Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Junk Journal? Ini Pengertian dan Cara Membuatnya

Apa Itu Junk Journal? Ini Pengertian dan Cara Membuatnya
Pexels/ansiveg
Intinya Sih
  • Junk journal adalah buku buatan tangan dari bahan bekas yang digunakan sebagai wadah ekspresi bebas tanpa aturan, bisa untuk menulis, menggambar, atau menyimpan kenangan pribadi.
  • Aktivitas membuat junk journal membantu meredakan stres, melatih kreativitas, mengurangi sifat perfeksionis, serta mendukung gaya hidup ramah lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas.
  • Proses pembuatannya meliputi pengumpulan bahan bekas, pembuatan sampul dari kardus, penyusunan dan penjilidan halaman secara manual, lalu menghiasnya sesuai imajinasi dan selera pribadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah kamu merasa lelah dengan tuntutan untuk selalu tampil sempurna, bahkan saat menulis buku harian? Terkadang, melihat halaman buku tulis yang kosong, bersih, dan mahal justru membuat kita merasa bosan. 

Jika kamu merasa seperti itu dan butuh variasi, mungkin ada baiknya kamu mencoba junk journal. Tidak seperti jurnal tradisional yang menuntut kerapian dan struktur yang kaku, gaya journaling yang satu ini justru memberikan kebebasan penuh kepada yang membuatnya dai segi bentuk dan artistiknya 

Buat kamu yang penasaran dengan cara ini serta cara membuatnya, berikut Popmama.com mengulas apa itu junk journal? Yuk, simak sampai habis!

Table of Content

Pengertian Junk Journal

Pengertian Junk Journal

Apa Itu Junk Journal
Pexels/hello aesthe

Mengutip dari Red River Catalog, junk journal pada dasarnya adalah sebuah buku buatan tangan yang diciptakan dari berbagai macam material bekas atau barang-barang temuan yang sering kali kita anggap sebagai tumpukan kertas tak berguna. 

Ini merupakan seni menyatukan potongan-potongan kehidupan sehari-hari menjadi sebuah buku yang penuh memori.

Dilansir dari Lori Greenberg, daya tarik utama dari aktivitas ini adalah kebebasan dalam melakukannya. Tidak ada aturan baku tentang bagaimana sebuah junk journal harus terlihat atau berfungsi. 

Kamu bebas menggunakannya sebagai buku harian untuk mencatat perasaan, tempat merencanakan jadwal (planner), buku sketsa acak, atau tempat menempelkan benda-benda kenangan visual (memory keeping). 

Intinya, ini adalah wadah berekspresi tanpa batas di mana kamu adalah penulis, editor, dan senimannya sekaligus.

Manfaat Membuat Junk Journal

Apa Itu Junk Journal
Pexels/melanfolia меланфолія

Mengutip dari Journaling Dan, berikut adalah beberapa yang bisa kamu rasakan:

  • Meredakan stres dan kecemasan: Aktivitas menggunting, menempel, dan menyusun tata letak halaman sangat ampuh untuk melatih mindfulness. Saat kamu fokus pada proses kreatif yang menggunakan tangan, pikiran-pikiran yang memicu kecemasan akan perlahan mereda.
  • Mendobrak sifat perfeksionis: Jika kamu sering merasa takut salah, junk journaling adalah terapi yang tepat. Karena material dasarnya adalah "barang bekas", kamu tidak akan merasa bersalah jika melakukan kesalahan. Coretan yang berantakan atau tempelan yang miring justru menambah nilai estetika (vintage dan grungy) pada jurnalmu.
  • Melatih kreativitas tanpa batas: Kamu ditantang untuk melihat potensi keindahan dari benda-benda yang biasa diabaikan. Otak akan terus distimulasi untuk memikirkan komposisi warna, tekstur, dan cerita di balik setiap halaman.
  • Ramah kantong dan lingkungan: Kamu tidak perlu membeli buku atau alat tulis mahal. Dengan memanfaatkan barang bekas, kamu turut serta dalam gerakan upcycling yang mengurangi sampah kertas di lingkungan sekitar.

