6 Kesalahan saat Menyimpan Makanan yang Harus Segera Dihentikan

Jika Mama masih menyimpan makanan dengan beberapa cara ini, segera hentikan

9 September 2020

6 Kesalahan saat Menyimpan Makanan Harus Segera Dihentikan
Freepik

Sering kali kita menyimpan makanan dengan cara yang terasa benar padahal salah. Baik itu makanan segar, hidangan siap saji, maupun sisa masakan.

Menyimpan makanan dengan cara yang salah dapat menyebabkan nutrisi hilang dan kualitasnya menjadi buruk sehingga hanya akan berakhir di tempat sampah.

Tidak semua makanan harus disimpan di lemari es dan tidak semuanya juga buruk disimpan di tempat yang lembab.

Sebab itu, Mama harus segera menghentikan 6 kesalahan saat menyimpan makanan berikut ini yang telah Popmama.com rangkum dari berbagai sumber.

1. Menyimpan makanan segar terlalu lama

1. Menyimpan makanan segar terlalu lama
freepik.com/bearfotos

Kesalahan menyimpan makanan paling umum adalah menyimpan makanan segar terlalu lama. Banyak orang membeli terlalu banyak sayur, buah, serta daging segar dan mengharapkannya bertahan selama berminggu-minggu di lemari es.

Dalam kebanyakan kasus, seminggu bahkan cukup lama. Mama bisa menargetkan untuk menyimpan makanan yang mudah rusak dalam 2-3 hari.

Memang ada pengecualian untuk beberapa makanan segar, seperti apel dan seledri. Namun, jika menyangkut daging mentah, unggas, dan makanan laut, Mama sebaiknya memasak atau membekukannya di freezer segera setelah membawanya pulang.

Sebelum pandemi, mungkin Mama bisa sering bolak-balik swalayan atau pasar untuk membeli bahan segar. Namun, saat ini Mama bisa melakukan cara penyimpanan makanan segar yang aman supaya tahan lebih lama.

2. Menyimpan segala makanan di lemari es

2. Menyimpan segala makanan lemari es
Freepik

Kesalahan menyimpan makanan lainnya adalah berasumsi bahwa semua harus dimasukkan ke dalam lemari es. Makanan yang telah dimasak serta makanan apa saja yang Mama beli dari lemari es di toko atau swalayan, perlu disimpan di lemari es juga saat di rumah.

Akan tetapi, banyak pula makanan yang tidak perlu dimasukkan ke dalam lemari es. Hal itu, justru dapat membuat makanan tersebut menjadi rusak. Contohnya, tomat, jeruk, bawang merah, bawang putih, dan melon.

Jika Mama memotong bahan-bahan tersebut tapi belum akan menggunakannya maka boleh disimpan di lemari es. Tapi kalau masih dalam keadaan utuh, Mama bisa menyimpannya di luar lemari es.

Editors' Picks

3. Menyimpan makanan di dalam kantong plastik

3. Menyimpan makanan dalam kantong plastik
Freepik

Sebaiknya, hindari menyimpan makanan di dalam kantong plastik sekalipun menaruhnya di lemari es. Itu adalah kesalahan menyimpan makanan yang kerap kali dilakukan.

Plastik bukanlah wadah penyimpanan makanan sehingga Mama harus memindahkan makanan tersebut ke tempat lain.

Plastik mungkin bagus untuk menyimpan barang-barang, seperti apel, persik, dan kentang tidak berguling-guling setelah Mama membelinya dari swalayan atau pasar. Tapi ini bukan tempat penyimpanan makanan.

Ketika sampai di rumah, Mama harus mengeluarkan semua belanjaan dari kantong plastik dan menyimpannya dengan benar. Produk segar butuh untuk bernapas dan plastik jelas mencegahnya.

4. Menyimpan semua jenis makanan di wadah yang salah

4. Menyimpan semua jenis makanan wadah salah
freepik.com/vh-studio

Menyimpan semua jenis makanan pada wadah yang tidak sesuai merupakan kesalahan menyimpan makanan dan harus dihentikan.

Penting untuk memilih wadah yang sesuai dengan berbagai jenis makanan yang Mama simpan. Beberapa makanan lebih baik jika disimpan di wadah yang tepat.

Misalnya, makanan seperti sayuran kering harus disimpan dalam wadah kedap udara seperti stoples, dan bukan kantong agar tidak hancur.

Biji-bijian utuh juga harus disimpan pada wadah bersamaan dengan penyerap oksigen untuk menghentikan aktivitas hama atau bakteri.

Ingat, selalu lakukan riset dan pindahkan makanan ke wadah yang tepat supaya kualitas tetap bagus dan tahan lama.

5. Tidak merotasi makanan yang disimpan

5. Tidak merotasi makanan disimpan
Dok.Popmama.com

Menyimpan makanan tidak semudah membuang beberapa makanan di dapur. Penyimpanan makanan yang tepat membutuhkan perawatan dan pengelolaan yang teratur. Banyak orang sering lupa merotasi makanan yang disimpan.

Dan itu adalah kesalahan menyimpan makanan yang harus Mama hindari sebisa mungkin. Mama harus terus-menerus merotasi makanan yang lebih lama dengan yang paling baru disimpan.

Selalu taruh di depan bagian penyimpanan dan mengonsumsi lebih dulu makanan yang paling mendekati kedaluwarsa.

Meskipun masih dapat dimakan, makanan kedaluwarsa akan jauh lebih sedikit gizinya dan penting untuk tetap sehat dengan mengonsumsi makanan yang baik dan segar.

Terserah bagaimana metode Mama mencatat tanggal makanan tersebut, apakah dengan memberi label atau mencatat di kertas yang ditempel pada pintu kulkas.

Biarkan mata dan hidung Mama ikut menilai. Jika bagian luar kemasan penyok, berkarat, atau menunjukkan tanda-tanda bocor, segera buang. Juga ketika membuka kemasan makanan dan baunya tidak sedap, Mama tentu tahu harus menaruhnya di tempat sampah.

6. Menyimpan makanan yang kamu tidak suka

6. Menyimpan makanan kamu tidak suka
Freepik/bearfotos

Nomor satu dalam daftar kesalahan menyimpan makanan adalah membeli dan menyimpan makanan yang tidak disukai Mama atau keluarga.

Mengeluarkan uang untuk sesuatu yang bahkan kita tidak ingin makan adalah hal yang konyol.

Beberapa di antara kita sering terjebak dengan harga diskon atau mungkin karena makanan tersebut dapat lebih tahan lama. Padahal, sebenarnya tidak menginginkan makanan tersebut.

Mama mungkin akan sengsara mengonsumsi makanan yang bahkan tidak terasa nikmat. Jangan menambah kesulitan, ada banyak cara untuk menyimpan makanan yang benar-benar Mama dan keluarga sukai.

Jadi, segera hentikan kesalahan menyimpan makanan yang masih Mama lakukan supaya makanan terjaga kualitas dan gizinya serta dapat bertahan lebih lama.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.