“Puasanya sah dan tidak mengurangi pahala sedikit pun,” ujar Buya Yahya melalui unggahan di akun Instagram resminya, @buyayahya_albahjah.
Apakah Boleh Puasa tapi Belum Mandi Wajib? Begini Penjelasannya

- Menurut kitab Mausu'ah Fiqhiyyah XVI/55, puasa tetap sah meski belum mandi wajib karena berhadas besar bukan syarat puasa.
- Dalil hadits menyatakan bahwa puasa hukumnya sah bagi orang junub yang memasuki subuh sebelum mandi besar.
- Perbedaan antara belum mandi wajib dan masih haid atau nifas perlu diperhatikan, karena kondisi tersebut dapat membatalkan puasa.
Pertanyaan tentang sah atau tidaknya puasa sering muncul ketika seseorang belum sempat mandi wajib, sementara waktu Subuh sudah tiba. Kondisi ini bisa terjadi setelah berhubungan suami istri di malam hari atau ketika haid baru saja selesai menjelang Subuh.
Situasi tersebut sering menimbulkan rasa ragu dan khawatir, apakah puasa yang dijalankan tetap sah atau justru harus dibatalkan. Apalagi keinginan untuk beribadah dengan benar sering membuat Mama dan Papa ingin memastikan setiap amalan sesuai aturan.
Lalu, bagaimana sebenarnya ketentuan dalam Islam terkait puasa meski belum mandi wajib? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya.
Table of Content
Apakah Boleh Puasa Tapi Belum Mandi Wajib?

Dilansir dari NU Online, menurut Kitab Mausu'ah Fiqhiyyah XVI/55 dari kitab Mughni, Muhadzzab, orang yang berpuasa namun belum mandi wajib maka puasanya boleh atau sah. Sebab berhadas besar bukan merupakan salah satu syarat puasa dan tidak membatalkan puasa.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, menjelaskan bahwa pasangan suami istri yang belum sempat mandi besar atau masih dalam keadaan junub hingga masuk waktu subuh, tetap boleh melanjutkan puasa dan puasanya dinyatakan sah.
Buya Yahya juga menuturkan bahwa terdapat hadits yang meriwayatkan Nabi Muhammad SAW pernah berada dalam kondisi junub saat masuk waktu subuh, namun beliau tetap melaksanakan puasa sebagaimana biasa.
Ia menegaskan, hal yang dilarang dan termasuk dosa besar adalah melakukan hubungan suami istri di siang hari ketika sedang menjalankan ibadah puasa.
Meski begitu, mandi wajib tetap harus segera dilakukan agar bisa menjalankan ibadah lain, seperti salat Subuh, yang mensyaratkan kesucian dari hadas besar. Dengan memahami ketentuan ini, Mama dan Papa bisa menjalankan puasa dengan lebih tenang tanpa rasa ragu.
Dalil Hadits tentang Puasa dalam Keadaan Junub

Hal ini sesuai dengan yang tercantum pada hadis berikut.
يَصِحُّ مِنْ الْجُنُبِ أَدَاءُ الصَّوْمِ بِأَنْ يُصْبِحَ صَائِمًا قَبْل أَنْ يَغْتَسِل فَإِنَّ عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ قَالَتَا : نَشْهَدُ عَلَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أِنْ كَانَ لِيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ احْتِلاَمٍ ثُمَّ يَغْتَسِل ثُمَّ يَصُومُ
Artinya: Berpuasa hukumnya sah bagi orang junub yang memasuki subuh sebelum melakukan mandi besar karena Sayyidah Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu 'anhuma berkata :" Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima' dengan istrinya, kemudian ia mandi dan berpuasa (Hadits Riwayat Bukhari 4/153).
Namun perlu dicatat, walaupun puasa tetap sah dalam keadaan mandi wajib, bukan berarti puasa menjadi ibadah yang tidak mengutamakan kesucian.
Melansir NU Online, Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki menjelaskan, bahwa orang yang berhadas besar boleh menunda mandi junub hingga pagi hari.
Meski begitu, yang lebih utama adalah menyegerakan mandi sebelum waktu subuh tiba.
“Orang yang berpuasa boleh menunda mandi junub hingga waktu setelah fajar terbit, Tetapi yang lebih utama adalah ia menyegerakan mandi wajib sebelum terbit fajar atau sebelum Subuh.” (Lihat Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki, Ibanatul Ahkam, [Beirut, Darul Fikr: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz II, halaman 313).
Kondisi yang Membatalkan Puasa Perlu Diperhatikan

Perlu dipahami perbedaan antara belum mandi wajib dan masih haid atau nifas. Jika darah haid atau nifas masih keluar hingga Subuh, maka puasa tidak sah dan harus diganti di hari lain karena belum memenuhi syarat untuk berpuasa.
Sebaliknya, jika haid atau nifas sudah berhenti sebelum Subuh, meski belum mandi wajib, puasa tetap sah. Mandi wajib dapat dilakukan setelahnya agar bisa menjalankan ibadah lain seperti salat.
Nah, itulah penjelasan dan jawaban mengenai apakah boleh puasa tapi belum mandi wajib.
FAQ Seputar Puasa Tapi Belum Mandi Wajib
| Kapan sebaiknya mandi wajib dilakukan jika ingin berpuasa? | Mandi wajib sebaiknya dilakukan sebelum salat Subuh agar dapat menunaikan salat tepat waktu dan dalam keadaan suci. |
| Apakah aturan ini berlaku untuk puasa wajib dan sunnah? | Ya, aturan ini berlaku baik untuk puasa wajib seperti Ramadan maupun puasa sunnah. |
| Apa yang harus diprioritaskan saat bangun sahur dalam keadaan junub? | Tetap boleh sahur, lalu segera mandi wajib sebelum salat Subuh agar ibadah puasa dan salat sama-sama sah. |


















