Lilin memang punya daya tarik tersendiri, baik sebagai penerangan darurat saat mati lampu maupun sebagai elemen dekorasi yang menghangatkan suasana rumah. Tapi di balik tampilannya yang tenang, lilin menyimpan risiko yang tidak bisa disepelekan.
Waspada, Ini 5 Cara Mencegah Kebakaran di Rumah saat Memasang Lilin

Lilin yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan adalah salah satu penyebab kebakaran rumah yang paling umum dan bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana.
Penempatan lilin yang tepat, jauh dari benda mudah terbakar dan dari jangkauan anak-anak, menjadi langkah pertama yang wajib diperhatikan.
Cara memadamkan lilin pun tidak boleh sembarangan karena meniup lilin justru bisa menghasilkan asap berlebih dan percikan api yang berbahaya.
Banyak kasus kebakaran rumah terjadi justru karena hal-hal kecil yang terlewat, mulai dari lilin ditinggal menyala sendirian hingga penempatannya yang kurang aman. Padahal, pencegahannya tidak membutuhkan usaha besar.
Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara mencegah kebakaran di rumah saat memasang lilin yang penting untuk diketahui.
Yuk, disimak!
Deretan Cara Mencegah Kebakaran di Rumah saat Memasang Lilin
1. Jangan pernah tinggalkan lilin menyala tanpa pengawasan

Ini adalah aturan paling mendasar yang sering dilanggar. Api lilin bisa dengan mudah menyambar benda di sekitarnya dalam hitungan menit jika tidak ada yang mengawasi.
Sebelum meninggalkan ruangan atau hendak tidur, pastikan lilin sudah dipadamkan sepenuhnya. Kebiasaan kecil ini bisa mencegah risiko yang jauh lebih besar.
2. Jauhkan dari benda yang mudah terbakar

Tirai, buku, kertas, kain, hingga produk kosmetik berbahan alkohol adalah beberapa benda yang sangat rentan menyambar api. Pastikan area sekitar lilin bersih dari benda-benda semacam itu.
Tempatkan lilin di permukaan datar yang stabil dengan ruang kosong di sekelilingnya. Lilin yang miring atau mudah terjatuh sama berbahayanya dengan lilin yang terlalu dekat dengan bahan mudah terbakar.
3. Gunakan wadah yang tahan panas

Meletakkan lilin langsung di atas permukaan kayu atau plastik adalah kesalahan yang cukup umum. Gunakan wadah berbahan keramik, kaleng, atau kaca tebal yang memang dirancang tahan panas sebagai alas lilin.
Trik tambahan, tempatkan lilin di dalam mangkuk berisi sedikit air sebagai pengaman otomatis. Jika lilin terjatuh, air akan membantu memadamkan api sebelum menyebar.
4. Pangkas sumbu dan perhatikan durasi penyalaan

Sumbu yang terlalu panjang menghasilkan nyala api yang tidak stabil dan lebih besar dari seharusnya. Pangkas sumbu hingga sekitar 0,5 cm sebelum setiap kali menyalakan lilin untuk menjaga apinya tetap terkontrol.
Batasi durasi penyalaan maksimal empat jam sekaligus, dan segera padamkan saat tinggi lilin tersisa sekitar 5 cm. Memaksakan lilin menyala hingga habis justru meningkatkan risiko panas berlebih pada wadahnya.
5. Padamkan dengan benar dan bukan ditiup

Meniup lilin adalah kebiasaan yang sudah mendarah daging, padahal cara ini bisa menghasilkan asap pekat dan percikan api yang justru berbahaya. Gunakan snuffer atau alat pemadam lilin khusus untuk memadamkan api dengan aman.
Alternatif lainnya, celupkan sumbu ke dalam lelehan lilin cair menggunakan alat bantu lalu tegakkan kembali agar sumbu tidak mengeras dalam kondisi tertekuk. Cara ini jauh lebih bersih dan aman dibandingkan meniup.
Itulah beberapa cara mencegah kebakaran di rumah saat memasang lilin yang mudah diterapkan sehari-hari.

















-VQstxGByfpfVSIXxbyevnh3exuPWmrRR.png)
