6 Tips Mendekorasi Ruang Belajar Anak agar Lebih Kondusif

Biar anak semangat belajar, yuk terapkan beberapa tips berikut!

15 Januari 2019

6 Tips Mendekorasi Ruang Belajar Anak agar Lebih Kondusif
Pixabay/picjumbo_com

Setiap anak butuh area belajar yang nyaman. Mengerjakan tugas di ruang belajar tentu akan lebih nyaman dibanding mengerjakan di meja ruang keluarga.

Jangan sepelekan kebutuhan ruang untuk belajar anak. Ruang belajar yang nyaman akan menularkan energi positif dan menambah semangat si Anak untuk belajar.

Bukan tidak mungkin pula jika hal tersebut dapat meningkatkan prestasinya di sekolah. Sebagai orangtua, Mama sudah seharusnya memfasilitasi kebutuhan anak.

Tak harus merogoh kocek dalam, yang terpenting adalah mengetahui kebutuhan anak.

Untuk itu, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa tips menciptakan ruang belajar yang efektif dan kondusif untuk anak.

1. Pilih ruangan yang tepat

1. Pilih ruangan tepat
Unsplash/matt ragland

Hal dasar yang harus Mama perhatikan adalah fungsi ruang. Jika ingin membuat ruang yang nyaman khusus untuk belajar anak, sebaiknya kamar dijauhkan dari ruang televisi, area mencuci atau area lain yang berpotensi menimbulkan bising.

Tujuannya agar anak bisa menjaga fokus saat belajar meski di luar ruang banyak aktivitas lain. Hindari melengkapi ruang belajar dengan tv, video game, atau mainan favoritnya.

2. Libatkan anak saat mendesain

2. Libatkan anak saat mendesain
Unsplash/patricia prudente

Ruang ini akan menjadi area yang penting untuk anak, maka libatkanlah ia dalam mendesain ruang. Hal ini penting untuk mengetahui hal apa saja yang ia sukai.

Semakin ia menyukai ruangan tersebut, semakin tinggi energi positif yang akan ia dapat saat ia berada di ruangan tersebut. Kegiatan belajar pun akan semakin menyenangkan untuknya.

3. Perhatikan dinding dan lantai

3. Perhatikan dinding lantai
Unsplash/kari shea

Perhatikan desain dinding dan lantai. Cat yang disarankan untuk ruang belajar anak, yaitu cat yang berwarna lembut.

Mama dapat memilih warna biru lembut yang dapat merangsang intelektual anak, meningkatkan konsentrasi dan menenangkan pikiran. Sementara itu, warna kuning dapat merangsang motorik anak dan mingkatkan rasa percaya diri.

Pilih warna hijau lembut untuk mendapatkan keseimbangan keduanya. Sementara untuk lantai, Mama dapat menggunakan vinyl yang memiliki permukaan halus atau parket yang dapat menyejukan sehingga anak terasa nyaman beraktivitas.

Baca juga: Tak Hanya Rambut, Ombre Juga Cantik Diaplikasikan Pada Dinding rumah

Editors' Picks

4. Pencahayaan ruang yang cukup

4. Pencahayaan ruang cukup
Unsplash/rawpixel

Untuk penerangan gunakan cahaya berwarna putih dengan tingkat keterangan cukup. Cahaya putih akan lebih nyaman untuk mata anak saat melihat gambar, menulis, atau membaca.

Cahaya putih membantu mata tak perlu bekerja keras untuk menyesuaikan terhadap cahaya saat melakukan aktivitas.

5. Sirkulasi udara yang baik

5. Sirkulasi udara baik
unsplash/eduard militaru

Otak membutuhkan asupan oksigen yang baik. Hindari suhu yang terlalu dingin atau panas. Pastikan ruangan memiliki ventilasi udara yang baik sehingga sirkulasi udara lancar.

Jika sirkulasi udara baik, tubuh dan otak dapat bekerja dengan baik.

Sebaliknya, suhu dan udara yang tidak nyaman dalam ruang dapat membuat anak sulit berpikir dan konsentrasi.

Baca juga: Ingin Sirkulasi Dapur Lancar? Terapkan Semi-Outdoor Kitchen!

6. Sediakan rak penyimpanan

6. Sediakan rak penyimpanan
Unsplash/freestock.org

Ruang yang berantakan akan membuat suasana belajar tak kondusif. Sediakan tempat penyimpanan dalam ruang sehingga ruang selalu rapi. Ajarkan anak untuk bertanggung jawab terhadap ruang miliknya.

Mama dapat membeli lemari yang cocok untuk menaruh ransel, rak untuk menaruh buku-buku, atau papan tempel untuk menaruh catatan kecil. Dengan begitu ruang belajar akan menjadi lebih nyaman.

Nah, itulah beberapa tips yang dapat Mama implementasikan untuk menciptakan ruang belajar yang nyaman dan kondusif untuk anak.

Tak hanya fokus pada ruang balajar, menjelang UN, sebaiknya jadikanlah suasana rumah agar lebih tenang agar anak dapat belajar lebih optimal.

Baca juga: 5 Cara Praktis Merawat Koleksi Buku di Rumah