Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bernadya dan Baskara Putra Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Laut yang Tenang'
Popmama.com/Muhammad Haqqi
  • Album Semoga Hanya di Mimpi menggandeng beberapa musisi, salah satunya Baskara Putra.

  • Lagu 'Laut yang Tenang' lahir dari diskusi Bernadya, Baskara Putra, dan Enrico Enrico Octaviano setelah kebingungan menentukan ide cerita awal.

  • Laut digunakan sebagai metafora utama untuk menggambarkan emosi. Lagu 'Laut yang Tenang' sekaligus menjadi lagu pembuka pada album ini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Album Semoga Hanya di Mimpi menjadi babak baru dalam perjalanan bermusik Bernadya. Dirilis pada 24 Juni 2026, album yang berisi 10 lagu ini menghadirkan sejumlah kolaborasi dengan musisi Indonesia, termasuk Baskara Putra yang terlibat dalam lagu 'Laut yang Tenang'.

Tak sekadar menjadi kolaborator, Baskara turut membagikan cerita di balik proses kreatif lagu 'Laut yang Tenang', mulai dari awal keterlibatannya hingga perkembangan lagu tersebut selama proses produksi.

Nah, Popmama.com telah merangkum cerita Bernadya dan Baskara Putra di balik proses produksi lagu 'Laut yang Tenang'.

Yuk, disimak faktanya!

1. Bernadya sempat bingung menentukan ide untuk 'Laut yang Tenang'

Instagran.com/bernadyaribka

Sebelum lagu 'Laut yang Tenang' mulai digarap, Baskara Putra mengungkapkan bahwa Bernadya sempat kebingungan menentukan cerita yang ingin ia tulis. Saat itu, Bernadya belum menemukan arah yang tepat untuk lagu tersebut, sehingga proses kreatifnya belum benar-benar berjalan.

"Pas ke studionya Enrico (drummer band Lomba Sihir), dia bilang ke gue, gue nggak tau nih mau nulis apa untuk album gue," ungkap Baskara pada press conference peluncuran album Bernadya, Jumat (26/6/2026).

Di tengah kebingungan itu, Bernadya kemudian mulai berdiskusi dengan Baskara dan Enrico untuk mencari sudut pandang yang sesuai. Dari percakapan tersebut, ide-ide baru mulai bermunculan hingga akhirnya menjadi fondasi lahirnya lagu 'Laut yang Tenang'.

2. Laut dipilih sebagai metafora utama dalam Lagu

Instagran.com/bernadyaribka

Setelah menemukan arah cerita, Bernadya dan Baskara Putra sepakat menggunakan laut sebagai metafora untuk mewakili emosi dalam lagu 'Laut yang Tenang'.

"Kami waktu itu berusaha mencari metaforanya seperti apa, di momen itu juga Bernadya belum tau mau nulis apa, sampai akhirnya dipilihlah laut," ujar Baskara.

Melalui metafora laut, Baskara dan Bernadya ingin menggambarkan perasaan yang tidak selalu tampak di permukaan. Alih-alih ombak besar, justru laut yang terlalu tenang dianggap lebih menakutkan karena bisa menjadi pertanda bahwa sesuatu yang lebih besar sedang menanti di depan.

3. 'Laut yang Tenang' dipilih menjadi lagu pembuka album

Instagran.com/bernadyaribka

'Laut yang Tenang' dipilih menjadi lagu pembuka atau track pertama dalam album Semoga Hanya di Mimpi. Bernadya mengungkapkan bahwa penempatan tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, lagu ini menjadi titik awal yang membantunya menemukan arah untuk menulis lagu-lagu lain dalam album tersebut.

"Karena lagu ini yang akhirnya mengarahkan aku untuk menulis lagu-lagu lain. Semua track dari album ini berasal dari lagu 'Laut yang Tenang'," ujar Bernadya.

Sebagai lagu pembuka, lagu ini diharapkan dapat membangun suasana sejak awal sekaligus memberikan gambaran mengenai emosi yang akan ditemui pendengar pada lagu-lagu berikutnya.

Itulah cerita di balik proses kreatif lagu 'Laut yang Tenang' yang dibagikan Bernadya dan Baskara Putra. Mulai dari kebingungan Bernadya menentukan ide, penggunaan laut sebagai metafora, hingga alasan lagu ini dipilih sebagai pembuka album, semuanya menjadi bagian penting yang melengkapi perjalanan lahirnya album Semoga Hanya di Mimpi.

Editorial Team

Related Article