- minyak goreng berulang,
- santan terlalu kental,
- porsi makan yang berlebihan.
Apakah Lemak Ikan Patin Berbahaya?

Lemak ikan patin tergolong lemak sehat, didominasi oleh asam lemak tak jenuh, terutama omega-3, yang melindungi jantung dan pembuluh darah.
Lemak ikan mendukung kesehatan jantung dan otak dengan menurunkan trigliserida, mengurangi peradangan, dan mendukung fungsi otak.
Cara memasak patin dapat mempengaruhi manfaat kesehatannya, disarankan untuk menghindari penggunaan lemak jenuh berlebihan dalam proses memasaknya.
Tekstur ikan patin memang lebih lembut dan terasa berminyak dibanding ikan lain. Karena itu banyak yang khawatir lemaknya bisa memicu kolesterol.
Padahal, tidak semua lemak itu buruk. Dari sudut pandang medis, lemak pada ikan justru termasuk kelompok yang dibutuhkan tubuh.
Berikut, Popmama.com akan mengulik tentang apakah lemak ikan patin berbahaya? Yuk simak pembahasan berikut ini.
Table of Content
1. Menurut ahli, lemak ikan tergolong lemak sehat

Menurut Mayo Clinic, lemak pada ikan didominasi oleh asam lemak tak jenuh, terutama omega-3, yang berperan melindungi jantung dan pembuluh darah.
Jenis lemak ini berbeda dengan lemak jenuh pada gorengan atau daging olahan yang lebih sering dikaitkan dengan kenaikan kolesterol.
Artinya, lemak alami pada patin bukan “musuh”, justru bisa membantu tubuh bekerja lebih baik selama dikonsumsi dalam porsi wajar.
2. Lemak ikan mendukung jantung dan otak

Penjelasan dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebutkan bahwa omega-3 dari ikan membantu menurunkan trigliserida, mengurangi peradangan, dan mendukung kesehatan fungsi otak.
Inilah alasan banyak dokter menganjurkan makan ikan beberapa kali seminggu. Walau penelitian paling banyak dilakukan pada ikan laut, prinsip manfaat omega-3 ini juga berlaku pada ikan air tawar yang memiliki kandungan lemak serupa, termasuk patin.
3. Masalah cara memasaknya

Menurut panduan gizi dari World Health Organization (WHO), manfaat ikan bisa berkurang jika diolah dengan tambahan lemak jenuh berlebihan.
Patin yang digoreng tenggelam dalam minyak atau dimasak dengan santan pekat tentu berbeda efeknya dibanding patin kukus atau sup bening.
Jadi yang perlu diwaspadai bukan patinnya, tetapi:
American Heart Association menyarankan orang dengan trigliserida tinggi tetap boleh makan ikan berlemak, tetapi sebaiknya memilih cara masak rendah minyak dan mengontrol porsinya.
Prinsip ini juga berlaku untuk patin. Bagi yang sedang diet atau punya riwayat kolesterol, cukup pilih bagian daging tanpa lapisan lemak tebal di perut dan jangan mengonsumsinya setiap hari.
Nah, sekarang Mama sudah mengetahui tentang apakah lemak ikan patin berbahaya. Jadi, lemak ikan patin tidak berbahaya. Yang perlu dijaga adalah cara mengolah dan jumlah makannya.

-KrmeYRfTBzmwlUuKpLNohpYo9nuBzpVB.png)
















