Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Belajar Sembuhkan Luka Masa Kecil dari Film Surat untuk Masa Mudaku

Belajar Sembuhkan Luka Masa Kecil di Film Surat untuk Masa Mudaku
Dok. Netflix
Intinya sih...
  • Mendengarkan mimpi anak sebagai bentuk validasi diri.
  • Setiap orang perlu enghadapi sisi kelam masa lalu dengan keberanian luar biasa.
  • Mengubah kepedihan masa lalu menjadi karya dan pembelajaran hidup.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap orang dewasa sebenarnya adalah "anak kecil" yang tumbuh besar dengan membawa memori masa lalunya. Sayangnya, tidak semua memori itu indah.

Tak jarang, masih banyak orang yang masih menyimpan luka, kekecewaan, atau rasa sepi. Perasaan tersebut berasal dari masa kanak-kanak namun belum benar-benar pulih.

Melalui film orisinal Netflix Surat untuk Masa Mudaku, penonton diajak untuk melihat bagaimana proses berdamai dengan masa lalu adalah kunci untuk menjalani masa depan yang lebih tenang. Film ini menyentuh sisi terdalam emosi manusia, terutama mengenai bagaimana sebuah luka bisa membentuk kepribadian seseorang.

Berikut Popmama.com merangkum pesan yang disampaikan para pemain dan sutradara mengenai pentingnya menyembuhkan luka masa lalu melalui press conference film Surat untuk Masa Mudaku di XXI Senayan City pada Rabu (28/1/2025).

Yuk Ma, disimak!

1. Mendengarkan mimpi anak sebagai bentuk validasi diri

Belajar Sembuhkan Luka Masa Kecil di Film Surat untuk Masa Mudaku
Dok. Netflix

Salah satu cara menyembuhkan luka, yakni dengan merasa didengarkan.

Dalam proses pendalaman karakter, para pemain cilik tidak hanya berakting, tetapi juga belajar menyelami harapan anak-anak yang memiliki nasib serupa dengan karakter mereka agar bisa memberikan performa yang jujur.

Theo Camillo Taslim, pemeran Kefas muda, menceritakan pengalamannya saat melakukan observasi di panti asuhan.

"Aku ke sana, tanya-tanya apa impian mereka. Ada yang mau jadi pemain bola, ada yang mau jadi dokter. Dari situ aku belajar kalau meskipun mereka punya luka karena nggak punya orangtua, impian itu yang bikin mereka tetap semangat. Aku bawa perasaan itu saat memerankan Kefas," ujar Milo.

Pelajaran ini mengingatkan kita bahwa memvalidasi mimpi anak menjadi langkah awal penyembuhan batin mereka.

2. Menghadapi sisi kelam masa lalu dengan keberanian luar biasa

Belajar Sembuhkan Luka Masa Kecil di Film Surat untuk Masa Mudaku
Dok. Netflix

Proses penyembuhan kerap menuntut kita untuk berhadapan langsung dengan memori yang paling menyakitkan.

Hal ini dirasakan betul oleh para aktor senior yang harus menggali kembali pengalaman hidup mereka yang keras demi menghidupkan suasana panti asuhan yang nyata di film Surat untuk Masa Mudaku.

Agus Wibowo, pemeran Pak Simon, mengungkapkan betapa beratnya ia harus masuk ke dalam karakter pengasuh panti yang keras.

"Secara karakter, saya sempat berdebat sama sutradara karena ada hal yang benar-benar sangat berat untuk saya perankan. Saya juga memiliki masa hidup yang kelam dan keras, jadi saat syuting pun saya sampai minta bantuan karena benar-benar saya lihat memang cerita ini tadi hampir 100 persen memang cerita milik Pak Sim," ungkapnya.

Keberanian menghadapi sisi kelam inilah yang akhirnya bisa membawa kedamaian.

3. Mengubah kepedihan masa lalu menjadi karya dan pembelajaran hidup

Belajar Sembuhkan Luka Masa Kecil di Film Surat untuk Masa Mudaku
Dok. Netflix

Film Surat untuk Masa Mudaku bukan sekadar fiksi, melainkan sebuah bentuk pelepasan emosi dari sang pembuatnya. Terkadang, cara terbaik untuk sembuh dari luka masa lalu, yakni dengan menghadapinya secara jujur dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bermakna bagi orang lain.

Sutradara Sim F. berbagi bahwa film ini adalah refleksi pribadinya yang sangat intim.

"Cerita ini hampir 100 persen adalah cerita milik saya. Ini tentang kepedihan, tentang luka yang mungkin pernah atau belum terobati. Saya menuangkannya ke dalam film ini agar kita semua sadar bahwa masa lalu yang kelam tidak harus menghentikan hidup kita," jelasnya.

Melalui karya ini, kita diajarkan bahwa berdamai dengan masa lalu adalah proses seumur hidup yang layak untuk diperjuangkan.

Itulah pesan-pesan mendalam tentang cara menyembuhkan luka masa kecil melalui film Surat untuk Masa Mudaku.

Menonton film ini bisa menjadi momen healing tersendiri bagi Mama untuk kembali memeluk "anak kecil" yang ada di dalam diri sendiri.

FAQ Seputar Film Surat untuk Masa Mudaku

Apa tantangan yang dihadapi Fendy Chow saat memerankan karakter Kefas dewasa?

Fendy Chow mengungkapkan bahwa tantangan terbesarnya, yakni mendalami rasa kesepian yang ekstrem dari seorang yatim piatu yang tidak memiliki siapa pun.

Siapa saja produser dan sutradara di balik film Surat untuk Masa Mudaku?

Film original Netflix ini disutradarai oleh Sim F. dan diproduseri oleh Wilza Lubis. Keduanya bekerja sama untuk memastikan bahwa visi emosional dari cerita yang sangat personal ini dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.

Bagaimana cara tim produksi memastikan pendidikan pemain anak tetap berjalan?

Berkat dukungan dari Netflix, tim produksi menghadirkan teacher on set (guru di lokasi syuting). Jadi, di sela-sela waktu menunggu giliran syuting, anak-anak tetap mendapatkan jam belajar agar kewajiban sekolah mereka tidak terbengkalai.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Life

See More

Foto Dapur Ibunda Lula Lahfah, Nyaman untuk Bisnis Risol Viral

02 Feb 2026, 07:08 WIBLife