8 Tips Menanam Tanaman Gantung, Berikan Sinar Matahari di Pagi Hari

- Pilih tanaman hias yang cocok untuk ditanam menjadi tanaman gantung serta gunakan media tanam yang ringan dan sesekali diganti.
- Gunakan pot yang lebih besar dan punya lubang drainase, siram di pagi hari dan jangan terlalu sering, juga pangkas di beberapa bagian tertentu.
- Perhatikan lokasi penempatan dan tali gantungnya, berikan sinar matahari di pagi hari, serta berikan vitamin.
Memiliki keterbatasan lahan bukan berarti Mama tidak bisa menanam tanaman di sekitar area rumah. Untuk mengatasinya, Mama bisa menggunakan tanaman gantung sebagai solusi estetik agar suasana rumah ada tambahan nuansa hijau tanpa harus mengorbankan luas lantai atau area jalan.
Bayangkan saja, helai daun yang menjuntai cantik dari langit-langit teras atau sudut ruangan pasti sukses bikin suasana hunian jadi jauh lebih fresh dan bikin betah untuk berlama-lama santai. Akan tetapi, merawat tanaman gantung ini memiliki tantangan tersendiri dibanding tanaman pada umumnya.
Lantas, bagaimana caranya? Untuk itu, Popmama.com akan membagikan rangkaian tips menanam tanaman gantung.
Yuk, simak tipsnya!
Deretan Tips Menanam Tanaman Gantung
1. Pilih tanaman hias yang cocok untuk ditanam menjadi tanaman gantung

Memilih jenis tanaman menjadi langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan tanaman gantung. Tidak semua tanaman cocok ditanam secara menggantung karena keterbatasan ruang akar dan kebutuhan cahaya yang berbeda-beda.
Tanaman seperti sirih gading, lili paris, begonia, petunia, dan dischidia sangat direkomendasikan karena memiliki batang menjuntai dan daya tahan yang baik. Jenis tanaman ini juga relatif mudah dirawat dan tetap tumbuh subur meski ditanam di pot gantung.
Penting untuk menghindari pemilihan tanaman berakar luas, seperti kelompok semak, karena karakteristik akarnya berisiko merusak potnya.
2. Menggunakan media tanam yang ringan dan sesekali diganti

Pilihlah media tanam yang berbobot ringan untuk tanaman gantung demi menjaga keamanan posisi pot. Media yang terlalu padat perlu dihindari karena berisiko memicu pembusukan akar dan membebani gantungan.
Kombinasi tanah, sekam bakar, cocopeat, dan kompos sangat disarankan karena mampu membuat tanaman tetap gembur, bisa menyimpan air secara baik, dan membuat akar mudah bernapas.
Jangan lupa untuk mengganti media tanam secara rutin agar nutrisinya tetap terjaga. Mama bisa meracik sendiri media organik yang menyerap udara dengan mencampur pasir, tanah, dan pupuk memakai perbandingan seimbang 1:1:1.
3. Menggunakan pot yang lebih besar dan punya lubang drainase

Ukuran pot juga sangat memengaruhi kelangsungan hidup tanaman hias gantung. Pot yang terlalu kecil membuat akar cepat memenuhi ruang, sehingga dalam beberapa bulan akar akan menebal dan saling melilit.
Kondisi ini menghambat sirkulasi udara dan penyerapan zat hara, yang menjadi penyebab utama tanaman mati kekeringan. Untuk mengatasinya, lakukan proses repotting ke pot yang lebih luas guna memberikan ruang bagi akar untuk bernapas dan berkembang secara optimal.
Kemudian, pastikan pula wadahnya memiliki lubang drainase karena berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air saat penyiraman. Tanpa drainase yang baik, air akan menggenang dan menyebabkan akar tanaman cepat membusuk.
Gunakan wadah yang memiliki beberapa lubang di bagian bawah. Selain mencegah genangan air, drainase yang baik juga membantu menjaga kelembapan tanah tetap seimbang.
4. Siram di pagi hari, tetapi jangan terlalu sering

