Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Mau Punya Anak Kembar? Hamil di Usia 30-an Perbesar Peluangnya

ilustrasi anak kembar
Pexels/krishna Kids Photography
Intinya sih...
  • Memasuki usia 30-an, tubuh meningkatkan hormon FSH sebagai respons menurunnya cadangan sel telur. Lonjakan ini bisa memicu pelepasan dua sel telur sekaligus sehingga peluang hamil kembar non-identik meningkat.
  • Secara evolusioner, tubuh memiliki mekanisme “asuransi alami” dengan meningkatkan kemungkinan hiperovulasi agar peluang kehamilan tetap terjaga di usia matang.
  • Data CDC menunjukkan peluang kelahiran kembar meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat pada usia 35–40 tahun. Meski begitu, kehamilan kembar tetap perlu pemantauan ekstra karena termasuk risiko tinggi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak perempuan merasa khawatir saat merencanakan kehamilan di usia 30-an ke atas karena anggapan kesuburan yang menurun.

Namun, ternyata ada sebuah anomali biologi yang unik: meskipun tingkat kesuburan secara umum menurun, peluang Mama untuk hamil anak kembar non-identik justru meningkat drastis di usia ini!

Fenomena ini bukan sekadar mitos, melainkan respons alami tubuh terhadap perubahan hormonal menjelang masa perimenopause

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Lonjakan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone)

ilustrasi anak kembar
Pexels/Becerra Govea Photo

Seiring bertambahnya usia, cadangan sel telur di ovarium Mama mulai berkurang. Tubuh merespons kondisi ini dengan meningkatkan produksi hormon FSH untuk tetap merangsang pertumbuhan folikel.

Terkadang, kadar FSH yang tinggi ini menyebabkan ovarium menjadi "terlalu bersemangat" dan melepaskan dua atau lebih sel telur dalam satu siklus menstruasi (hiperovulasi), seperti dikutip Healthline.

Jika kedua telur tersebut dibuahi oleh sperma yang berbeda, maka terjadilah kehamilan kembar fraternal atau non-identik.

2. Strategi evolusi "Insurance Ova" (asuransi sel telur)

ilustrasi anak kembar
Unsplash/frank mckenna

Para ahli biologi evolusi menyebut fenomena ini sebagai mekanisme "asuransi alami" tubuh. Seiring bertambahnya usia, viabilitas atau kemampuan bertahan embrio cenderung menurun.

Untuk memastikan setidaknya ada satu kehamilan yang berhasil, tubuh secara evolusioner meningkatkan probabilitas pelepasan dua telur sekaligus.

Jadi, kelahiran anak kembar sebenarnya adalah "produk sampingan" yang membahagiakan dari upaya tubuh mama untuk mempertahankan fertilitas di usia matang.

3. Peluang meningkat hingga 3 kali lipat

Ilustrasi anak kembar
Pexels/ Pixabay

Data statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan terkait usia ibu dan jumlah kelahiran kembar.

Peluang hamil kembar spontan ditemukan meningkat dua kali lipat pada usia 35 tahun dan meningkat hingga tiga kali lipat pada usia 40 tahun jika dibandingkan dengan wanita di awal usia 20-an.

Bahkan, penelitian dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention) mencatat bahwa wanita di rentang usia 40–54 tahun memiliki angka kelahiran kembar sekitar 51,1 per 1.000 kelahiran, jauh lebih tinggi dibanding wanita di bawah 20 tahun yang hanya sekitar 17,1 per 1.000 kelahiran.

4. Pengaruh faktor fisik dan nutrisi

Ilustrasi anak kembar
Pexels/ RDNE Stock Project

Selain usia, karakteristik fisik Mama juga berperan. Perempuan yang memiliki tubuh lebih tinggi atau indeks massa tubuh (BMI) yang lebih besar cenderung memiliki peluang kembar lebih tinggi.

Hal ini dikaitkan dengan kadar Insulin-like Growth Factor (IGF), sebuah protein yang meningkatkan sensitivitas ovarium terhadap hormon FSH sehingga memicu pelepasan telur ganda. Menariknya, konsumsi produk olahan susu tertentu juga disebut-sebut dapat memengaruhi kadar IGF dalam tubuh yang mendukung peluang ini.

5. Apakah kehamilan ini aman?

Ilustrasi anak kembar
Pexels/ Pixabay

Meski hamil kembar di usia 30-an ke atas terdengar sangat menyenangkan, kehamilan ini termasuk dalam kategori risiko tinggi.

Mama disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin yang lebih intensif karena adanya peningkatan risiko komplikasi seperti diabetes gestasional dan preeklamsia.

Pastikan Mama selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk memastikan kesehatan Mama dan si Kecil, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

Posisi Tidur Ibu Hamil saat Asam Lambung Naik

16 Feb 2026, 20:35 WIBPregnancy