Bahan-Bahan yang Digunakan

Apa Itu Junk Journal
Pexels/Bade Saba

Mengutip Red River Catalog, berikut adalah bahan-bahan (ephemera) yang bisa kamu kumpulkan:

  • Kertas bekas berkualitas: Kertas kado sisa, halaman buku tua yang sudah rusak, kertas koran, lembaran partitur musik, hingga kertas buram.
  • Material sampul yang kuat: Kotak sereal, kardus sepatu, atau sampul buku lama yang sudah tidak terpakai sangat cocok dijadikan fondasi utama buku.
  • Benda sehari-hari: Barang yang bekas dipakai dari luar atau dalam keseharian seperti tiket bioskop, struk belanja yang unik, amplop surat tagihan, label teh celup, prangko bekas, atau brosur tempat wisata.
  • Elemen dekoratif: Potongan kain perca, pita tua, kancing baju, renda, stiker, dan washi tape untuk menambah tekstur.
  • Alat tulis kantor: Lem kertas, gunting, penggaris, serta jarum dan benang tebal untuk menjilid.

Cara Membuat Junk Journal

Apa Itu Junk Journal
Pexels/Danyale R Zink

Berikut langkah-langkah dasar yang bisa kamu ikuti:

  • Kumpulkan dan sortir bahan: Mulailah dengan mengumpulkan berbagai kertas dan ephemera yang sudah kamu cari. Kelompokkan berdasarkan tema warna atau sekadar ukurannya agar memudahkan proses penyusunan nanti.
  • Buat sampul (Cover): Potong kardus bekas sereal sesuai dengan ukuran buku yang kamu inginkan. Lipat menjadi dua bagian. Kamu bisa melapisinya dengan kain perca, kertas kado, atau bahkan sisa wallpaper dinding agar terlihat cantik dari luar.
  • Susun halaman: Ambil kertas-kertas bekas yang sudah disiapkan, lalu lipat menjadi dua. Tumpuk beberapa kertas lipat tersebut menjadi satu buku kecil yang disebut signature. Dalam satu junk journal, kamu bisa memasukkan 2 hingga 4 signature tergantung pada ketebalan yang diinginkan.
  • Jilid buku secara manual: Gunakan jarum besar dan benang tebal untuk menjahit signature ke bagian tengah sampul kardus yang sudah kamu buat. Kamu bisa mencari tutorial pamphlet stitch di internet, yaitu teknik menjilid tiga lubang yang paling mudah untuk pemula.
  • Mulai menghias dan mengisi: Setelah buku fisik selesai, inilah saatnya bersenang-senang! Tempelkan tiket bekas, tuliskan kutipan favorit, buat kantong kecil dari sisa amplop di dalam halaman, dan biarkan imajinasimu mengambil alih.

Tips untuk Pemula yang Ingin Membuat Junk Journal

Apa Itu Junk Journal
Pexels/Feyza Tuğba

Memulai halaman pertama kadang masih terasa canggung. Agar perjalanan kreatifmu lancar, perhatikan beberapa tips santai berikut ini:

  • Jangan takut membuat kesalahan: Ingatlah prinsip utamanya, tidak ada yang salah dalam junk journaling. Jika kamu menempelkan sesuatu dan tidak menyukainya, cukup timpa dengan kertas lain atau tempelan stiker baru.
  • Gunakan apa saja yang di rumah: Godaan untuk membeli stempel estetis atau washi tape impor memang besar, tapi tahan dulu. Inti dari kegiatan ini adalah memanfaatkan barang bekas. Mengeksplorasi barang-barang di laci mejamu akan jauh lebih memuaskan.
  • Mulai dari yang kecil: Jangan langsung berambisi membuat jurnal setebal ensiklopedia. Buatlah buku kecil dengan belasan halaman terlebih dahulu agar kamu bisa menikmati proses menyelesaikannya tanpa merasa terbebani.
  • Nikmati proses membuatnya: Journaling adalah tentang perjalanan emosionalmu hari itu. Fokuslah pada rasa tenang saat menggunting dan menempel, bukan semata-mata mengejar halaman yang terlihat sempurna untuk diunggah ke media sosial.

Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu junk journal? Semoga bermanfaat dan bisa kamu coba di rumah!

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More