingus kucing yang sakit. Kucing yang sehat bisa tertular jika terpapar cairan tubuh tersebut atau akibat gigitan kutu dari kucing yang terinfeksi. 

Virus panleu terkenal memiliki daya tahan yang sangat kuat di lingkungan. Walau masa penularan aktif dari kucing yang sakit tergolong singkat (hanya 1–2 hari), virus ini mampu bertahan di lantai, kandang, mangkuk makan, hingga perlengkapan bermainnya hingga setahun apabila tidak dibersihkan dengan disinfektan yang tepat.

Kucing yang masuk ke lingkungan tersebut tetap dapat tertular meski tak pernah bertemu langsung dengan kucing yang terinfeksi panleu. Oleh karena itu, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran panleu.

7. Kontak dengan kucing yang terinfeksi panleu

Magnific/wirestock

Kucing yang terkena panleu dapat dengan mudah menularkan ke kucing yang sehat. Kontak penularannya bukan cuma lewat kontak fisik, tapi juga bisa saat mereka tempat makan, kotak pasir, kandang yang sama, atau bahkan ketika saling menjilat tubuh.

Bukan hanya kontak langsung antara kucing saja, manusia pun bisa saja menjadi media penyebaran virus lewat pakaian, tangan, atau alas kaki apabila sebelumnya bersentuhan dengan kucing yang terinfeksi. Inilah sebabnya isolasi kucing sakit sangat penting dilakukan.

8. Kebersihan kandangnya kurang terjaga

Freepik

Jika di rumah Mama punya kandang kucing tapi jarang sekali dibersihkan, kandang tersebut bisa menjadi tempat berkembangnya berbagai bakteri maupun virus, termasuk Feline Parvovirus. Sisa kotoran atau muntahan dari kucing yang terinfeksi bisa menjadi sumber penularan apabila tidak segera dibersihkan.

Oleh karena itu, Mama disarankan rutin membersihkan kandang sekaligus tempat makan, tempat minum, kotak pasir kucing menggunakan disinfektan yang efektif membunuh virus agar risiko infeksi dapat diminimalkan.

9. Tak segera mengisolasi kucing yang sakit

Magnific/arthurhidden

Jangan biarkan kucing yang menunjukkan gejala panleu dibiarkan begitu saja berinteraksi dengan kucing lainnya yang masih sehat. Sebab risiko penyebaran virus ini dapat meningkat secara signifikan kalau diabaikan. Virus panleu akan terus dikeluarkan lewat cairan tubuh kucing, sehingga lingkungan sekitar menjadi terkontaminasi.

Untuk itu, penting untuk mengisolasi kucing yang sakit, segera membawanya ke dokter hewan, serta melakukan disinfeksi menyeluruh untuk memutus rantai penularan. Penanganan sejak dini juga dapat meningkatkan peluang kesembuhan kucing yang terinfeksi.

Itulah informasi terkait kenapa kucing bisa terkena panleu. Bagi para pemilik kucing, jangan meremehkan virus ini karena risikonya sangat mematikan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article