Menyiram tanaman gantung sebaiknya dilakukan sekali setiap pagi guna mendukung proses fotosintesis yang optimal. Gunakan plant spray yang diarahkan langsung ke media tanam agar air terserap sempurna oleh akar dan batang.
Sangat disarankan untuk menghindari penyiraman di sore hari, sebab kelembapan yang berlebih pada media tanam berisiko memicu pembusukan akar.
Penting juga untuk diingat bahwa setiap jenis tanaman memerlukan perawatan yang unik. Khusus untuk tanaman hias indoor, sebaiknya jangan terlalu sering disiram. Kondisi tanah yang terlalu lembap dapat menghambat asupan oksigen, yang memicu pembusukan akar dan membuat tanaman layu.
Jika daun mulai menguning atau pertumbuhan tampak terhambat, itu tandanya Mama terlalu banyak memberikan air pada tanamannya. Cukup siram secukupnya hingga air mengalir keluar dari lubang drainase pot agar tanaman tetap sehat.
5. Melakukan pemangkasan di bagian-bagian tertentu

Pemangkasan sangat penting untuk menjaga estetika tanaman gantung. Tujuannya agar tidak terlihat berantakan akibat pertumbuhan batang yang berlebihan. Dengan membuang bagian yang kering atau layu, nutrisi tanaman akan dialirkan secara maksimal untuk membentuk tunas baru yang lebih sehat.
Selain meningkatkan sirkulasi udara dan paparan cahaya ke area yang sulit dijangkau, langkah ini juga efektif mencegah penyebaran penyakit, sehingga bagian tanaman yang sehat tetap terlindungi.
6. Perhatikan lokasi penempatan dan berikan sinar matahari di pagi hari

Lokasi penempatan tanaman gantung sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya. Tanaman yang kekurangan cahaya atau terlalu terpapar sinar matahari bisa mengalami pertumbuhan yang tidak optimal.
Letakkan tanaman gantung di area dengan pencahayaan sesuai kebutuhan jenis tanamannya. Umumnya, tanaman gantung menyukai cahaya matahari tidak langsung seperti di teras, balkon, atau dekat jendela.
Demi tanaman gantung di rumah tumbuh subur dan tetap segar, paparan matahari pagi sangatlah penting. Jika biasanya Mama meletakkannya di tempat teduh, jangan lupa untuk sesekali menjemurnya secara langsung. Cukup lakukan rutin setiap 5 hari sekali selama 1–2 jam di pagi hari agar nutrisinya terpenuhi.
7. Memberikan vitamin pada tanaman gantung

Layaknya makhluk hidup yang lain, tumbuhan pun memerlukan asupan nutrisi berupa vitamin, mineral, dan energi matahari untuk mendukung aktivitas biologisnya. Berbagai proses vital seperti fotosintesis, respirasi, hingga distribusi nutrisi sangat bergantung pada asupan tersebut.
Untuk menunjang pertumbuhan vegetatif pada akar, batang serta daun, penggunaan vitamin tanaman yang kaya akan unsur nitrogen, fosfor, dan kalium sangat direkomendasikan.
8. Perhatikan tali gantungnya agar kuat menggantung tanamannya

Aspek keselamatan menjadi prioritas utama saat memajang tanaman gantung. Penggunaan pot atau gantungan yang ringkih berisiko mencelakai penghuni, termasuk Mama jika sewaktu-waktu terlepas.
Oleh karena itu, sangat disarankan menggunakan material pengikat seperti rantai, kawat, atau tali yang teruji kekuatannya, serta memastikan pengait terpasang sempurna. Pastikan daya tahan gantungan sebanding dengan total beban tanaman.
Akan tetapi, sangat tidak dianjurkan menggunakan tali rakitan sendiri karena faktor kerapian dan keterbatasan daya beban yang membahayakan.
Itulah rangkaian tips menanam tanaman gantung. Dengan menanam tanaman gantung, Mama tak perlu repot-repot untuk menyediakan lahan dan menanamnya pun cukup praktis.
FAQ Seputar Tips Menanam Tanaman Gantung
| Apa saja tanaman yang cocok dijadikan sebagai tanaman gantung? | Jutaan Hati, Tradescantia, Dischidia Nummularia Variegata, Dischidia Ovata, Hoya Kompak, Philodendron Daun Hati, Terang Bulan, Ivy Inggris, Harapan Peperomia, dan Dischidia Geri. |
| Apa saja media tanam yang direkomendasikan untuk tanaman gantung? | Campur cocopeat, sekam bakar, pasir, tanah, dan kompos (perbandingan 1:1:1) untuk ringan, porous, menyerap air baik, dan kaya nutrisi tanpa genangan. |
| Bagaimana cara awal menanam tanaman gantung? | Isi pot setengah media tanam, tanam bibit unggul di tengah, tekan lembut, lalu gantung dengan tali kuat di lokasi sesuai kebutuhan cahaya tanaman. |


















