7 Cara Menahan BAB saat Perjalanan Jauh agar Aman selama Bepergian

- Artikel membahas tujuh cara efektif menahan keinginan BAB saat perjalanan jauh, mulai dari mengendalikan otot anus hingga menjaga ketenangan pikiran.
- Ditekankan pentingnya posisi tubuh seperti berdiri atau berbaring untuk mengurangi tekanan pada rektum dan memperlambat dorongan feses.
- Pencegahan dilakukan dengan buang air besar sebelum berangkat, menghindari makanan pemicu, serta melatih otot panggul agar mampu menahan lebih lama.
Bayangkan kamu sedang berada di tengah perjalanan, entah itu di dalam rute KRL yang cukup panjang, kereta antarkota yang melaju cepat, atau mungkin sedang terjebak kemacetan di jalan tol.
Tiba-tiba, perut terasa mulas dan sinyal alam memanggil, padahal fasilitas toilet umum atau stasiun pemberhentian masih sangat jauh.
Situasi ini pasti bikin keringat dingin bercucuran, bukan? Keinginan buang air besar (BAB) di waktu yang tidak terduga memang sering kali menjadi mimpi buruk bagi banyak orang saat bepergian.
Untungnya, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar rasa mulas tidak terlalu terasa. Berikut Popmama.com merangkum 7 cara menahan BAB saat perjalanan jauh. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Kendalikan otot-otot anus

Langkah pertama dan paling krusial saat rasa mulas melanda adalah mengendalikan pintu keluarnya. Mengutip dari Medical News Today, kamu perlu memusatkan fokus untuk mengontrol dan mengencangkan otot-otot di sekitar anus, yang secara medis dikenal sebagai sfingter eksternal.
Otot inilah yang bertugas menahan feses agar tidak keluar dari rektum. Cobalah untuk mengencangkan otot tersebut kuat-kuat, seolah-olah kamu sedang berusaha keras agar tidak buang angin.
Tahan posisi tersebut sejenak. Gerakan menahan ini akan memberi waktu ekstra bagi tubuh untuk merespons dan secara perlahan menunda dorongan alami dari usus bagian bawah.
2. Mengubah posisi menjadi berdiri

Jika posisi kamu sedang duduk, apalagi duduk di kursi kendaraan yang sempit, cobalah untuk segera mencari celah untuk berdiri.
Dikutip dari LifeMD, posisi duduk, apalagi jongkok, merupakan postur alami tubuh untuk melancarkan proses buang air besar. Mempertahankan posisi ini justru akan mempercepat turunnya feses.
Dengan mengubah postur menjadi berdiri tegak, kamu bisa membantu mendistribusikan tekanan di area perut bagian bawah.
Berdiri akan mengurangi tekanan gravitasi secara langsung pada rektum dan memanipulasi posisi anatomi usus, sehingga dorongan feses ke bawah bisa diperlambat dengan cukup efektif.
3. Berbaring telentang

Lalu, bagaimana jika kondisi di dalam kendaraan tidak memungkinkan untuk berdiri tegak? Alternatif postur lainnya yang tak kalah efektif adalah berbaring.
Tentu saja, hal ini bisa dilakukan jika ruang di sekitarmu cukup memadai, misalnya saat kamu berada di kursi yang bisa direbahkan.
Dikutip dari Dude Wipes, berbaring, terutama terlentang dengan tubuh lurus, dapat mengambil alih sebagian tekanan gravitasi dari area panggul.
Posisi rileks ini membantu otot perut tidak menegang berlebihan dan mengendurkan tekanan pada usus besar. Jika perut mulai bergejolak hebat, coba rebahkan tubuhmu perlahan dan usahakan punggung menempel rata pada alasnya.
4. Batasi atau hindari makanan dan minuman yang merangsang BAB

Cara yang satu ini lebih ke arah tindakan pencegahan saat kamu masih berada di tengah perjalanan. Mengutip dari Medical News Today, sangat penting untuk segera menghentikan konsumsi apa pun yang bisa mempercepat gerak peristaltik usus ketika perut sudah mulai terasa tidak nyaman.
Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh pekat, atau minuman berenergi, serta singkirkan camilan pedas dan berlemak tinggi.
Kafein adalah stimulan kuat yang bisa membuat perut makin mulas dan memaksa usus bekerja ekstra. Sebagai gantinya, cukup minum air putih dalam tegukan-tegukan kecil sekadar untuk membasahi tenggorokan.
5. Mengencangkan otot-otot dasar panggul

Selain berfokus pada area anus, kamu juga harus mengajak bagian tubuh lain untuk bekerja sama, yakni otot dasar panggul. Saat rasa ingin ke belakang itu datang menerjang, usahakan untuk mengencangkan otot-otot di dasar panggul secara bersamaan.
Dikutip dari LifeMD, latihan yang mekanismenya mirip dengan senam Kegel ini, sangat membantu untuk menopang beban rektum yang semakin berat.
Dengan otot panggul yang ditarik dan ditegangkan secara terukur, feses akan tertahan sementara di area usus besar sampai kamu berhasil menemukan toilet terdekat.
6. Buang air besar sebelum pergi

Meski poin ini lebih bersifat antisipasi, menjadikannya sebuah kebiasaan adalah hal yang wajib. Mencegah selalu jauh lebih baik daripada harus menahan sakit, bukan?
Sebelum melangkahkan kaki keluar rumah untuk memulai perjalanan panjang, jadikan kunjungan ke kamar mandi sebagai agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan.
Kosongkan isi perutmu secara maksimal sebelum berangkat. Terkadang, kita merasa belum ingin BAB saat masih santai di rumah. Namun, luangkan waktu sekitar 10-15 menit untuk sekadar duduk di kloset dan memberikan sinyal relaks pada tubuh.
Langkah kecil yang sering disepelekan ini adalah rahasia utama untuk menghindari insiden perut mulas mendadak di tengah jalan.
7. Usahakan untuk relaks dan jangan terlalu memikirkan ingin buang air

Tahukah kamu bahwa rasa mulas sangat dipengaruhi oleh kekuatan pikiran? Semakin kamu panik dan terus memikirkan rasa ingin BAB, perut akan bereaksi dan terasa semakin melilit.
Oleh karena itu, cara menahan BAB saat perjalanan jauh yang tak kalah penting adalah mengalihkan fokus pikiranmu.
Mengutip dari Dude Wipes, cobalah untuk tetap tenang dan sebisa mungkin rileks. Alihkan perhatian dengan mendengarkan musik favorit, mengajak teman seperjalanan mengobrol, atau menonton video hiburan yang lucu dari ponselmu.
Menarik napas dalam-dalam dari hidung dan membuangnya perlahan dari mulut juga ampuh untuk menekan hormon stres yang sering kali mempercepat pergerakan usus.
Itulah pembahasan mengenai 7 cara menahan BAB saat perjalanan jauh. Semoga bermanfaat!














-VQstxGByfpfVSIXxbyevnh3exuPWmrRR.png)



